Update Corona 4 Mei 2020 Indonesia dan Data Covid-19 Dunia Hari Ini

Oleh: Addi M Idhom - 4 Mei 2020
Dibaca Normal 4 menit
Update corona di Indonesia 4 Mei 2020: jumlah total kasus positif Covid-19 di tanah air pada hari ini telah mencapai 11.587 pasien. Sedangkan di Rusia, jumlah kasus corona melonjak cepat.
tirto.id - Perkembangan terbaru data kasus penularan virus corona di Indonesia diumumkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pada Senin sore, 4 Mei 2020.

Data Gugus Tugas menunjukkan jumlah total kasus positif corona di Indonesia pada hari ini telah mencapai 11.587 pasien. Dari jumlah itu, sekitar 75,7 persen atau 8.769 pasien positif Covid-19 masih dirawat di rumah sakit atau menjalani isolasi mandiri.

Dalam 24 jam terakhir, hingga pukul 12.00 WIB hari ini, ada penambahan 395 kasus baru yang telah terkonfirmasi positif corona di Indonesia. Angka kasus baru pada hari ini menanjak dan lebih tinggi dari data Minggu kemarin yang sejumlah 349 pasien saja.


Hingga 4 Mei 2020, sudah 864 jiwa meninggal akibat terinfeksi virus corona di Indonesia. Dalam sehari terakhir, tercatat ada 19 kasus kematian baru yang dilaporkan ke Gugus Tugas.

Sedangkan angka kesembuhan pasien corona hari ini bertambah 78 orang. Dengan penambahan yang jauh lebih rendah daripada data pada Minggu kemarin tersebut, total jumlah pasien corona di Indonesia yang sudah sembuh pada hari ini menjadi sebanyak 1.954 orang.

Saat mengumumkan data update itu, juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menambahkan masih ada 24.020 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang menunggu hasil diagnosa Covid-19 melalui tes PCR. Jumlah PDP bertambah 890 orang dalam sehari terakhir.

Akumulasi data Orang Dalam Pemantauan (PDP) di seluruh Indonesia pun bertambah 1.809 pada hari ini sehingga totalnya menjadi 238.178 jiwa. Sebagian dari ratusan ribu ODP tersebut sudah selesai menjalani pemantauan.

Sementara kasus yang sudah diperiksa spesimennya melalui tes polymerase chain reaction (PCR) di 89 laboratorium, sesuai data Gugus Tugas, tercatat sudah sebanyak 86.061 orang. Hasil tes itu menyimpulkan dan 74.474 kasus dinyatakan negatif, serta sisanya positif corona.

Data ini menunjukkan dengan kapasitas 89 laboratorium yang beroperasi melakukan pemeriksaan PCR, dalam sehari terakhir hanya ada penambahan 3.049 kasus di Indonesia yang dites dengan metode PCR untuk diagnosa Covid-19.

Jika melihat data sebaran kasus baru, terdapat 4 provinsi yang memiliki pasien anyar lebih dari 20, yakni Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah dan Kalimantan Tengah.

Kasus baru terbanyak dalam sehari terakhir ditemukan di Jawa Barat, yakni sejumlah 193 orang. Angka ini jauh melebih jumlah kasus baru di Jakarta yang tercatat 79 pasien, Kalimantan Tengah 23 pasien dan Jawa Tengah 22 pasien.

Lebih dari 11.500 kasus positif di Indonesia tersebar di 331 kabupaten/kota di 34 provinsi. Ada 5 daerah tingkat II baru yang melaporkan kasus positif corona.

Di sisi lain, berdasar data Kementerian Luar Negeri RI, hingga 4 Mei 2020 tercatat sudah ada 681 WNI di 32 negara dan kapal pesiar yang terkonfirmasi positif corona. Dari total kasus WNI positif corona di luar negeri tersebut, 246 orang sembuh, 401 dalam perawatan dan 34 meninggal.

Di antara ratusan WNI positif corona tersebut paling banyak berada di Malaysia (108), India (75), Arab Saudi (75) dan Amerika Serikat (51), Singapura (51) dan kapal pesiar (172).

Detail update data kasus corona di Indonesia yang diumumkan Gugus Tugas pada Senin, 4 Mei 2020 adalah sebagai berikut.

1. Update data kasus corona di Indonesia pada 4 Mei 2020

Jumlah kasus baru: 395
Total kasus positif: 11.587
Total Pasien Meninggal: 864
Total Pasien Sembuh: 1.954
Total Pasien Dirawat: 8.769
Total Jumlah PDP: 24.020
Total Jumlah ODP: 238.178
Daerah terdampak di 34 provinsi: 331 kabupaten/kota
Jumlah kasus diperiksa spesimennya: 86.061 orang

2. Daftar 10 provinsi lokasi kasus positif corona terbanyak per 4 Mei 2020


Perkembangan penanganan pandemi corona di Indonesia menjadi sorotan Presiden Joko Widodo dalam Rapat Terbatas di Istana Kepresidenan Bogor, pada hari ini.

Dalam rapat tersebut, Jokowi meminta penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di 4 provinsi dan 12 kabupaten/kota dievaluasi agar tetap berlangsung ketat dan efektif, tetapi tidak kebablasan.

Selain itu, Jokowi pun meminta agar setiap daerah yang memberlakukan PSBB mematok target-terget yang terukur. Misalnya dalam hal pemeriksaan spesimen dengan tes PCR dan pelacakan riwayat kontak pasien positif yang harus agresif dilakukan.

"Kemudian juga apakah isolasi yang ketat juga dilakukan, karena saya melihat ada yang sudah positif saja masih bisa lari dari rumah sakit, yang PDP masih beraktivitas ke sana ke mari," kata Jokowi dalam rapat yang digelar via telekonferensi tersebut seperti dilansir laman covid19.go.id.

"Kemudian, apakah warga yang berisiko, yang manula, yang memiliki riwayat penyakit, riwayat komorbid (penyakit penyerta), ini sudah diproteksi betul. Evaluasi-evaluasi yang terukur seperti ini perlu dilakukan," lanjut Jokowi.

Dia sekaligus meminta ada pengawasan secara ketat terhadap sejumlah klaster penularan virus corona di Indonesia. Di antaranya adalah klaster pekerja migran, klaster jemaah tablig, klaster Gowa, klaster rembesan pemudik dan klaster industri.

Jokowi mencatat sudah ada 89 ribu pekerja migran yang balik ke tanah air dan kemungkinan bertambah lagi 16 ribu orang. Oleh karena itu, Jokowi bilang, "Ini betul-betul harus ditangani, dikawal secara baik di lapangan sehingga jangan sampai muncul gelombang kedua [penularan]."

Dalam rapat terbatas tersebut, Jokowi sekaligus memerintahkan agar penyaluran sejumlah jenis bantuan sosial kepada keluarga penerima secepat mungkin dilaksanakan pada pekan ini. Dia meminta Kementerian Sosial dan seluruh kepala daerah hingga kepala desa turun langsung ke lapangan untuk menyisir warga miskin yang belum menerima bantuan sosial dari pemerintah.

Penyediaan layanan hotline untuk menampung laporan pengaduan terkait penyimpangan dalam penyaluran bantuan, kata dia, perlu segera dilakukan.

"Saya minta data penerima bansos dibuka secara transparan, siapa yang dapat, kriterianya apa, jenis bantuannya apa sehingga jelas, tidak menimbulkan kecurigaan-kecurigaan dan kita bisa melakukan segera, koreksi di lapangan," tambah Jokowi.


Update Corona di Dunia: Rusia Terus Alami Lonjakan Kasus

Pandemi corona telah menyebabkan jutaan orang terinfeksi dan mengalami sakit Covid-19. Data Worldometers yang diperbarui per pukul 17.06 WIB, 4 Mei 2020 menunjukkan jumlah total kasus positif corona di seluruh dunia sudah sebanyak 3.582.464 pasien.

Angka kematian pasien Covid-19 di dunia juga terus bertambah menjadi 248.561 jiwa. Sedangkan jumlah pasien corona yang berhasil sembuh belum ada separuh dari total kasus, yakni 1.160.080 orang.

Merujuk data yang sama, 2.173.823 pasien berstatus dalam perawatan. Dari jumlah itu, sebanyak 50,021 (2 persen) berada dalam kondisi kritis.

Penambahan kasus baru masih terus dilaporkan dari sejumlah negara episentrum utama penularan virus corona. Namun, penambahan kasus baru yang paling signifikan dan jauh melampaui negara-negara lain terjadi di Rusia. Tren penambahan kasus baru lebih dari 10 ribu pasien terus terjadi di Rusia dalam beberapa hari terakhir.

Pada hari ini, tercatat ada 10.581 kasus baru ditemukan di Rusia. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan data harian kasus baru di Amerika Serikat, yang hanya 433 pasien. Lonjakan tinggi kasus baru pada sepekan terakhir membuat Rusia sekarang berada di posisi ketujuh dalam daftar negara dengan jumlah pasien positif terbanyak.

Selain Rusia, Brasil juga menjadi episentrum baru penularan virus corona di dunia. Dengan total 101.826 kasus positif dan pasien meninggal mencapai 7.051 jiwa, angka infeksi di Brasil sekarang telah menyalip Iran dan China sehingga berada di posisi ke-9 dalam daftar 10 besar.

Perkembangan ini menunjukkan dampak pandemi corona di Amerika Latin semakin memburuk. Di kawasan ini, Peru dan Ekuador juga mencatat angka infeksi mencapai puluhan ribu, yakni masing-masing 45.928 dan 29.538 kasus positif corona.

Berikut daftar 10 negara dengan jumlah kasus corona tertinggi di dunia per 4 Mei 2020.



Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan menarik lainnya Addi M Idhom
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Addi M Idhom
Editor: Agung DH
DarkLight