STOP PRESS! BMKG Cabut Peringatan Dini Tsunami Pukul 02.30 WIB

Pajero, Fitta, dan Blunder Nama-nama Mobil

Pajero, Fitta, dan Blunder Nama-nama Mobil
Mitsubishi Pajero Sport dipamerkan saat acara GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016,di Indonesia Convention Exibition (ICE) BSD City Tangerang. TIRTO/Andrey Gromico
Reporter: Suhendra
16 Juni, 2017 dibaca normal 2:30 menit
Pajero Sport (Mitsubishi), Ignis (Suzuki), kini bukan hanya menjadi nama mobil, tetapi juga nama anak. Padahal nama-nama mobil tak sedikit yang “cacat”.
tirto.id - “Kerjasama Indonesia Jepang” disingkat jadi “Kijang”. Plesetan nama untuk Toyota Kijang yang akhirnya dipercaya sebagai rujukan untuk penamaan MPV paling populer di Indonesia, yang pada Juli 2017 ini genap berusia 40 tahun.

Padahal maksud awalnya, Toyota menempatkan kepala hewan kijang lengkap dengan tanduknya dengan harapan produknya bisa lincah seperti kijang. Di Filipina "Toyota Kijang" hadir dengan nama Toyota Tamaraw yang artinya kerbau—sama sekali jauh dari harapan dari sebuah kelincahan.

Sang adik, Avanza juga punya penamaan yang diambil dari "Avazanto" dari bahasa Italia yang berarti kemajuan. Kembarannya, Xenia punya muasal nama dari bahasa Yunani,"Xenos” yang artinya orang asing. Veloz, keluarga dari seri mobil “Sejuta Umat” ini dijumput dari bahasa Inggris “Velocity” atau kecepatan.

Makna dari nama-nama seri lansiran Toyota di Indonesia masih enak didengar. Namun, beberapa mobil malah dicap punya makna yang tak sopan. Mitsubishi Pajero misalnya, asal namanya diambil dari sebutan untuk kucing liar di Amerika Latin—Gato Pajero. Sialnya, nama itu bagi orang Spanyol jadi sebutan memalukan, Pajero dimaknai sebagai “orang yang masturbasi”. Mitsubishi memang tak memakai nama Pajero di Spanyol, melainkan dengan dengan label Mitsubishi Montero.

Sebagai produk massal, mobil tak hanya cacat masalah mekanis, tetapi juga nama. Pajero hanya satu contoh saat nama mobil bisa “cacat” karena punya makna lain yang melenceng jauh dari harapan. Hindustan Times dalam tulisan yang berjudul “Branded disasters: Creta to Pajero, how cars got a bad name” memasukan nama Honda Fitta, lansiran hatchback Honda yang di Indonesia dikenal sebagai Jazz, ternyata punya makna yang sangat konyol bagi penduduk di negara-negara di Skandinavia. Di sana, Fitta adalah bagian genital wanita. Honda Fitta pun berganti jadi Honda Fit.

Persoalan nama mobil juga tak hanya soal kekonyolan karena punya arti lain. Pada tahun lalu Tata Motors harus menghapus nama Tata Zica dari line up mobil keluaran produsen mobil India tersebut. Malangnya saat Tata Zica diluncurkan, bersamaan dengan kehebohan maraknya Virus Zika yang tengah mengguncang dunia. Akhirnya Tata Tiago jadi nama baru buat hatchback terbaru mereka.

“Rasa empati dari musibah yang sedang terjadi akibat wabah virus zika yang menyebar di banyak negara, sebagai rasa tangung jawab sosial, Tata memutuskan mengganti nama merek mobil kami,” jelas Tata dalam keterangannya seperti dikutip dari The Guardian.

Pajero, Fitta, dan Blunder Nama-nama Mobil


Blundernya para produsen mobil dalam menyematkan nama produk mereka tentu bukan karena kesengajaan. Sekretaris Umum (Sekum) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara mengungkapkan biasanya para pabrikan memberi nama produknya dengan metode acak dari banyak daftar calon nama yang disiapkan dan melakukan verifikasi terhadap kemungkinan nama yang sudah dipatenkan, dan pertimbangan lainnya.

“Serial nama mobil itu kocokan dari komputer, memang random,” katanya kepada Tirto.

Dengan mudahnya penyebaran informasi, maka nama sebuah seri mobil sangat mudah diketahui bila punya masalah di wilayah lain. Dampaknya nama sebuah produk mobil bisa berlainan satu sama lain tergantung di mana ia dipasarkan—tentu juga ada pertimbangan strategi lain. Meskipun pabrik mobil tentu ingin memiliki nama tunggal dari sebuah nama seri mobil di seluruh dunia untuk memperkuat merek mobil.

Hyundai termasuk yang mencoba menghindari masalah semacam itu. Lansiran hatchback Hyundai dipasarkan dengan paduan nama huruf dan angka, berlabel Hyundai i20 untuk pasar di seluruh dunia. Beberapa nama mobil papan atas seperti Mercedes Benz memakai huruf dan angka sebagai penanda seri seperti seri C, seri E, seri S dan sebagainya. BMW memakai numerik antara lain seri 3, seri 5, seri 7 dan sebagainya.

Huffingtonpost dalam ulasannya How Do Car Companies Name Their Cars? menjelaskan nama-nama mobil tak muncul seketika. Ia sudah melalui proses yang panjang dengan mempertimbangkan pemegang merek dagang orang lain, kemungkinan makna-makna bahasa yang berbeda, hingga soal kata-kata slang yang menunjukkan karakter mobil yang bisa diambil dari nama hewan seperti Mustang, Colt, Viper, Jaguar, Ram, Cobra dan banyak lainnya.

Nama-nama tempat juga sering jadi pertimbangan antara lain Malibu, Tucson, Ibiza, Monterey, Murano, New Yorker, Cambridge, Seville, atau Montreal. Hingga nama tempat basis produksi mobil bersangkutan dibuat seperti Kota Milan dan Turin yang menginspirasi nama seri mobil Milano dan Turino.

Setiap mobil dirancang dengan proses R&D yang panjang, tapi tak sedikit yang bermasalah dengan penamaan. Produsen mobil menyematkan nama tertentu kepada produk mobilnya dengan maksud mobilnya bisa laris di pasaran. 

Namun, produsen mobil barangkali tak akan terpikir, nama produk mereka dicomot untuk nama seorang anak karena obsesi orang tua terhadap kendaraan roda empat. Padahal nama-nama mobil tak sedikit yang “cacat” atau bermakna paling konyol.

"Orang mau mengadopsi nama mobil itu karena obsesi," kata Kukuh.

Baca juga artikel terkait INDUSTRI OTOMOTIF atau tulisan menarik lainnya Suhendra
(tirto.id - dra/nqm)

Keyword