Menuju konten utama

Yang Terjadi Saat Samsung Matikan Lini Galaxy J

Samsung memutuskan untuk mengakhiri lini Galaxy J yang digantikan dengan jajaran perangkat dari Galaxy A.

Yang Terjadi Saat Samsung Matikan Lini Galaxy J
Deretan smartphone unggulan Samsung dari lini Galaxy A. FOTO/www.samsung.com

tirto.id - Samsung Malaysia melalui saluran YouTube resminya mengunggah video promo soal kehadiran Galaxy A30 dan A50. Menariknya, ada pengumuman lain di balik video yang dirilis pada awal April 2019 ini.

"Galaxy J yang kalian cintai kini menjadi Galaxy A yang baru. Lihat apa yang berubah dan pengalaman baru di Galaxy A30 dan Galaxy A50," tulis akun YouTube Samsung Malaysia di caption video tersebut pada 2 April 2019.

Lini Galaxy J dikenal menelurkan perangkat yang menyasar pasar terjangkau alias entri-level atau low-end, kendati ada beberapa seri yang dibanderol sedikit mahal, sebut saja Galaxy J6+.

Dengan "matinya" lini Galaxy J, dapat dikatakan, konsumen yang menantikan perangkat Samsung model terbaru di kategori terjangkau, bisa jadi tak akan menjumpainya. Meski begitu, Samsung sudah menyiapkan strategi lain.

Melansir Slashgear, Selasa (9/4/2019), gelagat Samsung untuk "mematikan" lini Galaxy J telah terendus sejak tahun lalu, saat perusahaan sedang menyiapkan segudang perangkat dari lini Galaxy A dan Galaxy M.

Jadi pertanyaan kemudian, dua lini tersebut menyasar pasar menengah atau bukan dari wilayah yang sudah menjadi domain Galaxy J. Maka tak heran jika Samsung mendaratkan seri Galaxy A yang sudah relevan dengan target entry-level.

Pada 4 April lalu, Samsung Indonesia meluncurkan duet Galaxy A di Tanah Air, yakni A20 dan A10. Perangkat terakhir dibanderol Rp1.749.000, yang juga senada dengan lini Galaxy J, menyasar pasar para generasi muda.

"Galaxy A10 dan A20 menghadirkan inovasi dan teknologi terkini pada kategori smartphone entry," kata Kepala TI dan Bisnis Mobile Samsung Electronics Indonesia Denny Galant kepada Antara pada 4 April 2019.

Samsung sendiri tidak menjelaskan secara detail mengapa menggantikan Galaxy J dengan Galaxy A. Menurut Sammobile, disinyalir ini adalah imbas dari persaingan di kelas entry-level, sehingga membutuhkan sesuatu yang baru untuk ditawarkan ke konsumen.

Seperti diketahui bahwa Samsung memiliki banyak seri di lini Galaxy A, mulai A10 sampai dengan A50. Terkini, seri A70 akan diluncurkan pada Rabu (10/4) besok serentak di beberapa negara, salah satunya Thailand.

Guna memuluskan merger ini, Samsung pun menawarkan segudang fitur mumpuni ke Galaxy A, yang seakan diposisikan sebagai perangkat di bawah flagship, namun dibanderol dengan harga terjangkau.

Kendati tak semua seri Galaxy A memiliki fitur-fitur premium, sebut saja baterai tahan lama, pemindai sidik jari, atau pengisian cepat, paling tidak satu di antaranya mengusungnya. Selain itu, seri Galaxy A juga mengusung desain kekinian.

Lantas bagaimana dengan jajaran perangkat Galaxy J saat ini di pasaran usai dimatikan Samsung? Perusahaan asal Korea Selatan ini sepertinya tak berniat menghentikan dukungan pembaruan perangkat lunak maupun keamanan untuk perangkat yang sudah dilepas ke pasar.

Bahkan, Samsung telah mengumumkan gelombang pembaruan Android 9 Pie stabil ke lini ini pada Desember tahun lalu, yang sudah digulirkan sejak Januari 2019. Meski begitu, menurut XDA Dvelopers, tidak semua keluarga lini Galaxy J mencicipi pembaruan ini.

Baca juga artikel terkait SAMSUNG GALAXY atau tulisan lainnya dari Ibnu Azis

tirto.id - Teknologi
Penulis: Ibnu Azis
Editor: Agung DH