Menuju konten utama
Periksa Fakta

Warga Jawa Timur Tolak Kedatangan Puan Maharani, Benarkah?

Narasi yang tersebar di jagat maya tentang warga Jawa Timur menolak kedatangan Puan Maharani dan mengusir paksa rombongan PDIP itu salah dan menyesatkan.

Warga Jawa Timur Tolak Kedatangan Puan Maharani, Benarkah?
HEADER PERIKSA FAKTA Video Warga Jawa Timur Tolak Kedatangan Puan Maharani. tirto.id/Fuad

tirto.id - Puan Maharani menjadi nama yang santer disebut dalam bursa calon wakil presiden (cawapres) di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 nanti. Survei Charta Politika pada Mei 2023 bahkan mengungkap, Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu masuk ke barisan cawapres potensial.

Beberapa informasi miring menyangkut Puan kemudian berlalu-lalang seiring perhelatan Pemilu yang semakin dekat, salah satunya tentang penolakan warga Jawa Timur (Jatim) atas kedatangan Puan.

Dalam unggahannya, akun tersebut menyematkan video berdurasi 7 menit 28 detik dengan keterangan "warga jatim tolak kedatangan puan maharani dan usir paksa rombongan PDIP. Jatim… yess".

PERIKSA FAKTA Tolak Kedatangan Puan Maharani

PERIKSA FAKTA Video Warga Jawa Timur Tolak Kedatangan Puan Maharani

Video berisi sejumlah cuplikan, termasuk momen ketika Puan diwawancara jurnalis dan saat para demonstran memadati jalanan.

Pada menit 3:33, narator dalam video terdengar membacakan judul artikel dengan narasi "Megawati gak usah khawatir soal ibu-ibu pengajian telantarkan anak, pengamat ini sebut ibu-ibu memang diciptakan multitasking".

Sepanjang Minggu (5/3/2023) sampai Selasa (18/7/2023), video ini sudah disaksikan 1.032 kali, dibagikan 2 kali, memperoleh 55 tanda suka, serta 3 komentar.

Lantas, benarkah warga Jatim tolak kedatangan Puan dan mengusir paksa rombongan PDIP?

Penelusuran Fakta

Tim Riset Tirto mengambil tiga frame dari video dan menelusurinya lewat mesin pencarian gambar Yandex. Hasilnya, tidak ada satu pun yang mengonfirmasi klaim tentang warga Jatim menolak kedatangan Puan.

Gambar pertama yang kami telusuri adalah potret unjuk rasa. Cuplikan itu merupakan momen demo kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kawasan Patung Kuda, di persimpangan Jalan MH Thamrin dan Jalan Medan Merdeka, Jakarta.

Aksi tersebut berlangsung pada 10 September 2022. Rekaman asli dapat dilihat di cuitan akun Twitter Kompas TV.

Foto kedua yang ditelusuri adalah momen ketika Puan mengenakan kaus polo berwarna hitam sedang bersama segenap jajaran PDIP. Dokumentasi itu identik dengan video Kompas TV yang diunggah di Twitter resminya, Senin (5/9/2022).

Merujuk cuitan Kompas TV, Puan saat itu tengah menemui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk menyampaikan pesan rahasia dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Pertemuan dilangsungkan di Hambalang, Jawa Barat, pada 4 September 2022 lalu.

Lebih lanjut, foto ketiga yang kami cari tahu asal muasalnya yakni saat Puan diwawancara jurnalis dan sedang memakai baju batik berwarna cokelat. Video itu berasal dari tayangan kanal YouTube Jakartanicus pada 28 Oktober 2014.

Dalam momen itu, Puan ditanya terkait posisinya sebagai anak Megawati. Puan menyampaikan dirinya bangga, dan berharap keterpilihan sosoknya sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan periode 2014—2019 bukan semata faktor keluarga.

Tirto juga menelusuri artikel yang dibacakan narator video. Dengan memasukkan kata kunci judul berita yang dibacakan ke mesin pencari Google, kami menemukan artikel itu merupakan lansiran dari berita Warta Ekonomi yang tayang pada Selasa (28/2/2023).

Artikel itu berisi pendapat pengamat politik Chusnul Mar’iyah tentang omongan Megawati bahwa ibu-ibu pengajian tidak mengurus anaknya. Artinya, artikel yang dinarasikan juga tidak mengonfirmasi kebenaran klaim yang beredar.

Tirto juga tidak menemukan sumber kredibel yang memberitakan terkait penolakan warga Jatim terhadap kedatangan Puan.

Kesimpulan

Berdasarkan penelusuran fakta yang telah dilakukan, narasi yang tersebar di jagat maya tentang warga Jawa Timur menolak kedatangan Puan Maharani dan mengusir paksa rombongan PDIP itu bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

Artikel yang dinarasikan juga tidak mengonfirmasi kebenaran klaim yang beredar. Tirto pun tidak menemukan sumber kredibel yang memberitakan terkait penolakan warga Jatim terhadap kedatangan Puan.

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Periksa Data, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

Baca juga artikel terkait PERIKSA FAKTA atau tulisan lainnya dari Fina Nailur Rohmah

tirto.id - Politik
Penulis: Fina Nailur Rohmah
Editor: Shanies Tri Pinasthi