Apa Itu Kurikulum Merdeka Belajar SMP: Bedanya dengan Kurikulum 13

Kontributor: Yunita Dewi, tirto.id - 29 Jul 2022 14:55 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Mengenal kurikulum merdeka di SMP dan bedanya dengan kurikulum 13.
tirto.id - Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam. Konten akan disampaikan lebih optimal supaya peserta didik mempunyai cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi diri.

Dalam pelaksanaannya, guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.

Melansir dari instagram resmi @dirjen.gtk.kemdikbud, prinsip utama dari Kurikulum Merdeka adalah berorientasi pada murid dengan memprioritaskan tumbuh kembang anak secara utuh, mementingkan pengembangan kompetensi dan karakter murid.

Kurikulum Merdeka memudahkan dan mendorong guru untuk berorientasi kepada murid, misalnya berfokus pada materi esensial, jadi materi tiap mata pelajaran lebih sedikit sehingga guru tak perlu terburu-buru dalam mengajar. Bahkan, guru bisa menggunakan metode yang lebih interaktif, mendalam, dan menyenangkan.

Selain itu, Kemendikbudristek RI juga menyediakan platform Merdeka Mengajar. Platform ini menyediakan berbagai modul pelatihan bagi guru dan kepala sekolah yang dapat diakses secara gratis menggunakan akun email yang berakhiran belajar.id atau madrasah.kemenag.go.id.

Informasi lebih lanjut tentang panduan pembelajaran dan informasi Kurikulum Merdeka dapat dipelajari dengan mengunjungi laman kurikulum.kemdikbud.go.id. Baik guru kelas maupun kepala sekolah dapat belajar secara mandiri melalui platform tersebut.

Adapun, jika menilik Kurikulum Merdeka di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), yang mengalami perubahan ialah mata pelajaran Informatika menjadi mata pelajaran wajib, sedangkan mata pelajaran Prakarya menjadi salah satu pilihan bersama mata pelajaran Seni, seperti Seni Musik, Seni Tari, Seni Rupa, dan Seni Teater.

Beda Kurikulum Merdeka SMP dengan Kurikulum 2013 SMP


Seperti yang dilansir dari laman resmi Sistem Informasi Kurikulum Nasional, di bawah ini merupakan perbedaan dari Kurikulum Merdeka SMP dengan Kurikulum 2013 SMP :



Kurikulum Merdeka

Kurikulum 2013
Kerangka Dasar
Rancangan landasan utama pada Kurikulum Merdeka adalah tujuan Sistem Pendidikan Nasional dan Standar Nasional Pendidikan. Mengembangkan profil pelajar pancasila pada peserta didik. Rancangan landasan utama Kurikulum 2013 adalah tujuan Sistem Pendidikan Nasional dan Standar Nasional Pendidikan.
Kompetensi yang Dituju
• Capaian pembelajaran yang disusun per fase
• Capaian pembelajaran dinyatakan dalam paragraf yang merangkaikan pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk mencapai, menguatkan, dan meningkatkan kompetensi
• SMP/ sederajat terdiri dari satu fase, yakni fase D (umumnya setara dengan kelas VII, Kelas VIII, dan kelas IX SMP)
• Kompetensi Dasar (KD) berupa lingkup dan urutan (scape and sequence) yang dikelompokkan pada empat Kompetensi Inti (KI) yakni: sikap, spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan.
• KD dinyatakan dalam bentuk poinr-point dan diurutkan untuk mencapai KI yang diorganisasikan pertahun.
• KD pada KI 1 dan KI 2 hanya terdapat pada mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, serta Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
Struktur Kurikulum
• Struktur kurikulum dibagi menjadi dua kegiatan pembelajaran utama, yakni pembelajaran reguler atau rutin yang merupakan kegiatan intrakurikuler dan projek penguatan profil belajar pancasila.
• Jam Pelajaran (JP) diatur per tahun. Satuan pendidikan dapat mengatur alokasi waktu pembelajaran secara fleksibel untuk mencapai JP yang ditetapkan.
• Satuan pendidikan dapat menggunakan pendekatan pengorganisasian pembelajaran berbasis mata pelajaran, tematik, maupun terintregasi.
• Mata pelajaran Informatika merupakan mata pelajaran wajib.
• Satuan pendidikan atau peserta didik bisa memilih sekurang-kurangnya satu dari lima mata pelajaran Seni dan Prakarya, seperti Seni Rupa, Seni Teater, Seni Tari, atau Prakarya.
• Jam Pelajaran diatur per minggu. Satuan pendidikan mengatur alokasi waktu pembelajaran secara rutin setiap minggu dalam setiap semester, sehingga pada setiap semester peserta didik akan mendapatkan nilai hasil belajar pada setiap mata pelajaran.
• Satuan pendidikan diarahkan menggunakan pendekatan pengorganisasian pembelajaran berbasis mata pelajaran.
Pembelajaran
• Menguatkan pembelajaran teridentifikasi sesuai tahap capaian peserta didik.
• Panduan antara pembelajaran intrakurikuler (sekitar 70%-80% dari jam pelajaran) dan kokurikuler melalui projek penguatan profil pelajar Pancasila (sekitar 20%- 30% jam pelajaran.
• Pendekatan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik untuk semua mata pelajaran.
• Umumnya, pembelajaran terfokus hanya pada intrakurikuler (tatap muka), untuk kokurikuler dialokasikan beban belajar maksimum 50% di luar jam tatap muka, tetapi tidak diwajibkan dalam bentuk kegiatan yang direncanakan secara khusus, hal ini diserahkan kepada kreativitas guru pengampu.
Penilaian
• Penguatan pada asesmen formatif dan penggunaan hasil asesmen untuk merancang pembelajaran sesuai tahap capaian peserta didik.
• Menguatkan pelaksanaan penilaian autentik terutama dalam projek penguatan profil pelajar Pancasila.
• Tidak ada pemisahan antara penilaian, sikap, pengetahuan, dan keterampilan
• Penilaian formatif dan sumatif oleh pendidik berfungsi untuk memantau kemajuan belajar, memantau hasil belajar, dan mendeteksi kebutuhan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan.
• Menguatkan pelaksanaan penilaian autentik pada setiap mata pelajaran.
• Penilaian dibagi menjadi penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Perangkat Ajar
• Buku teks dan buku non-teks.
• Contoh-contoh modul ajar, alur tujuan pembelajaran, contoh projek penguatan profil pelajar Pancasila, contoh kurikulum operasional satuan pendidikan.
• Buku teks dan buku non-teks.
Perangkat Kurikulum
• Panduan Pembelajaran dan Asesmen, panduan pengembangan kurikulum operasional sekolah, panduan pengembangan projek penguatan profil pelajar Pancasila, panduan pelaksanaan pendidikan inklusif, panduan penyusunan Program Pembelajaran Individual, modul layanan bimbing konseling. • Pedoman implementasi kurikulum, Panduan Penilaian, dan Panduan Pembelajaran setiap jenjang.



Baca juga artikel terkait KURIKULUM MERDEKA atau tulisan menarik lainnya Yunita Dewi
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Yunita Dewi
Penulis: Yunita Dewi
Editor: Dipna Videlia Putsanra

DarkLight