All New Rush Hingga Yamaha Lexi: Rahasia Tertangkap Basah di Jalan

Infografik tertangkap basah di jalan
Spyshot yang diduga sebagai Datsun Cross. Facebook/Abu Adjie Ghafran Khairi
Oleh: Suhendra - 5 Februari 2018
Dibaca Normal 4 menit
Spy shots atau foto candid sebuah mobil atau motor baru, bisa menjadi pisau bermata dua. Toyota Rush, Wuling Cortez hingga Yamaha Lexi pernah mengalaminya.
tirto.id - Satu hari di tengah siang bolong, Acoi asyik menggeber sepeda motornya di jalan kawasan Lippo Cikarang, Bekasi yang lengang. Sekelebatan dua kendaraan roda empat dengan model masih asing nan kompak dengan balutan warna bercorak kamuflase lurik menyalip. Maksud hati ingin mengejar untuk membidik gambar, tapi sial Acoi kalah cepat dari mobil misterius itu.

Usai kejadian, di rimba forum hingga blog otomotif, penampakan foto-foto mobil yang sebelumnya sempat dilihat Acoi banyak bermunculan di awal November 2017. Rasa penasaran pria 37 tahun penggemar otomotif ini akhirnya terbayar. Berselang sebulan, selimut mobil misterius itu tersibak, identitasnya sebagai Wuling Cortez—MPV pesaing Toyota Innova yang resmi diperkenalkan pada medio Desember 2017 di Sentul, Jawa Barat.

“Sayang enggak bisa spy shots, sob,” kata Acoi.

Sebelum Wuling Cortez terlacak mengaspal di jalanan, All New Toyota Rush juga sempat tertangkap kamera dan jadi pembicaraan pada Oktober tahun lalu. Foto-foto Rush dengan balutan cat lurik garis hitam dan putih terlihat sedang melaju di jalan bebas hambatan di Karawang. Kejadian ini hanya terpaut kurang dari sebulan sebelum All New Toyota Rush benar-benar diluncurkan 23 November 2017.

Public Relation Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Rouli Sijabat mengatakan pabrikan mobil memang ada kalanya sengaja memviralkan produk terbarunya, terlebih model produk itu benar-benar belum dimiliki oleh agen pemegang merek (APM).



Tujuannya cuma satu, untuk membangun kesadaran sejak dini para konsumen terhadap model baru sebelum dilempar ke pasar. Di era serba digital dan berkembangnya media sosial, semua hal itu sangat mudah dilakukan. Sebelum Avanza diluncurkan perdana di Gaikindo Auto Expo Desember 2003, TAM lebih dulu memakai pendekatan semacam ini.

Namun, Rouli juga menggarisbawahi, bocornya foto dari spy shots sebuah kendaraan baru bisa jadi musibah bagi APM. Pegiat otomotif atau blogger biasanya aktif berburu sosok-sosok mobil terbaru yang berpeluang meluncur. Dalam kasus tertentu, foto hasil spy shots harus dihindari agar tak bocor duluan sebagai bagian dari strategi pemasaran.

Dalam konteks All New Toyota Rush, Toyota bisa dibilang kecolongan, tersebarnya gambar dan rumor model generasi terbaru Rush merugikan Toyota karena model Rush lama masih dipasarkan. Konsumen akan cenderung menahan pembelian sampai menunggu model baru itu hingga benar-benar bisa dipinang konsumen.

Spy shots memang ada yang alami difoto oleh netizen, tapi ada juga yang memang didesain,” aku Rouli kepada Tirto.

Di dunia pemasaran roda dua hal yang sama pun terjadi, Yamaha Lexi contohnya. Bedanya, Yamaha Lexi lebih dahulu diperkenalkan, tapi kemunculannya di jalan lewat kamera “mata-mata” malah terjadi belakangan. Dalam situsweb otomotif, sebuah unit motor yang diduga Yamaha Lexi tengah membelah kemacetan jalan. Ini terjadi hanya sepekan setelah Yamaha Lexi diluncurkan 26 Januari 2018 di Hotel Four Seasons, Jakarta.



Deputy GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Eddy Ang belum bisa mengeluarkan komentar terkait foto dari spy shots Yamaha Lexi. Ia memastikan foto itu bukan dari YIMM alias bukan sengaja disiapkan untuk promosi. Namun, Eddy memastikan semua motor Yamaha yang diperkenalkan ke pasar sudah lulus uji. Meski produksi massal motor ini rencananya baru dimulai April 2018.

“Belum bisa keluarkan statement terkait foto itu, karena bukan dari kami,” kata Eddy kepada Tirto.

Spy shots dari produk mobil atau motor gres memang ada yang disiapkan dalam rangka promosi produk baru. Namun, banyak kasus, jepretan dari “paparazzi” umumnya dihindari oleh pabrikan karena banyak pertimbangan.



Kamuflase Agar Tak Bocor

Spy shots atau bocoran produk yang tertangkap kamera di tempat umum dalam dunia otomotif hampir terjadi saat produk mobil atau motor baru sebelum dilepas ke pasar oleh pabrikan atau masih tahap purwarupa. Kejadian ini bukan hanya di Indonesia, tapi lazim terjadi di banyak negara.

Mari kita telaah. Sebuah mobil bisa diuji coba hingga ribuan mil di jalan-jalan umum sebelum dilempar ke pasar. Produsen melakukan uji coba memastikan keseluruhan komponen mobil bekerja dengan baik di medan sesungguhnya.

Pabrikan mobil juga harus melakukan uji konsumsi bahan bakar di jalan umum untuk memastikan sesungguhnya tingkat efisiensi bekerja, hingga kekuatan dan daya tahan sebuah model mobil baru. Nah, di sini lah titik persoalannya. Selama keluar dari kandang dalam pengetesan, mobil akan mudah dilihat publik. Untuk menghindari kebocoran informasi, biasanya, produsen akan memberi selubung pada unit mobil yang diuji coba.

Membungkus kendaraan yang dipakai untuk melaju di jalan umum tentu bukan perkara mudah. Perancang kamuflase kendaraan biasanya mempertimbangkan penutup di bagian blok pendingin dan berupaya mencegah kendaraan tak aerodinamis.

Pabrikan menutup bodi hingga grill dan lampu depan dengan karet, plastik, hingga plester. Bahan-bahan itu berwarna hitam hingga bercorak lurik hingga gumpalan yang memutar untuk mengecoh mata agar bentuk atau model sebuah mobil tidak kentara. Teknik ini terinspirasi kamuflase kapal-kapal Perang Dunia II.

Sayangnya mereka punya apa yang disebut sebagai paparazzi otomotif. Di dunia ada sosok pesohor fotografer profesional seperti Brenda Priddy dan Hans Lehmann, yang kerjaannya memburu mobil-mobil yang sedang di tes jalan.

“Paparazzi otomotif” Brenda Priddy mengatakan para pembuat mobil seolah sudah bisa melindungi jagoan barunya dengan teknik kamuflase untuk maksud mengecoh auto fokus sebuah kamera. “Itu tidak akan berhasil,” kata Priddy dikutip dari New York Times.

Contoh yang cukup menampar pabrikan mobil seperti Ford terjadi lima tahun lalu. Gambar Ford Mustang 2015 akhirnya bocor ke publik. Seorang fotografer mata-mata dengan militan menunggu di dekat semak-semak lintasan, sehari sebelum uji coba. Apa yang terjadi? Kepala bidang mesin Ford yang saat itu dipegang oleh Dave Pericak dibikin pusing karenanya.

“Benar saja, foto-foto muncul di internet beberapa hari setelahnya.”

“Saya dipanggil ke kantor wakil presiden (Ford) untuk menjelaskan bagaimana itu bisa bocor,” katanya.

Selain para "paparazzi", saat ini semua orang memiliki kamera di tangan atau sakunya dengan makin berkembangnya ponsel pintar dengan kamera yang mumpuni. Akses media sosial yang semakin tanpa batas menjadi mudahnya spy shots terjadi. Kamuflase memang jadi cara yang bisa dilakukan pabrikan besar seperti General Motors (GM) untuk melindungi produk barunya agar tak bocor.

“Kami selalu menjaga purwarupa kendaraan GM,” kata Lionel Perkins, spesialis kamuflase mobil GM seperti dikutip dari Wired.

“Tapi kamera digital dan para blog telah membuat segalanya jadi gila.”



Beberapa strategi produsen mobil seperti BMW harus memutar otak dengan menambah desain “palsu” sebagai lapis kedua dari kamuflase selain corak lurik. Ini untuk meyakinkan agar model produk-produk baru BMW tak bisa ditebak saat uji di jalan umum seperti yang diterapkan pada BMW generasi G20 seri 3.

Beberapa pola kamuflase berkembang dari hanya garis-garis kontras hingga dibuat acak tak beraturan untuk mendapatkan efek kamuflase maksimal dari bidikan kamera. Ini karena otak manusia sangat berorientasi dengan pola. Sehingga kamuflase semacam ini akan menyulitkan detail sebuah model mobil terbaru tercium.

Persoalan model ini tentu jadi pisau bermata dua, bila model yang semula disembunyikan sudah tertangkap basah duluan di mata publik, dan nyata tak mendapat respons positif, tentu jadi musibah bagi pabrikan. Gagal sebelum diluncurkan jadi risiko. Belum lagi mempertimbangkan kompetisi, sebuah desain mobil bocor, maka akan jadi santapan empuk para pesaing untuk “mencuri” model desain dan membuatnya lebih baik

Desain adalah empat paling utama dari alasan orang untuk membeli dalam industri otomotif, setelah konsumsi bahan bakar untuk mobil Ford,” kata Dave Fish, Senior Vice President MaritzCX, dari studi tentang kendaraan baru untuk konsumen.

Selain pertimbangan kerahasiaan dan persoalan kompetisi dengan pesaing, upaya kamuflase juga bagian dari prinsip sebuah pabrikan untuk menyajikan model yang “masih segar” sebelum diluncurkan ke pasar. Ini menegaskan seperti yang pernah dilontarkan Ken Saward, Senior Design Manager, Mazda.

Kamu memerlukan sesuatu agar tetap membuat orang harap-harap cemas dan menunggu untuk mobil baru diluncurkan. Ini mirip bagaimana kamu tak melihat pengantin perempuan sampai akhirnya ia berjalan melintasi altar.”

Baca juga artikel terkait MOBIL atau tulisan menarik lainnya Suhendra
(tirto.id - Otomotif)

Reporter: Suhendra
Penulis: Suhendra
Editor: Nurul Qomariyah Pramisti
DarkLight