Menuju konten utama

Apa yang Harus Dilakukan Jika Adik Tersayang Kena Bullying?

Apa yang harus dilakukan jika adik tersayang menjadi korban bullying atau perundungan? Berikut ini beberapa tipsnya.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Adik Tersayang Kena Bullying?
Sejumlah siswa mengikuti kampanye "Stop Bullying" di Medan, Sumatera Utara, Senin (12/11/2018). ANTARA FOTO/Septianda Perdana/pras.

tirto.id - Menyaksikan adik tersayang menjadi korban bullying atau perundungan kerap membuat seorang kakak melakukan sejumlah tindakan untuk membela. Namun, terkadang karena tersulut emosi, tindakan dilakukan tanpa pikiran yang jernih.

Bullying dapat menggambarkan berbagai macam situasi, jadi tidak ada satu pendekatan yang cocok untuk semua situasi. Apa yang berhasil dalam satu situasi mungkin tidak akan berhasil dalam situasi lain.

Banyak hal seperti usia anak-anak yang terlibat, tingkat keparahan situasi, dan jenis perilaku intimidasi tertentu akan membantu menentukan tindakan terbaik. Jika Anda seorang kakak atau adik yang tengah menghadapi situasi ini, maka ada beberapa tahap yang bisa dilakukan.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Adik Jadi Korban Bullying?

Jamie M. Howard, PhD, mantan Direktur Layanan Trauma dan Ketahanan dan seorang psikolog senior di Pusat Gangguan Kecemasan di Child Mind Institute, New York, Amerika Serikat, memberikan langkah-langkah yang harus dilakukan jika kakak atau adik tersayang terkena bullying.

Pada tahap awal, ajak adik untuk menceritakan kondisi yang tengah dihadapinya. Lakukan dengan membangun komunikasi terbuka. Jika sang adik mengatakan bahwa bully yang dihadapinya tidak terlalu buruk, tanyakan secara spesifik kepada adik, mengenai detail perundungan seperti apa yang dilakukan perundung kepadanya.

Namun, apabila sang adik sudah mengungkapkan rasa tidak nyaman dan tidak amannya di lingkungannya karena harus menghadapi para bully yang selalu mengusiknya. Maka, sebagai kakak tentu harus melakukan tindakan yang tepat untuk menghentikannya.

Kids Health memaparkan, sebelum bertindak, berikan apresiasi kepada sang adik karena telah berani menceritakan bullying yang dia alami kepada kakaknya. Ingatkan adik bahwa dia tidak sendirian, sebagai kakak Anda akan selalu di sampingnya.

Tidak hanya itu, untuk mengurangi trauma dan rasa bersalah yang mungkin mereka rasakan, maka sebagai kakak Anda perlu mengingatkan bahwa dalam kasus bullying bukan mereka yang salah, para perundung itulah yang bersalah.

Dalam survei, sebagian besar anak-anak dan remaja mengatakan bahwa perundungan terjadi di sekolah. Biarkan seseorang di sekolah (kepala sekolah, perawat sekolah, atau konselor atau guru) mengetahui situasi tersebut. Seringkali mereka dapat melihat dan mengambil langkah untuk mencegah masalah lebih lanjut.

Tanggapi dengan serius jika Anda mendengar bahwa perundungan menjadi lebih buruk ketika pelaku perundungan mengetahui bahwa adik Anda memberi tahu atau jika ada ancaman bahaya fisik yang terlibat.

Pada titik ini, jika Anda adalah kakak yang sudah dewasa bisa melakukan intervensi langsung dengan pihak berwenang di lingkungan perundungan. Jika Anda adalah kakak yang belum masuk usia dewasa, maka bisa membicarakannya kepada orang tua, minta orang tua melakukan semuanya.

Terkadang ada gunanya mendekati orang tua pelaku intimidasi. Tetapi dalam banyak kasus, guru atau konselor adalah yang terbaik untuk dihubungi terlebih dahulu.

Jika Anda telah mencoba metode-metode tersebut dan masih ingin berbicara dengan orang tua anak yang diintimidasi, yang terbaik adalah melakukannya di mana pejabat sekolah, seperti konselor, dapat menengahi.

Sebagian besar sekolah memiliki kebijakan penindasan dan program anti-penindasan. Selain itu, banyak negara bagian memiliki undang-undang dan kebijakan penindasan.

Cari tahu juga tentang hukum yang berlaku untuk bullying di wilayah setempat. Dalam beberapa kasus, jika Anda memiliki kekhawatiran serius tentang keselamatan adik Anda, Anda mungkin perlu menghubungi pihak berwenang.

Baca juga artikel terkait BULLYING atau tulisan lainnya dari Balqis Fallahnda

tirto.id - Gaya hidup
Kontributor: Balqis Fallahnda
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Iswara N Raditya