8 Cara untuk Mengatasi Rasa Sakit Akibat Saraf Terjepit

Oleh: Nur Hidayah Perwitasari - 14 Februari 2020
Dibaca Normal 1 menit
Saraf terjepit dapat terjadi di mana saja di tubuh tetapi paling sering terjadi di leher, punggung, siku, dan pergelangan tangan.
tirto.id - Saraf terjepit menjadi masalah serius bagi sebagian orang karena bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Saraf terjepit biasanya disebabkan oleh saraf yang rusak, dan gejalanya dapat berupa rasa sakit, mati rasa, dan lemah.

Saraf terjepit mengacu pada jenis kerusakan tertentu pada saraf atau sekelompok saraf. Ini disebabkan ketika cakram, tulang, atau otot meningkatkan tekanan pada saraf, seperti diwartakan laman Healthline.

Menurut laman Medical News Today beberapa gejala atau tanda yang bisa Anda rasakan saat mengalami saraf terjepit antara lain:

- Perasaan geli disekitar area syaraf yang terjepit
- Mati rasa
- Rasa sakit di lokasi syaraf yang terjepit
- Kelemahan otot
- Sakit seperti tertusuk pin dan jarum
- Gejalanya mungkin lebih buruk saat berbaring atau setelah bangun tidur.

Syaraf terjepit juga membuat seseorang lebih berisiko terhadap masalah lain, seperti gejala sciatica, tennis elbow, dan carpal tunnel syndrome dapat muncul pada orang dengan saraf terjepit.

Saraf terjepit dapat terjadi di mana saja di tubuh tetapi paling sering terjadi di leher, punggung, siku, dan pergelangan tangan.

Cara mengatasi syaraf terjepit.

Jika Anda mengalami syaraf terjepit ada beberapa perawatan yang bisa Anda lakukan, di antaranya,

1. Sesuaikan postur tubuh Anda

Anda mungkin perlu mengubah cara Anda duduk atau berdiri untuk menghilangkan rasa sakit dari saraf terjepit. Temukan posisi yang membantu Anda merasa lebih baik, dan habiskan waktu sebanyak mungkin di posisi itu.

2. Tidur dan istirahat lebih banyak

Tidur sangat penting untuk penyembuhan saraf. Tubuh memperbaiki dirinya sendiri selama tidur, sehingga memberikan lebih banyak waktu untuk dapat membantu mengurangi gejala sakit lebih cepat.

Dalam banyak kasus, mengistirahatkan tubuh dan tidur ekstra sudah cukup untuk memungkinkan saraf terjepit sembuh sendiri.

Saat merawat saraf terjepit, penting juga untuk tidak menggunakan daerah dengan saraf terjepit secara berlebihan. Kerusakan saraf bisa diperburuk oleh penggunaan berlebihan. Seseorang dengan saraf terjepit harus menghindari gerakan yang mengiritasi saraf. Mereka juga harus mencoba tidur dalam posisi yang mengurangi tekanan pada saraf.

3. Belat

Jika Anda memiliki saraf terjepit di pergelangan tangan, belat dapat membantu Anda beristirahat dan melindungi pergelangan tangan Anda. Ini bisa sangat membantu dalam semalam sehingga Anda tidak menggulung pergelangan tangan Anda dalam posisi yang buruk saat Anda sedang tidur.

4. Regangkan

Peregangan lembut dapat membantu meringankan tekanan pada saraf Anda dan memperbaiki gejalanya. Jika Anda mulai merasakan sakit atau tidak nyaman, kendurkan peregangan. Ingatlah bahwa gerakan kecil dapat memiliki dampak besar.

5. Kompres dengan bantalan panas

Anda bisa menggunakan bantalan panas untuk mengendurkan otot-otot yang mungkin tegang di sekitar saraf terjepit. Panas juga meningkatkan aliran darah, yang dapat membantu proses penyembuhan.

Anda dapat menemukan bantalan pemanas dalam berbagai ukuran di apotek. Tahan panas langsung ke saraf terjepit selama 10-15 menit pada suatu waktu.

6. Gunakan es

Es mengurangi pembengkakan dan peradangan. Bungkus es dengan handuk dan pegang langsung ke saraf terjepit selama 10-15 menit.

7. Tinggikan kaki Anda

Untuk saraf terjepit di punggung bawah Anda, coba angkat kaki Anda dengan tikungan 90 derajat di pinggul dan lutut.

8. Minum pereda nyeri yang dijual bebas

Jika Anda ingin mencoba penghilang rasa sakit, Anda dapat menggunakan obat antiinflamasi nonsteroid yang dijual bebas, seperti ibuprofen (Advil, Motrin IB) atau aspirin (Bufferin). Ikuti instruksi pada kemasan obat, dan pastikan untuk bertemu dengan dokter Anda sebelum mengambil obat baru.


Baca juga artikel terkait CARA MENGATASI SYARAF TERJEPIT atau tulisan menarik lainnya Nur Hidayah Perwitasari
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Agung DH
DarkLight