Apakah Rizieq Segera Pulang Setelah Polisi Hentikan Kasusnya?

Oleh: Mufti Sholih - 17 Juni 2018
Dibaca Normal 2 menit
Penerbitan SP3 terhadap kasus dugaan chat mesum Rizieq Shihab disambut gembira DPP Front Pembela Islam (FPI).
tirto.id - Polri menghentikan penyidikan terhadap kasus dugaan chat mesum Rizieq Shihab setelah polisi mendapat pengajuan dari pengacara Rizieq. Penghentian perkara ini membuat status Rizieq kini bukan lagi seorang tersangka dalam kasus chat mesum.

Kabar penghentian ini disambut gembira tim pengacara Rizieq Shihab, Kapitra Ampera, salah satu tim hukum Rizieq menjelaskan penerbitan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) dari Polda Metro Jaya sudah diproses sejak tahun lalu.



“Itu kan sudah setahun lalu diurus, itu bukan tiba-tiba, saya kirim legal opini ke presiden bahwa proses itu melanggar MK, lalu dibahas, dibedah dan diperiksa,” kata Kapitra saat dihubungi Tirto, Minggu siang (17/6/2018).

Saat dihubungi Tirto, Kapitra mengaku baru selesai berkomunikasi dengan Rizieq. Kapitra saat ini berada di Turki, dalam perjalanan menuju ke Makkah untuk bertemu Rizieq. Kapitra pun menyebut Rizieq mengapresiasi sikap polisi.

“Keadilan sudah ditegakkan dan hukum kebenaran sudah diberikan kepada yang ahlinya dan terima kasih kepada polisi,” ucap Kapitra menirukan ucapan Rizieq.

Penerbitan SP3 ini juga disambut gembira DPP Front Pembela Islam, organisasi yang didirikan Rizieq. FPI menerbitkan surat tentang pernyataan sikap pasca SP3 yang ditandatangani Ahmad Sabri Lubis dan Munarman.


Tirto mendapatkan salinan surat tersebut dari Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif, Minggu siang (17/6/2018). Dalam surat itu, DPP FPI memberikan apresiasi kepada polisi yang mereka anggap sudah bekerja dengan profesional dan objektif.

“FPI juga mendorong agar seluruh kasus yang menimpa ulama dan para aktivis diselesaikan secara profesional dan objektif seperti yang telah dilakukan kepada imam besar FPI [Rizieq],” jelas salah satu isi pesan dalam surat tersebut.

Sebelum kasus chat mesum dihentikan oleh penyidik Polda Metro Jaya, polisi melalui penyidik Polda Jawa Barat telah lebih dulu menghentikan penyidikan kasus dugaan penodaan lambang negara Pancasila pada Februari 2017, terhadap Rizieq.

Dalam catatan Tirto, penyidikan dua kasus ini dibarengi dengan perginya Rizieq ke Makkah. Kala itu, Rizieq sempat berdalih hendak menyelesaikan tesisnya di Malaysia, tapi dia tak kunjung pulang saat penyidik dari Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat memintanya datang untuk diperiksa di dua kasus tersebut.

Spekulasi pun bermunculan. Rizieq diduga kabur buat menghindari kasus yang dijalaninya.

Dampak Kepergian Rizieq


Mei 2018, Tirto sempat menurunkan laporan bertajuk ‘Setahun setelah Rizieq Meninggalkan Indonesia’. Kepergian Rizieq sempat membuat markas FPI di kawasan Petamburan, Jakarta Barat, sepi. Suasana pusat kegiatan organisasi yang didirikan pada 1998 itu tak seramai saat Rizieq masih di Indonesia.

Pengajian bulanan di Markas FPI menjadi tempat dakwah bagi Rizieq, kini diisi anak serta menantunya. Slamet Maarif mengatakan meski Rizieq di Makkah, tak ada yang berubah dari FPI, dan Rizieq tak mengurus DPP karena sudah ada pengurusnya. “DPP sudah punya tugasnya masing-masing,” katanya saat itu kepada Tirto.


Kepergian Rizieq setahun ini terasa dengan berkurang jumlah jemaah yang hadir dalam pengajian bulanan di markas FPI. “Kalau jemaah berkurang itu pasti, jemaah rindu kepada Imam Besar,” kata Maarif.

Meski jemaah yang datang ke Markas FPI berkurang, Rizieq tak pernah sepi pendukung. Saat di Makkah, ia kerap didatangi aktivis dan politikus yang selama ini dekat dengan dirinya. Terakhir, Prabowo Subianto dan Amien Rais umrah bersama dan berkunjung tempat Rizieq bermukim setahun ini di Makkah, Arab Saudi, pada awal Juni 2018.

Di Makkah, Rizieq pun acap kali menyampaikan titah. Salah satu pesannya supaya terciptanya koalisi keumatan yang melibatkan PKS, PAN, dan Gerindra. Tiga partai ini dikenal dekat dengan Rizieq sedari Pilkada DKI Jakarta 2017.

Infografik Tunggal Mungkinkah Habib rizieq pulang

Apakah Rizieq Segera Pulang?

Kabar simpang siur dan spekulasi kepulangan Rizieq ke tanah air sempat beberapa kali muncul. Rizieq sempat dikabarkan akan pulang pada 21 Februari 2018. Jemaahnya, yang mayoritas anggota FPI, berbondong-bondong menjemput Rizieq di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Namun, heboh-heboh kepulangan sang Imam Besar batal.

Saat dihubungi Tirto pada Minggu siang, 17 Juni 2018, Slamet Maarif menuturkan sejauh ini belum ada kabar kapan Rizieq akan pulang. Menurut Slamet, soal pulang atau tidak, itu diserahkan kepada Rizieq.

“Belum [ada informasi]. Tunggu keputusan dari habib. Semua diserahkan ke HRS (Habib Rizieq Shihab),” kata Slamet.

Pengakuan senada dikatakan pengacara Kapitra. Ia mengaku urusan pulang ke Indonesia merupakan urusan Rizieq. Meski mengaku tahu kapan Rizieq akan pulang, Kapitra tetap tutup mulut lantaran ia diminta tak memberitahukan kabar kepulangan Rizieq ke Indonesia.

“Biarkan ana [saya] yang mengumumkan langsung kapan ana pulang,” ucap Kapitra menirukan ucapan Rizieq.

Baca juga artikel terkait KASUS RIZIEQ SHIHAB atau tulisan menarik lainnya Mufti Sholih
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Mufti Sholih
Editor: Mufti Sholih
DarkLight