Menuju konten utama
Ibadah Haji 2026

Amirulhaj Cek KKHI, Pastikan Layanan Jemaah Jelang Armuzna

Gus Irfan  menyampaikan, jumlah jemaah yang dirawat maupun wafat pada musim haji tahun ini mengalami penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Amirulhaj Cek KKHI, Pastikan Layanan Jemaah Jelang Armuzna
Rombongan Amirulhaj yang dipimpin Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf, meninjau kesiapan layanan kesehatan jemaah haji jelang puncak haji, Sabtu (23/5/2026). Kredit foto: Tim Media Center Haji (MCH) 2026.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id -

Tim Amirulhaj yang dipimpin Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, dan Menko Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, meninjau Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, di wilayah Aziziyah pada Sabtu (23/5/2026). Rombongan ini memastikan kesiapan layanan kesehatan jelang puncak haji atau Armuzna.
“Kami memang sengaja datang ke KKHI untuk memastikan kesiapan teman-teman kesehatan haji Indonesia, bagaimana pelayanannya selama musim haji yang sudah berlangsung hampir satu bulan ini, dan terutama persiapan untuk Armuzna nanti,” kata pria yang akrab disapa Gus Irfan kepada Tim Media Center Haji.
Gus Irfan mengakui terdapat sejumlah tantangan terkait regulasi kesehatan di Arab Saudi yang cukup ketat dan terus mengalami perubahan. Meski demikian, tenaga kesehatan Indonesia dinilai mampu menyesuaikan diri tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada jemaah.
“Teman-teman berusaha menyesuaikan diri, bagaimana tetap mematuhi regulasi namun tetap bisa memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah kita,” kata dia.
Terkait pelayanan kesehatan selama fase Armuzna, Gus Irfan menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan klinik-klinik darurat di titik-titik tertentu. Selain itu, kerja sama dengan rumah sakit Arab Saudi juga terus diperkuat untuk penanganan pasien yang membutuhkan rujukan lebih lanjut.
“Pada kondisi tertentu, jemaah harus segera dirujuk ke rumah sakit di Saudi,” kata dia.
Ia menambahkan, total tenaga kesehatan yang disiapkan mencapai lebih dari 1.200 orang. Setiap kelompok terbang (kloter) didampingi satu dokter dan satu perawat, ditambah ratusan petugas kesehatan lainnya yang bersiaga di berbagai titik pelayanan.
“Insyaallah ini akan bisa melayani jemaah kita selama Armuzna,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gus Irfan menyampaikan, jumlah jemaah yang dirawat maupun wafat pada musim haji tahun ini mengalami penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Menurutnya, hal tersebut dipengaruhi pemeriksaan kesehatan istitha’ah yang lebih ketat sejak di tanah air.
“Sehingga hari ini yang dirawat turun drastis, yang meninggal juga turun drastis,” kata dia.
Sementara itu, terkait skema safari wukuf bagi jemaah lansia dan risiko tinggi, pemerintah masih terus melakukan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi agar tetap sesuai aturan yang berlaku.
“Safari wukuf secara resmi memang tidak diperbolehkan oleh otoritas Saudi, tetapi kita akan mencoba mencari kemungkinan-kemungkinan yang tidak melanggar regulasi dan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Saudi,” kata dia.
Sementara itu, Abdul Muhaimin Iskandar turut mengapresiasi dedikasi tenaga kesehatan Indonesia yang dinilai tangguh menghadapi dinamika aturan di Arab Saudi.
“Terima kasih kepada para tenaga kesehatan yang sangat tangguh menghadapi regulasi Pemerintah Saudi yang super ketat dan terus berubah. Teman-teman dokter mampu mengantisipasi dengan kecerdasan dan langkah-langkah yang tepat,” ujar pria yang akrab disapa Cak Imin.
Ia menambahkan, pemerintah akan terus mengevaluasi pola pelayanan kesehatan haji agar semakin adaptif terhadap regulasi di Arab Saudi, namun tetap mengedepankan pelayanan maksimal bagi jemaah.
“Ke depan, Kementerian Haji akan terus mendapatkan masukan dari para dokter dan tenaga kesehatan di lapangan agar pola pelayanan semakin efektif, efisien, dan memberi manfaat yang lebih besar bagi jemaah," kata Cak Imin.

Baca juga artikel terkait HAJI 2026 atau tulisan lainnya dari Abdul Aziz

tirto.id - Flash News
Reporter: Abdul Aziz
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Fahreza Rizky