Menuju konten utama

Wamensos Berikan Motivasi kepada Murid Sekolah Rakyat Pandeglang

Wamensos Agus Jabo mengajak murid-murid SRT 1 Pandeglang berdialog dan menyampaikan pesan-pesan motivasi kepada mereka. 

Wamensos Berikan Motivasi kepada Murid Sekolah Rakyat Pandeglang
Kunjungan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Pandeglang, Banten pada Selasa (8/9/2026). FOTO/dok.Kemensos
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyambangi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Pandeglang, Banten, pada Selasa (8/9/2026).

Dalam kunjungannya itu, Agus Jabo menyempatkan diri berdialog dengan murid-murid SRT yang baru saja mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Para peserta didik terlihat antusias membagikan cerita serta pengalamannya dalam dialog penuh keakraban dengan Wamensos. Mereka juga secara terbuka bercerita tentang kondisi keluarga hingga harapan dan cita-cita yang ingin dicapai.

Putri Sulistiyara, misalnya, mengaku ingin menjadi pramugari. Murid tingkat SMA ini senang bisa menempuh pendidikan di SRT 1 Pandeglang.

Saat Agus Jabo menanyakan kesannya selama berada di Sekolah Rakyat, secara lugas Putri menjawab singkat, "Betah banget!"

Pengalaman lain diceritakan oleh Steven Gio yang baru dua bulan pindah dari Kalimantan ke Pandeglang. Siswa SMA tersebut mengetahui peluang masuk Sekolah Rakyat Pandeglang dari bibinya.

Ia pun bersyukur karena akhirnya bisa menjadi murid SRT 1 Pandeglang. "Terima kasih Pak Presiden karena membuka Sekolah Rakyat untuk keluarga yang tidak mampu. Terima kasih banyak," ujar Steven yang mengaku bercita-cita menjadi pengacara.

Steven turut menyemangati teman-temannya agar tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita setinggi-tingginya. "Jangan mudah putus asa," kata dia.

Selanjutnya, ada Irna Khoerunnisa yang ikut menyampaikan terima kasihnya karena bisa belajar di Sekolah Rakyat. Siswi SMA yang bercita-cita menjadi dokter itu menyerukan agar teman-temannya lebih percaya diri dan tidak minder.

Adapun dari kalangan murid SD, ada Salman yang mengaku senang bersekolah di Sekolah Rakyat. Salman yang bercita-cita menjadi polisi itu pun merasa terbantu, terutama karena bisa mendapatkan makan bergizi secara teratur setiap hari.

Dialog itu pun sempat diwarnai suasana haru saat Agus Jabo berbicara dengan dua murid SMA, Ghezalia Izadina dan Fatimah. Ketika menceritakan harapan dan pengalaman belajar di SRT 1 Pandeglang, kedua siswi itu tak kuasa menahan air mata.

Ghezalia bersyukur bisa masuk SRT 1 Pandeglang. Dia merasa lebih nyaman dalam belajar sekaligus mendapatkan banyak teman di lingkungan sekolah yang saling menghargai.

"Saya ingin berterima kasih kepada Bapak Prabowo Subianto yang sudah membangun Sekolah Rakyat untuk warga yang tidak mampu atau yang kesusahan," katanya.

Demikian pula Fatimah yang menganggap kesempatan belajar di Sekolah Rakyat sangat berharga. Dengan bisa melanjutkan pendidikan, ia berharap kelak dapat membahagiakan keluarganya.

Setelah melihat Ghezalia dan Fatimah menangis, Agus Jabo meminta keduanya menjadikan tangisan itu sebagai energi untuk bangkit serta terus mengejar cita-cita.

Agus Jabo juga memotivasi para peserta didik agar tidak merasa rendah diri karena kondisi ekonomi keluarga maupun pekerjaan orang tua mereka.

Pesan Wamensos kepada Murid SRT 1 Pandeglang

Pada kesempatan yang sama, Wamensos Agus Jabo menyampaikan sejumlah pesan kepada para murid SRT 1 Pandeglang.

Dia mengingatkan, Sekolah Rakyat merupakan program Presiden Prabowo Subianto untuk membuka akses pendidikan kepada anak-anak dari keluarga yang kurang mampu. Karena itu, para murid Sekolah Rakyat harus memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik-baiknya.

"Semua anak Indonesia harus bisa sekolah. Jangan pernah malu dengan pekerjaan orang tua dan jangan minder dengan kondisi keluarga," kata Agus Jabo.

Dia pun mendorong murid-murid SRT 1 Pandeglang agar menjaga kedisiplinan sekaligus menjalankan semua aturan yang berlaku di sekolah. Agus Jabo tidak lupa meminta mereka senantiasa menghormati kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan wali asuh.

Hubungan baik antarsiswa juga perlu dijaga. Menurut Agus Jabo, perbedaan latar belakang tidak seharusnya menjadi penghalang bagi para siswa untuk berteman sekaligus saling menghargai, menjaga, dan membantu.

"Apa pun agamanya kalian harus menghargai. Ini saudara kalian juga, walaupun berasal dari tempat yang jauh," ujarnya.

Agus Jabo juga menekankan Sekolah Rakyat harus bebas dari perundungan, kekerasan, intoleransi, maupun pelecehan seksual. Hal itu agar Sekolah Rakyat menjadi lingkungan yang aman bagi semua peserta didik.

Dukungan Kepala Daerah untuk Sekolah Rakyat

Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani turut hadir dalam forum itu. Ia pun menyatakan siap terus mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat sebagai salah upaya pemerintah untuk menyediakan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan.

"Kami siap mendukung program Asta Cita Bapak Presiden, Bapak Prabowo Subianto, melalui Kementerian Sosial untuk sama-sama membahagiakan wong cilik yang ada di hadapan kita. Sekolah Rakyat hadir untuk wong cilik," ujarnya.

Di tempat yang sama, Wamensos Agus Jabo menyerahkan secara simbolis bantuan logistik dari Kemensos senilai Rp208.757.070 untuk mendukung lumbung sosial di Pandeglang.

Bantuan berupa makanan siap saji, makanan anak, kasur, selimut, kidsware, hingga tenda gulung itu akan dikirimkan ke Dinas Sosial Pandeglang untuk mendukung ketersediaan stok logistik untuk penanganan darurat bencana.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis