Menuju konten utama

Ujian SBMPTN 2018 Panlok Bandung Diikuti Sebanyak 56.069 Peserta

"Angka ini naik 4.000 orang dibandingkan tahun lalu," kata Sekretaris Eksekutif 1 SBMPTN Panlok 34 Bandung

Ujian SBMPTN 2018 Panlok Bandung Diikuti Sebanyak 56.069 Peserta
sejumlah peserta sbmptn (seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri) 2016 mengerjakan soal di kampus universitas tirtayasa, di serang, selasa (31/5). sbmptn di banten diikuti 19.293 peserta yang tersebar di berbagai lokasi. antara foto/asep fathulrahman/foc/16.

tirto.id - Sebanyak 56.069 peserta mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2018 di Panitia Lokal (Panlok) 34 Bandung.

"Angka ini naik 4.000 orang dibandingkan tahun lalu," kata Sekretaris Eksekutif 1 SBMPTN Panlok 34 Bandung Asep Gana Suganda di Kampus Institut Teknologi Bandung, Selasa (8/5/2018) dilansir Antara.

Berdasarkan keterangan Asep, dari total peserta tersebut sebagian mengikuti ujian tulis berbasis komputer (UTBK) dan sebagian lagi mengikuti ujian tulis berbasis cetak (UTBC). Ia merinci untuk peserta SBMPTN yang mengikuti UTBK sebanyak 2.270 orang, sementara untuk UTBC diikuti 52.799 peserta.

Sementara itu, dari total peserta yang akan mengikuti tes, 21.849 di antaranya memilih jurusan sains dan teknologi, 27.238 memilih sosial dan hukum, sedangkan sisanya atau 6.981 orang memilih jurusan campuran.

Dari jumlah itu tercatat 10 orang berkebutuhan khusus, yaitu tiga orang tuna netra, satu tuna rungu, satu mengalami tremor dan sisanya tuna daksa.

"Harusnya ada 12 orang, tapi saat kami hubungi atau melapor hanya 10 orang. Peserta disabilitas ini pelaksanaan ujiannya kami pusatkan di ITB," katanya.

Ujian SBMPTN 2018 ini bakal dimulai pada pukul 07:00 WIB, 08:00 WITA, dan 09:00 WIT untuk peserta ujian Saintek dan Campuran. Sedangkan untuk peserta ujian Soshum bakal dimulai pukul 09:45 WIB, 10:45 WITA, dan 11:45 WIT.

Dia mengatakan UTBK berbasis android baru diterapkan tahun ini dan Universitas Padjadjaran ditunjuk sebagai penyelenggara ujian.

"1.000 orang dari yang mengikuti UTDK ini akan menggunakan teknologi berbasis android. Teknisnya mereka akan mengerjakan di ponsel masing-masing," kata Asep.

Ujian SBMPTN sendiri menggunakan dua metode yakni Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) dan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

Untuk UTBK dapat menggunakan komputer yang disediakan panitia dan perangkat bergerak baik tablet atau ponsel pintar berbasis Android yang dibawa sendiri oleh peserta.

Ketua Pokja Android SBMPTN 2018, Tri Hanggono Ahmad, turut mengatakan untuk tes SBMPTN yang menggunakan Android peserta membawa gawai sendiri yang sudah didaftarkan.

"Jadi tidak perlu dikarantina. Untuk tahun ini, kuota yang tersedia sebanyak 1.000," kata Tri.

Tri menjelaskan para peserta akan mengunduh aplikasi dan soal pada saat ujian berlangsung melalui gawai mereka.

Baca juga artikel terkait SBMPTN 2018

tirto.id - Pendidikan
Sumber: antara
Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Yulaika Ramadhani