3 Tanda Trigliserida Tinggi, 13 Penyebab dan 9 Cara Mengatasinya

Kontributor: Lucia Dianawuri, tirto.id - 2 Mei 2023 08:48 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Kadar trigliserida tinggi dapat meningkatkan risiko pembengkakan hati, serangan jantung dan stroke.
tirto.id - Trigliserida dan kolesterol adalah dua jenis zat lemak yang berbeda. Walaupun berbeda, keduanya sama-sama penting dan dibutuhkan oleh tubuh.

Meski begitu, menurut
Kemkes, jika jumlah keduanya terlalu tinggi, maka Anda bisa memiliki risiko tinggi terkena berbagai gangguan kesehatan.

Lalu apa perbedaan antara trigliserida dan kolesterol?

Beda Trigliserida dan Kolesterol



Berikut adalah beda trigliserida dan kolesterol,

Kolesterol


1. Dihasilkan secara alami oleh metabolisme lemak dalam tubuh.

2. Fungsinya untuk membangun jaringan dan sel agar dapat membentuk berbagai hormon tubuh.


3. Berperan dalam sistem pencernaan.


4. Tidak dapat larut dalam darah, sehingga akan bergabung dengan protein dan membentuk lipoprotein.


Trigliserida

1. Berfungsi sebagai energi cadangan, pengganti glukosa sebagai sumber energi utama.

2. Trigliserida disimpan di dalam sel-sel lemak yang disebut sel adiposa.


Khusus untuk trigliserida, apakah ciri-ciri yang bisa terlihat bila Anda memiliki kadar trigliserida tinggi?


Tanda-tanda Trigliserida Tinggi



Menurut WebMD, kadar trigliserida tinggi dapat meningkatkan risiko pembengkakan hati, serangan jantung dan stroke. Terutama pada orang-orang dengan kadar kolesterol HDL “baik” rendah, serta yang menderita diabetes tipe 2.

Anda dikatakan memiliki trigliserida tinggi bila level trigliserida mencapai 500 miligram per desiliter (mg/dL) atau lebih tinggi.

Namun, menurut Health Grades, jika Anda memiliki kadar trigliserida tinggi, berbagai ciri atau tanda-tanda trigliserida tinggi itu belum tentu terlihat.

Oleh karena itu, perlu dilakukan tes darah lipid untuk mengetahui kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah.

Walaupun demikian, ada beberapa tanda awal dari kadar trigliserida tinggi yang bisa Anda cermati, di antaranya,

1. Xanthoma

Xanthoma adalah timbunan lemak di bawah kulit. Timbunan ini bisa sangat kecil, bisa selebar tiga inci atau lebih.

Xantoma ini biasanya muncul pada persendian seperti siku dan lutut, di tangan, pergelangan kaki, punggung dan bokong. Xanthoma tidak berbahaya, dan mungkin akan hilang begitu kadar trigliserida diturunkan.


2. Pankreatitis

Anda mungkin akan merasakan sakit perut parah yang tiba-tiba, mual, muntah, demam, detak jantung cepat, dan pernapasan cepat.

3. Pembengkakan dan nyeri di hati atau limpa

Trigliserida yang sangat tinggi dapat menyebabkan pemblokiran suplai darah ke jantung atau otak, akibatnya Anda akan merasakan nyeri dada, mati rasa, pusing, kebingungan, penglihatan kabur, atau sakit kepala parah.

Penyebab Trigliserida Tinggi



Medical News Today mengatakan tingkat trigliserida bisa berfluktuasi secara alami. Hal in merupakan respons terhadap banyak faktor, termasuk asupan kalori.

Selain itu, sejumlah kondisi kesehatan dapat meningkatkan kadar trigliserida, seperti:

1. Kelebihan berat badan atau obesitas

2. Kehamilan

3. Sindrom metabolik


4. Resistensi insulin


5. Diabetes


6. Hipotiroidisme


7. Penyakit ginjal


8. Penyakit radang, seperti rheumatoid arthritis


9. Mewarisi gen yang membuat Anda cenderung memiliki kadar trigliserida tinggi


Beberapa hal lain yang dapat meningkatkan kadar trigliserida adalah:


10. Mengonsumsi gula berlebih, terutama dari makanan olahan, yang cenderung mengandung gula tambahan


11. Mengonsumsi lemak jenuh yang lebih tinggi


12. Mengonsumsi alkohol berlebihan


13. Kelebihan asupan kalori


Sejumlah obat juga mungkin bertanggung jawab atas perubahan kadar trigliserida, di antaranya:

1. Diuretik

2. Steroid


3. Beta-blocker


4. Obat hormon


5. Obat imunosupresan


Cara Mengatasi Trigliserida Tinggi


Pilihan gaya hidup sehat, menurut Mayo Clinic adalah kunci untuk mengatasi trigliserida tinggi, seperti:

1. Berolahraga secara teratur

Olahraga teratur dapat menurunkan trigliserida dan meningkatkan kolesterol "baik".


2. Hindari gula dan karbohidrat olahan

Karbohidrat sederhana, seperti gula dan makanan yang terbuat dari tepung putih atau fruktosa, dapat meningkatkan trigliserida.

3. Menurunkan berat badan

Fokuslah untuk mengurangi kalori. Kalori ekstra dapat diubah menjadi trigliserida, dan akan disimpan sebagai lemak.

4. Konsumsi lemak yang lebih sehat

Lemak jenuh bisa Anda temukan dalam daging sedangkan lemak sehat bisa Anda temukan pada tumbuhan, seperti minyak zaitun dan minyak canola.

Jadi, daripada mengonsumsi daging merah, cobalah mengonsumsi ikan yang mengandung asam lemak omega-3 tinggi, seperti makarel atau salmon. Hindari lemak trans atau makanan yang mengandung minyak atau lemak terhidrogenasi.

5. Batasi asupan alkohol

Alkohol adalah minuman dengan kadar kalori dan gula yang tinggi. Oleh karena itu, alkohol memiliki efek yang sangat kuat pada trigliserida.


Jika perubahan gaya hidup masih belum bisa menurunkan kadar trigliserida, dokter biasanya merekomendasikan beberapa obat atau suplemen, seperti:

6. Statin

Seperti kalsium atorvastatin (Lipitor) dan kalsium rosuvastatin (Crestor).


7. Fibrat

Seperti Fenofibrate (TriCor, Fenoglide, lainnya) dan gemfibrozil (Lopid). Fibrat tidak digunakan jika Anda memiliki penyakit ginjal atau penyakit hati yang parah.


8. Minyak ikan, atau dikenal sebagai asam lemak omega-3.

9. Niacin

Niacin yang terkadang disebut asam nikotinat, Niacin dapat menurunkan trigliserida dan kolesterol low-density lipoprotein (LDL) kolesterol "jahat".


Baca juga artikel terkait LIFESTYLE atau tulisan menarik lainnya Lucia Dianawuri
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Lucia Dianawuri
Penulis: Lucia Dianawuri
Editor: Nur Hidayah Perwitasari

DarkLight