Menuju konten utama

Vaksin Booster Bandung Setiap Senin-Sabtu Selama September 2022

Layanan vaksin booster COVID-19 dibuka oleh UPTD Puskesmas Cijagra Lama setiap hari Senin-Sabtu selama September 2022.

Vaksin Booster Bandung Setiap Senin-Sabtu Selama September 2022
Tenaga kesehatan mengambil cairan vaksin COVID-19 sebelum diberikan kepada warga di Youth Center Sport Jabar Arcamanik, Bandung, Jawa Barat, Kamis (8/7/2021). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/foc.

tirto.id - Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Cijagra Lama Kota Bandung membuka layanan vaksin booster COVID-19 setiap hari Senin sampai Sabtu. Layanan vaksinasi tersebut dibuka untuk umum selama September 2022.

Pendaftaran vaksin booster di UPTD Puskesmas Cijagra Lama dilakukan secara langsung di puskesmas. UPTD Puskesmas Cijagra Lama sendiri berlokasi di Jalan Buah Batu Nomor 275, Turangga, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung.

Setiap harinya, UPTD Puskesmas Cijagra Lama melayani vaksinasi mulai pukul 10.00 WIB. Namun, warga Bandung maupun luar Kota Bandung yang ingin mendapatkan vaksinasi sudah mendaftar mulai pukul 08.00 WIB.

Mengutip Instagram Puskesmas Cijagra Lama, ada dua jenis vaksin COVID-19 yang disalurkan dalam layanan vaksinasi ini, yaitu Pfizer dan Sinovac. Kedua vaksin tersebut akan diberikan untuk peserta vaksinasi dosis 1, 2, maupun booster.

Syarat Vaksin Booster di Puskesmas Cijagra Lama Bandung

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, layanan vaksin COVID-19 di Puskesmas Cijagra Lama Bandung dibuka untuk umum, dewasa, anak-anak, maupun ibu hamil.

Tentunya, vaksin booster saat ini hanya dapat diperoleh orang dewasa berusia 18 tahun ke atas. Anak-anak dan remaja nantinya bisa menerima vaksin dosis 1 dan 2.

Selain persyaratan usia, Puskesmas Cijagra Lama Bandung juga menetapkan syarat-syarat lain yang perlu dipenuhi oleh peserta vaksinasi. Berikut daftar persyaratan vaksin COVID-19 di Puskesmas Cijagra Lama Bandung selama September 2022:

  • Peserta merupakan warga negara Indonesia (WNI).
  • Peserta membawa fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK).
  • Peserta vaksin dosis 2 dan 3 membawa kartu atau sertifikat vaksin.
  • Peserta vaksin dosis 1 dan 2 berusia 12 tahun ke atas.
  • Peserta vaksin dosis 3 (booster) berusia 18 tahun ke atas.
  • Peserta vaksin booster telah menerima vaksin dosis 2 dengan jarak minimal 3 bulan.
  • Peserta vaksin dalam kondisi sehat.
  • Peserta boleh menerima vaksin dalam keadaan hamil.

Perlukah Anak dan Remaja Vaksin Booster?

Program vaksin booster saat ini baru diprioritaskan untuk dewasa, lansia, serta tenaga kesehatan (nakes), dan belum diwajibkan bagi anak-anak dan remaja.

Menurut Anggota Satgas Imunisasi Anak PP Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Soedjatmiko, hal ini karena angka morbiditas dan mortalitas COVID-19 pada anak-anak sangat rendah.

“Untuk sementara vaksin dua kali pada anak cukup. Buktinya? Sakit COVID-19 berat dan meninggal pada anak sangat sangat sedikit. Sedangkan lansia sangat banyak yakni 47,5 persen,” katanya seperti yang dikutip dari Antara.

Kendati demikian, izin pemberian vaksin booster untuk remaja sudah turun dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Izin diberikan untuk vaksin jenis Pfizer yang dapat diberikan kepada remaja berusia 16 hingga 18 tahun.

Izin tersebut didasarkan pada pertimbangan ilmiah dan rekomendasi dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI). Meskipun izin sudah diberikan, sejauh ini remaja maupun anak-anak belum menjadi sasaran prioritas pemberian vaksin booster.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Maxi Rein Rondonuwu menyebutkan bahwa pemerintah masih fokus mengejar pemenuhan target vaksin booster untuk usia 18 tahun ke atas.

"Kami selesaikan dulu booster pertama yang masih rendah, masih 30 persen (cakupan). Itu dulu diselesaikan," kata Maxi.

Efek Samping Vaksin Booster

Seperti sebagian besar obat-obatan, vaksin COVID-19 juga dapat menimbulkan efek samping. Namun, tidak semua orang bisa mengalami efek samping tersebut.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) efek samping dari suntikan booster yang sudah dilaporkan sejauh ini mirip seperti efek samping setelah suntikan primer.

Beberapa gejala yang paling banyak dilaporkan adalah:

  • demam;
  • sakit kepala;
  • lemas dan kelelahan;
  • sakit atau nyeri di area suntikan.

Meskipun efek samping yang ditimbulkan tidak berbahaya, namun dapat berlangsung selama beberapa hari sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, konsultasikan kondisi tubuh setelah vaksinasi pada dokter atau tenaga medis profesional untuk memperoleh rekomendasi obat-obatan.

Selain itu, efek samping juga bisa diredakan dengan pengobatan rumahan seperti kompres, mandi air hangat, dan minum banyak cairan.

Baca juga artikel terkait VAKSIN BOOSTER atau tulisan lainnya dari Yonada Nancy

tirto.id - Kesehatan
Penulis: Yonada Nancy
Editor: Yantina Debora