Menuju konten utama

Jokowi di Harlah Muslimat NU: Indonesia Tak Jadi Pasien IMF

"96 negara terpuruk dan menjadi pasiennya IMF. Kita patut bersyukur dan bahkan kita termasuk 5 terbaik dunia untuk urusan ekonomi," kata Jokowi.

Jokowi di Harlah Muslimat NU: Indonesia Tak Jadi Pasien IMF
Presiden Joko Widodo memberikan arahan pada rapat konsolidasi nasional kesiapan Pemilu 2024 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (30/12/2023). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nz

tirto.id - Presiden Joko Widodo berpidato dalam peringatan Harlah ke-78 Muslimat NU di Gelora Bung Karno. Dia mengungkapkan, saat ini Indonesia telah berhasil keluar dari potensi menjadi pasien International Monetary Fund (IMF).

Jokowi menyebut ada 96 negara yang belum bisa memperbaiki kondisi ekonomi sehingga harus bergantung pada utang IMF.

"96 negara terpuruk dan bahkan masuk menjadi pasiennya IMF. Kita sekali lagi patut bersyukur dan bahkan kita termasuk 5 terbaik dunia untuk urusan ekonomi," kata Jokowi, Sabtu (20/1/2024).

Jokowi menjelaskan bahwa banyaknya negara yang menjadi pasien IMF adalah imbas pandemi Covid-19 yang berjalan nyaris dua tahun.

"Indonesia sampai saat ini mampu melewati berbagai tantangan-tantangan dunia [dan] tantangan-tantangan di dalam negeri. Kita ingat Covid hampir dua tahun lebih menerpa seluruh dunia, tapi kita mampu mengatasi baik kesehatan maupun ekonomi," ungkapnya.

Jokowi juga menyinggung soal program bantuan sosial yang digelontorkan selama pandemi saat ini. Juga membahas sejumlah jaring pengaman ekonomi lainnya seperti Program Kartu Harapan hingga BPJS yang nilainya mencapai Rp443 triliun.

"Dan momentum ini harus terus kita tingkatkan untuk mencapai cita-cita Indonesia emas di 2045," kata Jokowi.

Dalam acara tersebut, Jokowi memuji para kader Muslimat NU yang hadir dari berbagai wilayah Indonesia hingga mancanegara. Dia menyebut hadirin ada yang datang dari Jawa Timur, Lampung, Kalimantan, Arab Saudi, hingga Amerika Serikat.

"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Muslimat NU yang selalu menjaga NKRI, merawat Pancasila, yang selalu merawat persatuan kerukunan untuk Indonesia maju, Muslimat NU memang luar biasa," kata Jokowi.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, dan Ketua Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa. Acara telah dimulai sejak Sabtu dini hari pukul 00.00 WIB hingga 02.30 WIB dengan khataman Al-Quran sebanyak 2024 kali yang dipimpin Hj Romlah Widayati.

Acara lalu dilanjutkan dengan salat Tahajud dan Hajat berjamaah yang diimami oleh KH. A Muzakky Alhafidz pada pukul 02.30 WIB hingga 04.20 WIB. Kemudian, salat Subuh berjamaah dilangsungkan pada pukul 04.20 WIB hingga 04.45 WIB.

Baca juga artikel terkait HARLAH MUSLIMAT NU 2024 atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Irfan Teguh Pribadi