Menuju konten utama

Turis Singapura Digigit Komodo, Seberapa Besar Bahayanya?

Turis Singapura digigit komodo. Hewan ini memiliki 85 spesies bakteri di air liurnya.

Turis Singapura Digigit Komodo, Seberapa Besar Bahayanya?
Komodo (Varanus komodoensis) dengan mulut terbuka. Ini adalah kadal hidup terbesar di dunia, Indonesia. Pulau Rinca. FOTO/Istock

tirto.id - Turis Singapura, Loh Lee Aik (68) digigit komodo (Varanus komodoensis) di Desa Komodo Desa Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu sore (3/4/2017).

"Hingga saat ini korban masih dirawat di RS Siloam setelah ditangani oleh petugas kepolisian," tutur Kabid Humas Polda NTT Jules Abraham Abast di Kupang, seperti dikutip Antara, Kamis (4/5).

Loh Lee Aik, seorang fotografer itu diketahui berangkat dari Labuan Bajo menuju kampung Komodo dan menginap di rumah warga masyarakat bernama H Kasing pada Senin kemarin. Ia hendak mengumpulkan foto-foto komodo.

Keesokan harinya hari Selasa (2/5) saat korban berjalan-jalan mengelilingi Kampung Komodo tersebut korban melihat ada seekor kambing yang digigit oleh seekor komodo di kompleks pekuburan umum namun tidak sempat untuk di dokumentasi.

"Nah kemudian korban mendapatkan informasi dari warga setempat apabila sudah ada kambing yang digigit komodo dan kemudian mati pasti komodo akan turun dari gunung untuk memangsa kambing yang sudah mati tersebut," ujar Jules menurut laporan dari kepolisian Manggarai Barat.

Pada Rabu (3/5) pukul 08.00 WITA, waktu setempat korban pergi ke tempat bangkai kambing di pegunungan sekitar 200 meter dari arah Desa Komodo tanpa didampingi warga masyarakat untuk mengambil gambar.

Saat tiba di lokasi tersebut, korban melihat seekor komodo sedang memangsa seekor kambing, selanjutnya korban berusaha untuk mengabadikan momen tersebut namun korban tidak tahu ada seekor binatang komodo kecil yang berada di sekitar korban dan langsung menyerang korban.

"Korban digigit di betisnya saat sedang memotret seekor komodo sedang memangsa kambing yang sudah menjadi bangkai," kata Jules.

Masyarakat yang mengetahui hal tersebut langsung bergerak cepat membawa korban menyeberang ke Labuan Bajo untuk di rawat di Rumah Sakit di Labuan bajo.

Jadi seberapa berbahayanya komodo?

Dr Ian Stephen seorang asisten kurator herpetologi (reptil dan amfibi) di London Zoo, di mana ia merawat dua komodo pada BBC 2008 lalu mengatakan bahwa komodo merupakan hewan berbahaya. Mereka bisa sangat agresif kepada manusia. "Mereka bisa bergerak sangat cepat dalam jarak deka," kata Stephen.

Menurut Stephen komodo memiliki habitat di pedalaman di daerah semak. Komodo biasa menerkam mangsa seperti rusa, babi liar atau kerbau di daerah bersemak-semak. Hewan ini juga memakan bangkai.

"Umumnya komodo menyerang mangsanya tapi tidak membunuhnya di tempat itu juga. Komodo memiliki air liur beracun penuh bakteri yang berbeda, sekitar 80 spesies bakteri. Jadi dalam beberapa hari bakteri itu masuk ke tubuh mangsanya dan akhirnya mati," kata Stephen.

Meskipun serangan komodo terhadap manusia jarang terjadi, seorang anak Jerman berusia delapan tahun diketahui meninggal di Pulau Komodo pada tahun 2007.

Dr Stephen mengatakan seekor komodo di alam bebas tidak akan ragu untuk membunuh dan memakan manusia jika mereka menginginkannya.

Baca juga artikel terkait KOMODO atau tulisan lainnya dari Agung DH & Agung DH

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Agung DH & Agung DH
Editor: Agung DH