WIKA Optimistis Bisa Dorong Bisnis Tumbuh Meski Ada Pandemi di 2020

Oleh: Addi M Idhom - 10 September 2020
Dibaca Normal 1 menit
WIKA mengungkapkan sejumlah alasan yang mendasari optimisme perseroan saat pandemi belum kunjung mereda hingga menjelang akhir 2020.
tirto.id - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) tetap optimistis dapat membukukan kinerja bisnis positif di tengah pandemi Covid-19 yang belum kunjung mereda hingga kuartal III 2020. WIKA mengklaim pengerjaan sejumlah proyek strategis garapan perusahaan pelat merah ini masih terus berjalan.

Sekretaris Perusahaan WIKA, Mahendra Vijaya menyatakan ada 11 proyek strategis nasional yang saat ini sedang dikerjakan oleh perseroan. Progres pembangunan 9 proyek di antaranya kini telah mencapai lebih dari 50 persen.

Proyek-proyek infrastruktur strategis itu adalah Jalan Tol Kunciran – Cengkareng, Jalan Tol Serang Panimbang, Jalan Tol Cisumdawu, Pelabuhan Patimban, Terminal Kijing, Pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin, Bendungan Cipanas, dan PLTU Sulsel Barru 1x100 MW.

Menurut Mahendra, perkembangan penyelesaian proyek-proyek strategis itu menunjukkan bahwa perusahaannya tetap mampu berfokus menjalakan operasional bisnis pada saat pandemi.

"WIKA dapat menyelaraskan metode kerja, inovasi dan aktivitas operasi dengan situasi terkini secara konsisten dan prudent," ujar Mahendra dalam siaran resmi WIKA yang diterima Tirto pada Kamis (10/9/2020).

Di sisi lain, Mahendra menambahkan, WIKA tetap mengedepankan asas prudential dan konsisten menjalankan aktivitas operasinya. Asas prudential itu tercermin dengan dilakukannya review target dengan kalkulasi terukur yang memperhatikan kondisi makro terkini, seperti likuiditas keuangan, peninjauan ulang terhadap anggaran infrastruktur, dan terbatasnya arus mobilisasi sumber daya.

Selain itu, kata Mahendra, bergulirnya fase adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi, juga turut mendasari optimisme perseroan dalam mengembalikan ritme bisnis.

Mahendra mengakui, banyak tantangan yang harus dihadapi oleh WIKA, termasuk penilaian dari sebagian pihak tentang peningkatan risiko terhadap bisnis perseroan. Namun, kata dia, penilaian sejumlah analis terkemuka bisa menunjukkan kapasitas perusahaannya menghadapi tantangan.

Dia mencontohkan Bahana Sekuritas, UOB Kay Hian, Maybank Kim Eng masih merekomendasikan Buy untuk saham WIKA dengan upside rata-rata 27 persen per 9 September 2020.

"Hal ini menunjukkan bahwa WIKA masih memiliki kapasitas untuk tetap tumbuh ke depan," kata Mahendra.

Pada rasio keuangan, parameter kondisi gearing ratio WIKA di kuartal-II 2020 berada pada posisi 1,26x (dari maksimal level covenant 2,5x). Mahendra mengklaim hal itu menunjukkan WIKA akan tetap beroperasi dengan baik dan siap menangkap peluang yang akan datang.

Kata Mahendra, WIKA pun sudah siap mengejar tender-tender baru, terutama proyek infrastruktur strategis di tanah air maupun luar negeri, pada semester II 2020.

Di antara sejumlah tender proyek bidikan WIKA adalah pembangunan jalan tol, industrial estate, transportasi terpadu, bendungan, gedung, hingga infrastruktur industri minyak dan gas.

"WIKA memiliki rekam jejak yang kompetitif-efektif dalam menyelesaikan proyek-proyek strategis berskala mega, di dalam maupun luar negeri. Ini menjadi modal yang baik bagi kami," kata dia.

Sekalipun kondisi perekonomian sedang tidak baik-baik saja, WIKA menilai pemerintah hingga kini masih memiliki komitmen tinggi untuk mendorong pembangunan infrastruktur. Perseroan meyakini pertumbuhan ekonomi ke depan akan memunculkan permintaan terhadap infrastruktur.

"Memasuki kuartal III 2020, Pemerintah memprediksi akan terjadi pergerakan akselerasi belanja kementerian dan Lembaga, sejalan dengan alokasi APBN 2020 yang didorong untuk menopang sisi demand melalui konsumsi dan investasi maupun supply untuk meningkatkan daya tahan ekonomi Indonesia," terang Mahendra.

Dia mencatat berdasar keterangan Kementerian PUPR pada awal September 2020, PAGU anggaran Kementerian PUPR pada 2021 sebesar Rp149,8 Triliun akan dialokasikan untuk sejumlah proyek strategis.

Misalnya, pengembangan food estate, irigasi, kawasan industri, proyek 54 waduk multiguna, akses air minum perpipaan, konektivitas nasional untuk mendukung jalur logistik, pengaman pesisir pada 5 kawasan perkotaan Pantura Jawa, dan sarana pengendalian banjir.


Baca juga artikel terkait BUMN atau tulisan menarik lainnya Addi M Idhom
(tirto.id - Ekonomi)

Sumber: Siaran Pers
Penulis: Addi M Idhom
Editor: Agung DH
DarkLight