Menuju konten utama

5 Contoh Perubahan Wujud Benda Gas Menjadi Padat dan Cair

Apa saja contoh perubahan wujud benda dari gas menjadi padat dan cair?

5 Contoh Perubahan Wujud Benda Gas Menjadi Padat dan Cair
Ilustrasi Embun di Daun. foto/Istockphoto

tirto.id - Ada beberapa perubahan wujud benda yang dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu di antaranya adalah perubahan wujud gas menjadi padat dan cair.

Perubahan wujud benda dapat diartikan sebagai berubahnya suatu benda ke bentuk lain yang berbeda dari bentuk semula.

Penyebab terjadinya perubahan wujud ini adalah adanya suatu tindakan yang melibatkan suhu, contohnya pemanasan dan pendinginan. Namun ada pula perubahan wujud yang terjadi akibat pengaruh tekanan yang sangat besar.

Berikut ini lima contoh perubahan wujud benda dari gas menjadi padat dan cair.

Perubahan Wujud Benda Gas ke Padat (Mengkristal)

Perubahan wujud benda gas ke padat disebut dengan mengkristal. Perubahan ini dapat disebabkan oleh faktor suhu atau tekanan yang mengakibatkan adanya pelepasan energi panas.

Berikut adalah beberapa contoh perubahan wujud gas ke padat dikutip dari laman AzChemistry:

  • Terbentuknya salju
Uap air yang ada di atmosfer akan terkondensasi, membentuk partikel air yang sangat kecil dan saling menyatu membentuk awan.

Saat partikel semakin banyak dan berat, maka butiran air akan jatuh ke bumi sebagai hujan. Namun apabila suhunya mencapai di bawah 0°C, maka uap air tidak akan membentuk butiran air, tapi akan mengkristal menjadi kepingan salju.

  • Pembuatan dry ice
Dry ice sering digunakan untuk memberikan efek asap atau berkabut dalam sebuah aksi pertunjukan. Pembuatan dry ice ini melibatkan proses pengkristalan gas CO2.

Perubahan wujud dari gas ke padat bisa terjadi akibat adanya tekanan. Gas karbon dioksida (CO2) yang diberi tekanan sebesar 5,2 atm dengan suhu -79°C akan berubah menjadi padat tanpa melalui fase cair. Padatan CO2 inilah yang disebut dengan dry ice.

  • Terbentuknya jelaga hitam di knalpot kendaraan
Jelaga termasuk materi padat yang dihasilkan dari proses pembakaran. Pada sebuah mesin kendaraan, senyawa dari bahan bakar dan udara akan mengalami reaksi pembakaran secara adiabatik. Pembakaran ini bisa menghasilkan asap hitam yang kemudian akan membentuk jelaga.

  • Pembuatan bahan amonium sulfat
Amonium sulfat adalah garam anorganik yang mengandung 21% nitrogen dan 24% sulfur. Proses pembuatannya dengan mencampur gas amonia dan uap air ke dalam reaktor yang mengandung 2-4% larutan asam sulfat di suhu 60°C.

Selanjutnya perlu dilakukan penambahan asam sulfat untuk menjaga keasamannya. Maka perlu dilakukan penyemprotan asam sulfat ke dalam wadah reaksi yang berisi gas amonia.

Reaksi kimia yang terjadi akan menghasilkan panas yang kemudian membuat air di dalam sistem tersebut menguap. Setelah itu barulah terbentuk garam yang menyerupai tepung.

  • Karbon dioksida dalam tabung pemadam api
Melansir laman SoftSchools, contoh lain perubahan wujud gas ke padat bisa dilihat pada alat pemadam api yang diisi oleh gas karbon dioksida (CO2).

Tekanan di dalam tabung tersebut sangatlah tinggi sehingga gas CO2 akan berubah bentuk menjadi lebih padat.

Ketika digunakan, gas CO2 yang sudah padat ini disemprot atau dikeluarkan dalam bentuk bubuk warna putih untuk memadamkan api.

Perubahan Wujud Gas ke Cair (Mengembun/ Kondensasi)

Kondensasi atau pengembunan terjadi ketika sebuah benda yang memiliki suhu rendah terpapar oleh udara bersuhu lebih tinggi.

Udara (dengan suhu lebih tinggi) yang ada di sekitar benda bersuhu dingin akan berubah bentuk menjadi cair yang kemudian sering disebut sebagai embun.

Berdasarkan informasi dari situs Yourdictionary, berikut adalah lima contoh perubahan wujud gas ke cair dalam kehidupan sehari-hari:

  • Embun pagi di rumput
Di pagi hari biasanya akan terlihat banyak embun yang menempel di rumput atau daun tanaman. Hal ini biasanya disebabkan oleh proses pengembunan yang terjadi selama semalaman.

Saat malam hari, udara di dekat permukaan tanah akan menurun hingga di bawah titik embun. Akibatnya, uap air di atmosfer akan menjadi jenuh dan terkondensasi menjadi embun di rerumputan.

  • Hujan
Proses terjadinya hujan juga melibatkan pengembunan. Uap air yang naik akan mengalami pendinginan di atmosfer dengan suhu yang mencapai titik embun.

Hasilnya, uap air akan berubah bentuk menjadi air yang kemudian melekat pada debu-debu di atmosfer sehingga membentuk awan.

Ketika uap air yang sudah terkondensasi dan membentuk awan ini semakin banyak dan berat, maka tetesan air ini akan jatuh ke bumi sebagai hujan.

  • Kabut
Fenomena terbentuknya kabut sebenarnya hampir sama seperti awan. Bedanya, kabut berada lebih dekat dengan permukaan tanah, sedangkan awan berada di ketinggian sehingga tidak tersentuh manusia.

Pada peristiwa kabut, uap air yang terkondensasi akan berubah bentuk menjadi cair dan tersuspensi di udara hingga menciptakan kabut.

  • Embun di gelas berisi es
Sebuah gelas yang diisi oleh es atau air dingin, kemudian diletakkan di suhu ruang atau tempat yang lebih hangat, maka permukaan gelas akan berembun. Hal ini disebabkan udara di sekitar gelas mengalami kondensasi.

Udara atau uap air di sekitar gelas memiliki suhu yang lebih tinggi. Ketika udara ini terkena atau menyentuh permukaan gelas yang dingin, maka akan langsung terkondensasi dan berubah wujud ke bentuk cair.

  • Nafas yang terlihat di cuaca dingin
Saat berada di tempat yang sangat dingin, terkadang Anda dapat melihat hembusan nafas yang menyerupai asap putih. Hal ini juga merupakan salah satu contoh pengembunan atau perubahan wujud gas ke cair.

Saat bernafas, uap air yang hangat dari nafas Anda akan bertemu dengan udara dingin di luar tubuh. Uap dari nafas tersebut kemudian mengalami pengembunan, lalu berubah menjadi partikel air yang sangat kecil dan berterbangan di udara hingga terlihat seperti asap.

Baca juga artikel terkait EDUKASI DAN AGAMA atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Yandri Daniel Damaledo