AP I Tuntaskan Perobohan Rumah Penolak Bandara Kulon Progo Hari Ini

Oleh: Dipna Videlia Putsanra - 19 Juli 2018
Dibaca Normal 1 menit
Perobohan 33 rumah di wilayah pembangunan bandara Kulon Progo direncanakan selesai hari ini.
tirto.id - PT Angkasa Pura I (AP I) menyelesaikan pengosongan lahan untuk pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Temon, Kulon Progo pada Kamis (19/7/2018). AP I bersama TNI dan Polri direncanakan merobohkan 33 rumah warga penolak bandara yang masih bertahan.

Saat proses perobohan, pemilik rumah berusaha mempertahankannya dengan melakukan perlawanan terhadap aparat yang melakukan pembersihan. Isak tangis warga tidak terbendung, melihat rumah mereka rata dengan tanah dalam hitungan menit. Hingga pukul 13.00 WIB, jumlah rumah warga yang dirobohkan sebanyak 17 rumah.

Communication and Legal Section Head AP I Bandara Adisutjipto Liza Anindya Rahmadiani di Kulon Progo, Kamis, mengatakan dalam pengosongan ini, petugas dibagi dalam empat tim.

"Hasil laporan yang masuk dari empat tim, ada sekitar 17 bangunan yang dirobohkan," katanya.

Perlawanan warga penolak masih terlihat, misalnya saja Wagirah yang melemparkan tanah ke aparat yang hendak merobohkan rumahnya.

"Kalian ini pengkhianat rakyat," ujarnya sambil kemudian mengambil tanah dan melemparkannya ke arah aparat.

Di salah satu rumah warga Dusun Sidorejo, Desa Glagah, Sakino, sang pemilik rumah bersama sejumlah warga penolak yang juga sedang berada di tempat yang sama, mengumpat dan mendoakan terjadi sesuatu yang buruk bagi AP I dan NYIA. Namun demikian, kegiatan terus berjalan.


"Letter C aku isih pegang, ini tidak dijual kok disuruh pergi," katanya dengan teriak.

Kapolres Kulon Progo AKBP Anggara Nasution mengatakan pihaknya menerjunkan 700 personel gabungan untuk menyelesaikan pengosongan 33 rumah warga bandara. Rencana pengosongan dan pengamanan dilakukan selama tiga hari ini, yakni Kamis (19/7/2018) hingga Sabtu (21/7/2018).

"Hari ini sudah 17 rumah yang dirobohkan. Kami bertugas melakukan pengamanan selama tiga hari. Kalau pengosongan lahan hanya satu hari, kami tetap melakukan pengamanan selama tiga hari," katanya.

Ia mengatakan dalam proses pengosongan rumah, AP I dan pemkab menyediakan armada untuk mengangkat perabot rumah atau hewan ternak ke rumah sewa atau Rusunawa Triharjo dan rumah Magersari.

"Warga boleh memilih di rumah sewa, rusunawa, Magersari atau rumah pribadi. Kami siap memfasilitasi pengangkutan barang," katanya.


Baca juga artikel terkait PEMBANGUNAN BANDARA KULON PROGO atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Sosial Budaya)

Sumber: antara
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Dipna Videlia Putsanra