Menuju konten utama

Apa Saja Kelainan dan Penyakit pada Sistem Pencernaan Manusia?

Mengetahui sistem pencernaan pada manusia dan apa saja penyakit-penyakitnya.

Apa Saja Kelainan dan Penyakit pada Sistem Pencernaan Manusia?
Ilustrasi masalah pencernaan. Getty Image/iStockphoto

tirto.id - Sistem pencernaan manusia adalah sistem yang digunakan dalam tubuh manusia untuk proses pencernaan.

Sistem pencernaan manusia terutama terdiri dari saluran pencernaan, atau rangkaian struktur dan organ yang dilalui makanan dan cairan selama pemrosesannya menjadi bentuk yang dapat diserap ke dalam aliran darah.

Dilansir dari laman Britannica, sistem ini juga terdiri dari struktur tempat limbah melewati proses eliminasi dan organ lain yang menyumbangkan cairan yang diperlukan untuk proses pencernaan.

Sistem pencernaan terdiri dari dua macam, yaitu organ pencernaan serta kelenjar pencernaan.

Organ pencernaan terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus. Sementara kelenjar pencernaan terdiri atas kelenjar ludah, pankreas, hati, serta empedu.

Laman BBC menuliskan, makanan yang kita makan harus dipecah menjadi zat lain yang dapat digunakan tubuh kita. Ini disebut pencernaan.

Tanpa pencernaan, kita tidak bisa menyerap makanan ke dalam tubuh kita dan menggunakannya. Pencernaan terjadi di sistem pencernaan, yang dimulai di mulut dan berakhir di anus.

Mulut

Mengutip dari sumberbelajar.kemdikbud.go.id , di dalam mulut makanan pertama kali menjalani proses cerna.

Makanan akan dipotong dan dihancurkan oleh gigi dengan proses mengunyah (mekanik). Pada mulut juga ada kelenjar ludah, enzim amilase (ptyalin) untuk menguraikan amilum (polisakarida) menjadi maltosa (disakarida). Lidah juga bermanfaat dalam proses pencernaan pertama ini.

Gigi: gigi terdiri dari gigi seri, gigi taring, gigi geraham depan (praemolar), gigi geraham belakang (molar). Gigi geraham berfungsi menghaluskan makanan, gigi taring untuk mengoyak daging, serta gigi seri untuk memotong makanan.

Gigi anak-anak disebut gigi susu, jumlahnya 20 buah. Gigi orang dewasa disebut gigi tetap, jumlahnya 32 buah. 8 gigi seri, 4 gigi taring, 8 gigi geraham depan, 12 gigi geraham belakang.

Lidah: terdiri atas otot lurik dan dilapisi selaput mukosa. Permukaan lidah terdapat papilla-papila yang berfungsi sebagai indera pengecap rasa.

Fungsi lidah untuk mengatur letak makanan, mencampur ludah dengan makanan, membantu proses menelan, dan indera pengecap.

Kelenjar ludah (Glandula Saliva) menghasilkan ludah. Letaknya ada di tiga tempat yaitu di bawah telinga (kelenjar parotis), di rahang bawah (kelenjar submaksilaris), dan di bawah lidah (kelenjar sublingualis).

Ludah mengandung enzim amilase (ptyalin) berfungsi mengubah amilum (polisakarida) menjadi maltosa (disakarida).

Fungsinya membasahi makanan, membunuh mikroorganisme, mencegah mulut menjadi kering, sebagai Buffer.

Kerongkongan

Makanan yang telah dikunyah akan melewati faring di kerongkongan. Faring adalah daerah persimpangan saluran dari rongga mulut ke tenggorokan (trakea) dan rongga mulut ke kerongkongan (esophagus).

Dari kerongkongan, makanan didorong menuju lambung oleh otot di sepanjang kerongkongan dengan gerak peristaltik.

Lambung

Letaknya di rongga perut sebelah kiri di bawah diafragma. Terdiri atas tiga bagian yaitu bagian atas (kardiak), bagian tengah (fundus), dan bagian bawah (pylorus).

Pada dua ujung lambung ada klep untuk menjaga makanan tetap di dalam. Klep bawah (spingter) pylorus berbatasan dengan usus dua belas jari.

Dinding lambung menghasilkan getah lambung yang mengandung: air, asam klorida (HCl), dan enzim pencernaan (pepsinogen, renin, lipase).

- Asam klorida berfungsi membunuh bakteri dari makanan, juga mengubah sifat protein dan mengaktifkan pepsin. Pepsin berfungsi menghidrolisis molekul protein menjadi peptida.

- Renin mengubah kaseinogen dalam susu menjadi kasein. Lalu kasein digumpalkan dan dicerna oleh pepsin.

- Lipase bertugas menghidrolisis trigliserida menjadi asam lemak dan gliserol.

Makanan yang sudah halus di lambung, dibawa ke usus dua belas jari sedikit demi sedikit.

Usus halus

Bentuknya seperti tabung, dan terdiri dari usus dua belas jari (duodenum), usus kosong(jejunum), usus enyerapan(ileum). Panjang semuanya 8,25 m.

Enzim yang dihasilkan oleh dinding usus, dilansir laman :

- Enterokinase: mengaktifkan tripsinogen yang dihasilkan pankreas menjadi tripsin.

- Lactase: mengubah laktosa menjadi glukosa.

- Erepsin: mengubah dipeptida atau pepton menjadi asam amino

- Maltase: mengubah maltose menjadi glukosa.

- Disakarase: mengubah disakarida menjadi monosakarida

- Peptidase: mengubah polipeptida menjadi asam amino

- Sukrase: mencerna sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa

- lipase: mengubah trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak.

Usus besar (kolon)

Terdiri atas bagian-bagian yang disebut: sekum, kolon asenden, kolon transenden, kolon desenden, kolon sigmoid, rektum.

Makanan sisa dari usus halus akan masuk ke usus besar. Disini feses (kotoran) terbentuk dibantu oleh bakteri Escherichia coli. Feses keluar melalui rektum, ke anus.

Kelenjar pencernaan

Kelenjar pencernaan terdiri atas pankreas, hati dan empedu.

- Pankreas

Pankreas berada di belakang bawah lambung, dan menghasilkan enzim pencernaan (getah pankreas) dan hormon insulin juga glukagon.

- Hati (hepar)

Terdiri atas dua lobus, berada di rongga perut agak ke kanan bawah diafragma.

Hati berfungsi menghasilkan empedu sebagai kelenjar eksokrin, menyimpan cadangan lemak, glikogen, vitamin A, B12,D, dan albumin.

Dengan begitu, hati atau hepar berguna untuk detoksifikasi zat beracun dari pencernaan.

- Kelenjar empedu

Berfungsi untuk menyimpan empedu dari hati. Empedu berperan dalam mengemulsi lemak.

Penyakit pada sistem pencernaan

Gangguan atau penyakit bisa terjadi pada sistem pencernaan manusia disebabkan faktor luar seperti makanan beracun, infeksi bakteri, dan kebiasaan makan yang salah.

Berikut ini beberapa penyakit pada sistem pencernaan, yang dikutip dari situs Sumber Belajar Kemdikbud.

- Sakit gigi, gigi berlubang, gusi bengkak: penyakit pada gigi umumnya disebabkan oleh bakteri jenis Streptococcus yang mengubah karbohidrat di mulut menjadi asam laktat. Asam itu memicu hancurnya email gigi sehingga gigi berlubang.

- Xerostomia: produksi air ludah yang rendah atau sedikit memicu penyakit pada rongga mulut. Jika air ludah sedikit maka makanan tidak tercerna dengan baik.

- Gondongan (parotitis epidimika): Infeksi virus memicu kelenjar ludah di bagian bawah telinga (parotid gland) menjadi bengkak, panas, dan nyeri. Bagian tersebut akan bengkak.

- Tukak lambung (Gastritis) atau maag: terjadi saat dinding lambung mengalami peradangan, dan luka akibat asam lambung. Gejalanya mual dan muntah atau perih lambung.

- Malabsorpsi: usus halus tidak mampu menyerap sari makanan disebabkan kesalahan proses pencernaan, kegagalan menghasilkan enzim pencernaan, struktural cacat atau tumor usus, proses peradangan, infeksi usus, dll.

- Peritonitis: peradangan pada selaput rongga perut (peritonium) akibat infeksi.

- Radang usus buntu (apendisitis): disebabkan infeksi bakteri.

- Sembelit (konstipasi): pergerakan peristaltik usus besar kurang. Akibatnya sulit BAB.

- Batu empedu: kolesterol tinggi, sehingga garam empedu dan fosfolipid tidak mampu melarutkannya. Kolesterol pun akan mengkristal dan membentuk batu empedu.

- Diare: bertambahnya kandungan air dalam feses sehingga frekwensi BAB meningkat. Penyebabnya adalah bakteri, virus, stres, dan protozoa.

Baca juga artikel terkait ILMU BIOLOGI atau tulisan lainnya dari Cicik Novita

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Cicik Novita
Penulis: Cicik Novita
Editor: Yandri Daniel Damaledo