Menuju konten utama

Warga Kota Luwuk Sulteng Panik Pasca-Gempa 6,9 SR

Warga kota Luwuk, Sulteng berlarian menuju tempat yang lebih tinggi usai diguncang gempa 6,9 SR.

Warga Kota Luwuk Sulteng Panik Pasca-Gempa 6,9 SR
Ilustrasi gempa bumi. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Gempa berkekuatan 6,9 skala richter (SR) yang mengguncang Ibu Kota Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng), menyebabkan kepanikan di Kota Luwuk.

Warga dilaporkan panik dan berlarian mencari tempat yang tinggi, setelah gempa bumi 6,9 skala richter (SR) mengguncang wilayah Banggai pada Jumat malam pukul 19:40:49 WITA.

"Situasi kota kacau karena ribuan orang, terutama dari wilayah pantai, berebutan jalan menuju tempat-tempat tinggi menggunakan mobil dan sepeda motor," ujar Stevan Pontoh, koresponden Antara di Luwuk, Jumat (12/4/2019) malam.

Menurutnya, sebagian besar warga menuju Bukit Keles menyebabkan jalan raya ke bukit itu nyaris macet total.

Sementara itu, Pian dari Kecamatan Batui melaporkan ribuan warga telah berkumpul di halaman Polsek Batui dan Kantor Camat Batui.

"Kebetulan lokasi Polsek dan Kantor Camat ini ada di tempat yang agak tinggi, jadi orang semua berkumpul di sini," ujarnya.

Situasi semakin membuat panik warga karena ada laporan permukaan air laut di tepi pantai mulai turun.

"Kondisi kami semakin runyam karena hujan juga mulai turun. Semua orang meninggalkan rumahnya mencari tempat yang lebih tinggi terutama warga yang tinggal dekat pantai," tambahnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan telah terjadi gempa bumi 6,9 SR yang mengguncang sebagian wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Jumat, 12 April 2019 pukul 18:40:49 WIB. Pusat gempa berada pada 1.90 LS dan 122.54 BT dengan kedalaman 10 km.

Pusat gempa berada di sekitar 85 km barat daya Banggai Kepuluan, atau 113 km arah barat daya Banggai atau 113 km timur laut Morowali Sulteng. Dalam keterangan tertulis kepada media, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan bahwa gempa di Sulteng kali ini berpotensi tsunami.

"Gempa berpotensi tsunami Kab. Morowali, (belum bisa dikontak). BMKG menyatakan gempa berpotensi tsunami dengan status peringatan Waspada. Artinya Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kotq yang berada pada status Waspada diharap memperhatikan dan segera mengarahkan masyrakat untuk menjauhi pantai dan sungai," jelas Sutopo.

Menurut BNPB, gempa terasa kuat di Kab. Banggai. Daerah yang berpotensi tsunami adalah di Kec. Toili.

Menghadapi potensi ini, Kalak BPBD Kab. Banggai telah mendapat rekomendasi dari BMKG setempat, bahwa masyarakat di Kec. Toili diminta untuk mengungsi.

Sutopo menjelaskan bahwa getaran gempa sampai di Kota Palu sekitar 6 detik. Masyarakat panik dan keluar dari rumah. Gempa juga terasa kuat di Kab. Luwu Timur sekitar 4 detik.

Baca juga artikel terkait GEMPA BUMI

tirto.id - Sosial budaya
Sumber: Antara
Penulis: Yandri Daniel Damaledo
Editor: Agung DH