tirto.id - Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, menegaskan bahwa negara bertanggung jawab penuh atas perlindungan dan masa depan anak-anak Indonesia, termasuk mereka yang berada dalam asuhan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA).
Mengutip preambul Undang-Undang Dasar 1945, Agus Jabo menyebutkan, negara harus memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Menurut dia, perintah ini relevan dengan situasi anak-anak binaan LKSA saat ini.
"Tidak boleh ada anak yang tidak sekolah semua anak Indonesia harus sekolah mau yang kaya, yang miskin, ada di panti asuhan atau di luar, semua harus sekolah. Itu perintah Bapak Presiden," katanya dalam penutupan Jambore LKSA se-Jawa Tengah di Guci Forest, Tegal, Jawa Tengah, pada Rabu (9/7/2025).
Adapun Jambore LKSA merupakan kegiatan dua tahunan yang bertujuan meningkatkan kreativitas dan keterampilan anak-anak, mempererat silaturahmi, serta memberikan pengalaman baru melalui aktivitas luar ruang yang membangun karakter.
Pada tahun ini, 783 peserta dari kabupaten/kota berpartisipasi dalam perhelatan tersebut. Mereka mengikuti berbagai perlombaan, seperti tari, baris-berbaris, cipta puisi, kerajinan tangan, mini vlog, games, dan yel-yel, serta pertunjukan seni dari anak-anak binaan LKSA.
Turut hadir 135 tamu undangan dari berbagai unsur pemerintah pusat dan daerah.
Agus Jabo mengatakan, alih-alih sekadar rutinitas, Jambore LKSA diharapkan menyasar upaya perlindungan, kebahagiaan, dan masa depan anak-anak.
"Tapi juga menjadi bagian dari upaya besar untuk mewujudkan perlindungan, kebahagiaan, dan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak, khususnya anak-anak yang saat ini diasuh dan dibina di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA),” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Agus Jabo menyampaikan data Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan lebih dari 4 juta anak Indonesia tidak bersekolah. Sebab itu, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Kementerian Sosial membangun Sekolah Rakyat untuk anak putus sekolah mampu melanjutkan pendidikannya dan memutus rantai kemiskinan.
"Dengan Sekolah Rakyat ini Presiden Prabowo ingin memutus transmisi kemiskinan dengan pendidikan dan menginginkan supaya anak-anak di masa depan menjadi anak yang hebat serta mandiri. Sebagai jalan menuju Indonesia Emas tahun 2045," kata Agus Jabo.
Selain pendidikan, ia juga menyampaikan bahwa program prioritas nasional, seperti cek kesehatan gratis, makan bergizi gratis dan pengembangan koperasi desa Merah Putih digalakkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Dalam.kesempatan ini, Agus Jabo juga menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) senilai Rp298,5 juta yang terdiri dari:
- Pemenuhan hidup layak untuk 37 anak senilai Rp133,2 juta.
- Alat bantu disabilitas untuk 46 penerima manfaat dengan nominal Rp97,6 juta.
- Peralatan terapi untuk Rumah Terapi senilai Rp67,6 juta.
"Hormat setinggi-tingginya kepada LKSA yang ada di Jawa Tengah ini, yang sudah berjuang mengurus anak-anak supaya mereka menjadi kuat dan mewujudkan impiannya," ujar Agus Jabo.
Wakil Bupati Tegal, Ahmad Kholid, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Menteri Sosial dan jajaran Kementerian Sosial yang menjadi energi baru bagi para pengasuh dan pendamping anak di Jawa Tengah dalam kegiatan Jambore LKSA.
Menurut dia, acara ini dapat membentuk karakter anak serta menguatkan nilai-nilai positif dalam kepribadian anak.
"Saya yakin dan percaya bahwa kegiatan Jambore seperti ini adalah salah satu media yang tepat untuk pembentukan karakter dan menjadi sarana penguatan nilai-nilai gotong-royong, sportivitas,, serta memperluas wawasan sosial anak-anak," kata Ahmad Kholid.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur, mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung 681 LKSA setiap tahunnya.
"Kami setiap tahun mengalokasikan anggaran sekitar Rp3,6 miliar untuk LKSA. Kami juga akan terus berupaya semaksimal mungkin memberikan kontribusi untuk membantu teman-teman pengelola LKSA yang ada di Jawa Tengah." kata Imam.
Dari sisi pihak mitra, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Teguh Triyono, menyampaikan komitmen untuk terus bersinergi dengan LKSA, terutama dalam literasi keuangan dan digitalisasi sistem pembayaran.
"Kita memberikan edukasi mengenali keaslian rupiah, memperlakukan rupiah (dengan baik) dan layanan bertransaksi termasuk kaitannya digitalisasi sistem pembayaran," kata Teguh.
Jambore LKSA menjadi sarana bertumbuh bagi anak-anak dari berbagai LKSA di Jawa Tengah. Selama kegiatan, mereka mengikuti sesi edukatif dan rekreatif yang dirancang untuk memperkuat karakter, meningkatkan solidaritas, serta membangun kepercayaan diri.
Rahma (14) salah satu peserta dari LKSA Kaliangkrik Magelang, mengungkapkan senang dapat terlibat dalam Jambore LKSA. Ia berharap dapat ikut kembali di penyelenggaraan berikutnya.
"Alhamdulillah bisa ikut, jadi banyak pengalaman dan bertemu teman baru sekaligus bisa tahu tempat wisata yang indah. Senang juga bisa bertemu langsung Pak Wamen yang tadi memberikan bantuan. Semoga ketemu lagi di acara seperti ini," ujar dia.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id































