Anies & Riza Positif Corona, Bagaimana Pemerintahan DKI Dijalankan?

Oleh: Riyan Setiawan - 4 Desember 2020
Dibaca Normal 2 menit
Gubernur Anies dan wakilnya positif Corona. Tapi mereka bakal tetap menjalankan pemerintahan meski ada opsi penunjukan plh/plt.
tirto.id - Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Riza Patria positif COVID-19 dalam waktu yang hampir bersamaan. Awalnya Riza yang dinyatakan positif, Jumat 27 November 2020, setelah Dinas Kesehatan melakukan tes swab. Karena sering kontak dengan Riza, Anies pun melakukan tes swab antigen dua hari kemudian dan hasilnya negatif. Namun, pada tes selanjutnya dinyatakan positif.

"Tes PCR menyatakan kalau saya positif COVID-19. Saya menyampaikan hari ini. Saya menyampaikan apa adanya, transparan, tidak ditambah dan tidak dikurangi," kata Anies lewat Instagram @aniesbaswedan, Selasa (1/12/2020).

Mereka berdua kini menjalani isolasi mandiri.

Lalu, jika dua orang terpenting di Pemerintah Provinsi DKI dinyatakan positif, bagaimana roda pemerintahan dijalankan?

Menurut Ketua Komisi A DPRD DKI Mujiyono, Anies perlu menunjuk pelaksana harian (Plh) atau pelaksana tugas (Plt) gubernur. "Karena roda pemerintahan harus terus berjalan, maka perlu ditunjuk plh," kata Mujiyono kepada reporter Tirto, Rabu (2/12/2020).


Politikus Partai Demokrat itu mengatakan tanpa plh/plt, roda pemerintahan akan sulit berjalan maksimal. Dalam situasi seperti ini, seorang pemimpin semestinya turun langsung ke lapangan untuk mengetahui kondisi rill rakyat, apalagi saat ini selain pandemi Jakarta juga berpotensi banjir.

Hal serupa dikatakan Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi. "Bagaimanapun saya meminta agar roda pemerintahan tetap berjalan," kata Prasetio kepada wartawan, Selasa (1/12/2020). Keberadaan plt/plh semakin penting karena saat ini DPRD DKI tengah memfinalisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021. "Di sini sinergitas antara pemerintah daerah dan DPRD harus tetap terjalin."

Penunjukan plh/plt oleh kepala daerah diatur dalam Undang-undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, kata pakar hukum tata negara dari Universitas Andalas Feri Amsari. Plh bertugas "menjalankan tugas-tugas harian kepala daerah tanpa boleh mengambil kebijakan-kebijakan strategis," kata Feri kepada reporter Tirto, Rabu. Kebijakan strategis tetap berada di tangan Anies.

Penunjukan plh/plt juga penting karena dalam situasi sekarang Anies akan kurang mengetahui fakta di lapangan dengan jernih. Anies juga dirasa akan sulit memantau birokrasi Pemprov DKI dengan baik. Selama isolasi, sebaiknya Anies fokus terlebih dulu memulihkan kesehatan. "Agar penyakitnya tidak berlarut-larut dan bisa memimpin Jakarta lagi secara maksimal," katanya.

Feri bilang pejabat yang dapat menjalankan fungsi plh/plt itu adalah Sekretaris Daerah DKI Sri Haryati. Ia bertugas hingga Anies atau Riza dinyatakan sembuh.

Tak Ada Plh/Plt

Namun, menurut Sri, meskipun Anies dan Riza terkonfirmasi positif COVID-19, keduanya tetap memimpin pemerintahan melalui daring dengan baik. Sri bilang komunikasi dengan Anies maupun Riza tetap berjalan, khususnya laporan secara berkala terkait perkembangan pembahasan APBD 2021. Pembahasan APBD terus dilakukan secara intensif agar dapat selesai sesuai tenggat.


"Para kepala perangkat daerah saat ini masih terus mengikuti pembahasan APBD 2021 bersama DPRD DKI Jakarta yang, seperti juga tahun-tahun sebelumnya, dipimpin langsung oleh sekda selaku Ketua TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) bersama para asisten sekda dan OPD lainnya," kata Sri, Selasa.

Semua ini membuat DKI tak perlu menunjuk plt/plh.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko pun memandang selama Anies masih bisa melaksanakan tugasnya secara efektif, hal itu tidak menjadi masalah.

"Dengan adanya akses komunikasi yang sekarang, saya pikir seorang panglima, seorang gubernur, bisa memimpin dari mana pun. Nanti pasti akan dilihat efektivitasnya. Menurut saya sih sementara masih bisa berjalan dengan baik," kata Moeldoko di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu.

Lewat Instagram, Anies yang positif Corona tanpa gejala memang bilang akan tetap memimpin Jakarta dalam isolasi secara virtual. Menurutnya ini tak masalah sebab "sejak Maret lalu kami sudah terbiasa bekerja secara virtual, dan Insya Allah tidak akan ada proses kebijakan yang tidak terganggu."

Baca juga artikel terkait PLT GUBERNUR DKI atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Politik)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Rio Apinino
DarkLight