Venezuela Desak Negara Penghasil Minyak Stabilkan Harga

Reporter: Yuliana Ratnasari, tirto.id - 29 Nov 2016 08:24 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Menteri Perminyakan Venezuela mulai mendesak negara produsen minyak, salah satunya Rusia, untuk menstabilkan harga minya mentah menyusul akan diselenggarakannya pertemuan OPEC. Sebelumnya, harga minya mulai meningkat setelah Irak dan Iran sepakat memangkas produksi minyaknya.
tirto.id - Venezuela mendesak anggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan non-anggota OPEC untuk bekerja sama menstabilkan harga minyak mentah, demikian informasi yang dilansir dari Antara, Selasa (29/11/2016).

"Negara-negara OPEC dan non-OPEC negara harus bekerja sama untuk menstabilkan pasar minyak," kata Menteri Perminyakan Venezuela Eulogio Del Pino saat tiba di Bandara Internasional Aljir, di mana dia disambut oleh mitranya dari Aljazair, Noureddine Boutarfa.

Del Pino mengungkapkan, pertemuan Venezuela dan Aljazair bertujuan untuk bertemu dengan pihak berwenang Rusia guna berbagi dengan mereka strategi umum dalam OPEC.

Sebagaimana diketahui, OPEC akan menghelat pertemuan penting yang berlangsung pada Rabu (30/11/2016) di kantor pusat OPEC di ibukota Austria, Wina. Dalam pertemuan itu, para menteri perminyakan kartel akan membahas cara-cara untuk mempertahankan harga minyak antara 50 dolar AS hingga 60 dolar AS per barel.

Untuk tujuan ini, Aljazair telah mengusulkan untuk mengurangi produksi OPEC sebesar 1,1 juta barel per hari. Tapi negara-negara non-OPEC, termasuk Rusia, harus bergabung dengan inisiatif untuk membuat rencana pemotongan produksi bisa berjalan.

Pada September lalu, 14 anggota OPEC mencapai kesepakatan bersejarah di Aljir untuk memangkas produksi minyak dari 33,4 juta barel per hari menjadi antara 32,5 hingga 33 juta barel per hari. Perjanjian tersebut diharapkan akan diberlakukan di pertemuan kartel pada Rabu (30/11).

Harga Minyak Mulai Meningkat

Sementara itu, harga minyak dunia meningkat secara substansial pada Selasa (29/11/2016) pagi menyusul kesediaan Irak dan Iran untuk memangkas produksi minyak mentah mereka.

“Harga minyak pada awalnya merosot sebanyak dua persen, namun kemudian melonjak setelah media melaporkan Menteri Perminyakan Irak mengatakan negara itu akan bekerja sama dengan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima semuanya,” demikian Antara melaporkan.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin dan mitranya Presiden Iran mengakui pentingnya menyelesaikan sebuah kesepakatan pengurangan produksi OPEC untuk menstabilkan pasar minyak global.

Analis mengatakan perubahan sikap dari Irak dan Iran mengangkat harga minyak mentah pada Senin, karena kedua negara tersebut telah menyatakan keberatan tertentu tentang kesepakatan sebelumnya.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari naik 1,02 dolar AS menjadi menetap di 47,08 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Januari bertambah satu dolar AS menjadi ditutup pada 48,24 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Baca juga artikel terkait HARGA MINYAK MENTAH DUNIA atau tulisan menarik lainnya Yuliana Ratnasari
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Yuliana Ratnasari
Penulis: Yuliana Ratnasari
Editor: Yuliana Ratnasari

DarkLight