Menuju konten utama

Anies Akui Bertemu Pengembang Reklamasi di Hambalang

Anies menyampaikan bahwa pertemuan tersebut sama sekali menciptakan kesepakatan mengenai reklamasi.

Anies Akui Bertemu Pengembang Reklamasi di Hambalang
Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 Anies Baswedan saat tiba di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, Senin (16/10/2017). tirto.id/Andrey Gromico

tirto.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui pertemuannya dengan sejumlah pengembang reklamasi Teluk Jakarta di kediaman Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

"Benar ada pertemuan itu dan Pak Prabowo tidak sedikitpun memberikan semacam tekanan dan lain lain. Tidak. Pak Prabowo bersahabat dengan semua pihak dan menerima tamu dari mana-mana," ungkapnya di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (24/10/2017).

Kendati demikian, ia menyampaikan bahwa pertemuan tersebut sama sekali tidak ada kesepakatan mengenai reklamasi. Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa dalam pertemuan itu, ia lebih banyak mendengar ketimbang berbicara dibandingkan para tamu Prabowo yang lain.

Sayang, ia enggan membeberkan apa saja yang disampaikan para pengembang dalam pertemuan yang diselingi makan siang tersebut.

"Jadi tamunya ya akademisi, ada pengusaha, ada politisi, ada banyak kalangan. Pertemuan itu kita posisinya ya mendengar aja. Lalu tidak ada pembicaraan apalagi kesepakatan yang menyangkut langkah-langkah dan lain-lain. Tidak," ujar mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

Menurut Anies, sebagai seorang Ketua Umum Partai dan juga pengusaha, wajar jika mantan pemimpin Komando Pasukan Khusus (Kopassus) itu berteman dengan berbagai kalangan. Hal tersebut berbeda dengan dirinya yang notabene akademisi dan bukan seorang politikus.

Anies juga kembali menegaskan posisinya terkait janji menyetop reklamasi 17 Pulau yang ada di Jakarta. "Anda baca saja janji kampanye," tukasnya.

Baca: Untuk Kesekian Kali, Anies Kampanyekan Tolak Reklamasi

"Pak Prabowo justru menggarisbawahi, yang penting jaga kepentingan umum, jaga kepentingan publik, Pak Anies jalankan yang menurut Pak Anies benar," tambahnya menjelaskan.

Untuk diketahui, dalam Laporan Utama Majalah Tempo Edisi 29 Oktober 2017, Anies disebut menghadiri undangan makan siang sembari membicarakan reklamasi di kediaman Prabowo Subianto pada awal Agustus silam.

Dalam laporan itu, Grup Artha Graha, Tomy Winata, dan pemilik Grup Agung Sedayu yang punya lima pulau reklamasi (A,B, C, D, dan E), Richard Halim Kusuma diberitakan hadir bersama Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jakarta dari Gerindra, Muhammad Taufik.

Tempo juga menulis bahwa Tomy dan Richard mengatakan kepada Anies bahwa para pengusaha bersedia membayar kontribusi tambahan sebesar 15 persen seperti yang disyaratkan mantan gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), di luar kewajiban pengembang menyediakan 40 persen lahan untuk publik, plus 5 persen untuk fasilitas umum.

Jika angka itu dikonversi ke dalam rupiah, kata keduanya, pemerintah DKI Jakarta bakal mendapatkan Rp 77 triliun dari kontribusi tambahan tersebut.

Baca juga artikel terkait KASUS REKLAMASI atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Politik
Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Alexander Haryanto