Ucapan Selamat Idul Adha 2021 Bahasa Arab & Dalil Hikmah Qurban

Oleh: Erika Erilia - 20 Juli 2021
Dibaca Normal 1 menit
Berikut beberapa ucapan selamat Idul Adha dalam bahasa Arab beserta artinya.
tirto.id - Umat Islam akan merayakan hari raya Idul Adha yang jatuh pada tanggal 20 Juli 2021. Di hari raya ini, seluruh muslim di dunia akan melaksanakan shalat Idul Adha dan ibadah kurban.

Hari raya Idul Adha juga dimanfaatkan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan orang-orang terdekat. Pada momen inilah umat Islam biasanya akan saling memberi ucapan selamat Idul Adha yang kadang disertai dengan doa kebaikan.

Ucapan selamat hari raya paling umum dan sederhana dalam bahasa Arab adalah Eid Mubarak yang berarti hari raya yang diberkahi.

Dengan mengucapkan Eid Mubarak, berarti kita ikut mendoakan orang lain agar merasakan hari raya yang penuh dengan keberkahan. Namun dalam penggunaannya sehari-hari, ucapan ini sering diartikan dengan 'selamat hari raya'.

Selain Eid Mubarak, berikut beberapa ucapan selamat Idul Adha dalam bahasa Arab beserta artinya:

1.Kullu aa’min wa antum bikhair

Artinya: Semoga mendapat keberkahan di sepanjang tahun

2. Taqabbalallahu minna wa minkum

Artinya: Semoga Allah menerima (amal) kami dan kamu

3. Asakum min uwadah

Artinya: Semoga Anda berumur panjang (agar dipertemukan dengan Idul Adha berikutnya)

4. Eid Mubarak lakum wali'ailatakum

Artinya: Selamat hari raya untukmu dan keluargamu

5. Atamanna lakum Eid sa'id jiddan. Litakun kul a'malakum al khayyira maqbula 'ind Allah

Artinya: Semoga hari rayamu penuh kebahagiaan, semoga seluruh amal baikmu diterima oleh Allah

6. Eid Mubarak, kul 'am wa antum bi khayr

Artinya: Selamat hari raya, semoga Anda dapat merayakannya setiap tahun

7. Litanzil 'alaykum barakat Allah fi Eid al-Adha

Artinya: Semoga berkah Allah tercurah padamu di hari Idul Adha ini.


Ibadah Kurban dan Dalilnya

Hari raya Idul Adha dibarengi dengan ibadah kurban, yaitu menyembelih hewan kurban sesuai syariat agama demi mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ibadah kurban mengingatkan umat Islam akan ketaatan Nabi Ibrahim saat diperintah Allah SWT untuk menyembelih putranya sendiri, Nabi Ismail. Atas ketaatannya tersebut, Allah SWT akhirnya mengganti Nabi Ismail dengan seekor domba.

Melaksanakan ibadah kurban adalah bentuk kepatuhan dan ketaatan seorang muslim atas perintah Allah SWT. Meski demikian, hukum ibadah kurban adalah sunnah muakkad.

Artinya, orang yang mengerjakan ibadah tersebut akan mendapat pahala dan tidak berdosa apabila tidak mengerjakannya. Namun umat Islam yang mampu berkurban tapi memilih tidak mengerjakannya akan dianggap tercela di hadapan Allah SWT.

Ibadah kurban memiliki dalil atau dasar hukum yang kuat karena bersumber dari Al Quran dan hadits. Berikut beberapa dalil ibadah kurban saat Idul Adha:

Surah Al Kautsar ayat 2

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Fasholli lirobbika wanhar

Artinya: Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah)

Hadits Nabi Muhammad SAW

Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang mempunyai kemampuan untuk berkurban tetapi tidak mau melaksanakannya, maka janganlah ia dekat-dekat ke tempat shalat kami”.(HR. Ahmad)

Hadits Imam Tirmidzi yang artinya:

Saya disuruh menyembelih kurban dan berkurban itu sunah bagi kamu (HR. Tirmizi)


Baca juga artikel terkait IDUL ADHA atau tulisan menarik lainnya Erika Erilia
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Yulaika Ramadhani
DarkLight