Menuju konten utama

Apa Manfaat Pijat pada Bayi dan Kapan Perlu Dilakukan?

Memijat bayi memiliki manfaat untuk memberikan stimulus yang berguna bagi tumbuh kembangnya.

Apa Manfaat Pijat pada Bayi dan Kapan Perlu Dilakukan?
Ilustrasi pijat bayi. Getty Images/iStockphoto

tirto.id - Memijat bayi dengan lembut bisa dilakukan oleh orang tua di rumah, tanpa perlu melibatkan tukang pijat khsusu bayi.

Pijat bayi bertujuan untuk memberikan stimulasi untuk mendorong perkembangan dan pertumbuhan bayi secara optimal.

Selain itu, memijat bayi bisa melatih kedekatan antara orang tua dan anak, dan membuat anak lebih nyenyak tidur, demikian menurut Antara News.

Dikutip dari laman IDAI, pijat bayi merupakan kombinasi bentuk stimulasi multi modal, yaitu raba (taktil) dan gerak (kinestik) yang dilakukan oleh tenaga kesehatan, orangtua atau anggota keluarga lainnya.

Akan menjadi lebih baik lagi jika pada saat yang sama orang tua melakukan stimulasi auditory (pendengaran, dengan mengajak bayi saat dipijat), stimulasi visual (penglihatan, dengan mengadakan kontak mata saat memijat), dan lainnya.

Tujuan melakukan pijat pada bayi yakni untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi dengan memberikan stimulasi raba, gerak, dan kombinasi lainnya.

Lalu apa saja manfaat pijat pada bayi dan kapan waktu yang tepat memberikan pijat? Mengutip kembali dari laman resmi IDAI, berikut merupakan manfaat pijat pada bayi:

1. Meningkatkan frekuensi menyusu

2. Meningkatkan berat badan bayi

3. Membantu bayi untuk berlatih relaksasi

4. Dapat membuat kualitas tidur menjadi lebih baik, lebih lelap, dan lama.

5. Membuat ikatan / bonding dengan ibu/orang tua

6. Membantu memperbaiki sistem pencernaan, sistem respirasi dan sirkulasi

7. Dapat meredakan ketidaknyamaan ketika bayi sedang kolik dan tumbuh gigi

8. Dapat menurunkan hormon stres

Melansir dari Baby Centre, pijat bayi juga sangat baik untuk bayi prematur yang membutuhkan perawatan khusus, antara lain:

1. Dapat meningkatkan berat badan bayi, terutama jika menggunakan minyak telon. Pijat dapat merangsang syaraf vagus, yakni syaraf yang menghubungkan otak dengan bagian-bagian penting dalam tubuh. Syaraf ini juga dapat melancarkan pencernaan, serta dapat menambah berat badan bayi.

2. Membuat detak jantung lebih stabil. Dengan pijat dapat meningkatkan kerja sistem syaraf yang mengatur organ-organ tubuh bayi.

3. Bayi lebih tenang.

4. Aktivitas otak menjadi stabil, bahkan dapat berkembang ke tingkat normal. Bayi prematur yang tidak mendapat stimulasi pijat, menunjukkan penurunan perkembangan aktivitas otak.

Mengutip laman Healthline, waktu terbaik untuk melakukan pijat pada bayi yakni dengan memulai meletakkan bayi di dada secara skin to skin atau bersentuhan langsung.

Setelah itu, mulailah mengelus kaki dan punggung secara bertahap dan lanjutkan ke bagian lain seperti lengan.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Memijat Bayi?

Pijat bayi dapat dilakukan setelah beberapa minggu pertama kelahiran bayi. Namun, pastikan untuk memperhatikan suasana hati bayi Anda.

Ketika hendak dipijat, bayi harus dalam keadaan tenang, waspada, dan nyaman. Jangan melakukan teknik pijat yang sekiranya membuat bayi Anda tidak nyaman.

Apabila bayi Anda memalingkan muka atau menegangkan lengannya, hal itu menunjukkan bahwa ini bukan waktu terbaik untuk melakukan pijat bayi.

Lakukan pemijatan setidaknya 45 menit setelah menyusui bayi Anda. Apabila waktu menyusui dan memijat terlalu dekat akan menyebabkan bayi muntah.

Baca juga artikel terkait MEMIJAT BAYI atau tulisan lainnya dari Yunita Dewi

tirto.id - Kesehatan
Kontributor: Yunita Dewi
Penulis: Yunita Dewi
Editor: Yandri Daniel Damaledo