Menuju konten utama

Amankan Mudik & Lebaran, Polri Mulai Operasi Ketupat 18 April

Untuk mengamankan momen mudik Lebaran dan Idulfitri, 148.261 personel gabungan TNI, Polri, dan kementerian/lembaga terkait disiagakan.

Amankan Mudik & Lebaran, Polri Mulai Operasi Ketupat 18 April
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/4/2023). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc.

tirto.id - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan Operasi Ketupat 2023 dimulai 18 April hingga 1 Mei 2023 dengan melibatkan ratusan ribu petugas gabungan.

"Operasi ini telah diawali dengan kegiatan rutin yang ditingkatkan pada 10-16 April 2023 dan akan dilanjutkan pasca-operasi pada 2-9 Mei," kata Kapolri ketika Gelar Pasukan Operasi Ketupat di Monas, Senin, 17 April 2023.

Operasi Ketupat ini melibatkan 148.261 personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, dan kementerian/lembaga terkait.

"Untuk memastikan operasi berjalan optimal, Polri membagi lima wilayah pengendalian utama. Di Pulau Sumatera, Jawa, dan pengendalian secara kewilayahan di Polda lainnya dengan menjadikan NTMC Polri sebagai posko operasi terpusat," ucap Sigit.

Jenderal bintang empat itu juga mengingatkan para petugas untuk berjaga ketika salat hari raya Idulfitri berlangsung. "Hadirkan pula personel berseragam di tempat ibadah, terutama pada pelaksanaan salat Idulfitri, melibatkan personel TNI, Polri, ormas, serta mitra kamtibmas lainnya," tutur Sigit.

Lantas petugas juga diharapkan bisa berpatroli di permukiman maupun lokasi wisata guna mengantisipasi tindak pidana. Idulfitri 1444 Hijriah menjadi momen mudik "besar-besaran" dalam masa pandemi COVID-19.

Pemerintah pun memprediksi ada 123,8 juta orang yang akan mudik tahun ini. Jumlah tersebut meningkat 14,2 persen dibanding tahun lalu yang mencapai 85,5 juta orang.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta lonjakan pergerakan masyarakat yang akan mudik tahun ini dapat diantisipasi dengan baik. Dia mengingatkan sejumlah masalah seperti kekurangan kapasitas dan jumlah kapal tidak terjadi lagi pada arus mudik dan balik 2023.

"Ini harus dihitung dan dikalkulasi dengan baik. Saya tidak ingin kejadian tahun lalu kembali terjadi pada tahun ini," ujar Joko Widodo saat meninjau Pelabuhan Merak dalam rangka persiapan Angkutan Lebaran 2023, Selasa, 11 April.

Beberapa faktor yang membuat tingginya pergerakan masyarakat di masa mudik tahun 2023 yakni pencabutan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), memasuki masa pra endemi atau mendekati normal pasca pandemi COVID-19, serta perekonomian Indonesia yang semakin membaik, dan persepsi positif publik atas penyelenggaraan angkutan lebaran tahun lalu.

Baca juga artikel terkait MUDIK LEBARAN 2023 atau tulisan lainnya dari Adi Briantika

tirto.id - Hukum
Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Maya Saputri