STOP PRESS! Hasil Pembicaraan Menlu & Kedubes AS Soal Penolakan Jenderal Gatot

Aliansi BEM Seluruh Indonesia Siap Gelar Aksi di Istana

Aliansi BEM Seluruh Indonesia Siap Gelar Aksi di Istana
(Ilustrasi) ratusan mahaiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pembebasan melakukan aksi di depan Istana Negara, Jakarta, Rabu, (2/10). TIRTO/Andrey Gromico.
Reporter: Damianus Andreas
20 Mei, 2017 dibaca normal 1:30 menit
Meski belum bisa memastikan jumlah pasti dari para peserta yang ikut dalam aksi ini, namun Wildan menargetkan ada ribuan orang yang akan ikut serta.
tirto.id - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia dijadwalkan akan menggelar aksi di depan Istana Presiden, Jakarta pada Senin (22/5) mendatang. Seperti disampaikan Koordinator Pusat Aliansi BEM SI, Wildan Wahyu Nugroho, aksi yang dinamakan ‘Tugu Rakyat’ tersebut akan mengedepankan tujuh hal yang selama ini dirasa memberatkan rakyat.

Adapun ketujuh gugatan itu adalah, pertama permintaan untuk mengembalikan subsidi listrik 900 vA dan BBM serta menjamin keterjangkauan harga kebutuhan pokok bagi rakyat, kedua mewujudkan jaminan pendidikan nasional dan layanan kesehatan yang berkualitas dan membebaskan, ketiga mengusut tuntas kasus KTP elektronik serta memberantas praktik KKN sampai ke akarnya.

Keempat menegakkan demokrasi serta menolak pembungkaman dan tindakan represif aparat negara, kelima mengusut tuntas mafia kebakaran hutan dan lahan, menghentikan proyek reklamasi, serta menolak penambangan kawasan bentang alam karst untuk pabrik semen di seluruh Indonesia, keenam mewujudkan supremasi hukum dan tindak tegas pelaku kejahatan seksual, dan terakhir menghilangkan dominasi asing dan menasionalisasi aset-aset bangsa serta mewujudkan kedaulatan pangan, energi, dan maritim.

“Persiapan aksinya sejak bulan April lalu, tapi untuk tuntutannya ini adalah akumulasi dari sejumlah peristiwa yang telah terjadi di Indonesia sejak lama,” ujar Wildan kepada Tirto saat dihubungi melalui telepon pada Sabtu (20/5/2017) siang.

Meski belum bisa memastikan jumlah pasti dari para peserta yang ikut dalam aksi ini, namun Wildan menargetkan ada ribuan orang yang akan ikut serta. “Umumnya datang dari Pulau Jawa dan Sumatera. Dari Pulau Jawa ada dari Jakarta, Bogor, dan Provinsi Jawa Barat,” kata Wildan.

Lebih lanjut, Wildan menjelaskan masing-masing perwakilan BEM akan berangkat dengan menggunakan dana pribadi. “Berhubung saya dari UNS (Universitas Sebelas Maret, Surakarta), kami akan berangkat bersama menggunakan 1 bus, iurannya bareng-bareng sebesar Rp 300 ribu,” ungkap Wildan lagi.

Sebelumnya, telah beredar kabar bahwa Aliansi BEM Seluruh Indonesia akan melakukan aksi pada hari ini dengan menduduki Gedung MPR/DPR RI untuk menjatuhkan Presiden Joko Widodo. Saat diklarifikasi terkait tujuan aksi pada Senin mendatang, Wildan mengaku aksinya murni untuk menyampaikan tuntutan dan bukan untuk menggulingkan pemerintah sebagaimana santer dikabarkan.

“Dari aksi ini, kami berharap bisa bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo, dan kami juga ada surat audiensi. Sehingga tuntutan yang kami sampaikan itu nantinya bukan omong kosong,” jelas Wildan.

Kepada Tirto, Wildan pun sempat menjelaskan alasan dipilihnya Istana Negara sebagai tempat melakukan aksi pada awal pekan depan, dan bukannya Gedung MPR/DPR RI. “Kami sebetulnya sempat melakukan diskusi pemilihan tempat, apakah di Istana Negara atau Gedung MPR/DPR RI. Tapi akhirnya diputuskan Istana Negara, karena yang kami tuntut lebih kepada kebijakan pemerintah. Jadi akan lebih tepat kalau gugatannya disampaikan kepada lembaga eksekutif,” kata Wildan.

Sementara itu saat disinggung perihal perizinan aksi, Wildan mengaku pihak Aliansi BEM Seluruh Indonesia telah melayangkan surat ke pihak kepolisian. Namun untuk kepastian apakah izin telah dikeluarkan, Wildan mengaku belum mengetahui. “Karena bukan saya yang mengurusnya, ada bagian sendiri yang mengurusi itu,” ucapnya.

Terkait dengan rencana aksi ‘Tugu Rakyat’ ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono melalui pesan singkat mengatakan kepada Tirto bahwa dirinya belum tahu soal aksi yang dimaksud. “Nggak ada (surat izin yang masuk),” jawab Argo secara singkat, Sabtu (20/5) siang.

Baca juga artikel terkait AKSI MAHASISWA atau tulisan menarik lainnya Damianus Andreas
(tirto.id - dam/ale)

Keyword