Alasan Bank Dunia Pilih Bali Sebagai Tuan Rumah Pertemuan IMF

Oleh: Damianus Andreas - 9 Februari 2018
Dibaca Normal 1 menit
Theis mengatakan Bali memiliki nilai plus ketimbang sejumlah kota lain untuk menjadi tuan rumah pertemuan IMF-Bank Dunia.
tirto.id - Agenda Pertemuan Tahunan International Monetary Fund (IMF)-Bank Dunia bakal tetap berlangsung pada 8-14 Oktober 2018 mendatang di Bali, Indonesia. Bank Dunia telah memastikan bahwa pemerintah Indonesia sudah melakukan segala persiapan untuk menyambut perhelatan itu.

“Tidak ada diskusi mengenai plan B, karena rencananya tetap di Bali,” ujar juru bicara dari Bank Dunia, David Theis, di Hotel Atlet Century Park, Jakarta pada Jumat (9/2/2018) siang.

Menurut Theis, Bali memiliki nilai plus ketimbang sejumlah kota lain yang sebelumnya menjadi tuan rumah agenda pertemuan tersebut. Theis pun lantas memuji Bali Nusa Dua Convention Center yang bakal jadi tempat diselenggarakannya acara.

“Indonesia sudah memiliki convention center yang cukup bagus dan Bali sudah dibangun dengan infrastruktur yang bagus. Sehingga pemerintah enggak perlu mengeluarkan banyak uang untuk membangun infrastruktur,” ucap Theis.

Tak hanya itu, sejumlah fasilitas seperti transportasi, akomodasi, hingga keamanan para peserta konferensi juga telah dipastikan sesuai dengan persyaratan yang dimintakan oleh panitia penyelenggara.

Theis lantas meyakinkan bahwa pemerintah Indonesia saat ini sedang mengerjakan hal-hal yang memang dibutuhkan. Terkait dengan kekhawatiran dari erupsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali pun, Theis mengatakan pemerintah Indonesia telah menjamin dampak letusan gunung tidak akan berpengaruh.

“Beberapa hari lalu kami di sana dan sudah tidak ada peringatan tentang letusan Gunung Agung. Sejauh ini, belum ada diskusi untuk rencana back up maupun cadangan,” kata Theis.


Masih dalam kesempatan yang sama, Theis mengklaim pertemuan tahunan kali ini dapat memberikan dampak besar bagi sektor pariwisata Indonesia. Theis menyebutkan peluang berkembangnya pariwisata tersebut dapat berjalan sejalan dengan kekuatan ekonomi Indonesia yang mulai diperhitungkan.

“Pariwisata merupakan sektor terbesar kedua di Indonesia. Dengan modal itu, acara yang diadakan dapat memberi manfaat luar biasa untuk Bali dalam mendemonstrasikan kekayaan budaya Indonesia dan demografinya,” jelas Theis.

Rencananya, sebanyak 13.000 orang dari 189 negara bakal hadir untuk mengikuti Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia tersebut. Adapun delegasi itu terdiri dari staf lembaga nasional dan internasional, institusi pemerintah, instansi swasta, akademisi, hingga organisasi kepemudaan.

Baca juga artikel terkait IMF atau tulisan menarik lainnya Damianus Andreas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Damianus Andreas
Penulis: Damianus Andreas
Editor: Alexander Haryanto