Tua-Tua Keladi: Makin Tua Makin Seksi, Makin Dicari

Oleh: Nuran Wibisono - 23 Desember 2016
Dibaca Normal 4 menit
Dalam industri porno, yang mengagungkan para perempuan muda, MILF sempat tidak dianggap. Mereka terpinggirkan setelah melewati usia 40. Namun, MILF kini mulai dilirik dan laris manis.
tirto.id - Apa yang paling laku dijual dalam film porno? Bukan, bukan tubuh sintal, payudara silikon, bongkahan bokong tanpa selulit, atau tiang listrik besar di selangkangan.

Melainkan: fantasi.

Itu kenapa di film-film porno Jepang, para aktornya biasanya berwajah pas-pasan, congornya agak maju, dan ukuran tiang listriknya tak lebih besar dari gabungan jari telunjuk dan jari tengah. Itu karena mereka ingin menyajikan fantasi, bahwa pria dengan wajah pas-pasan dan perkakas berukuran biasa saja, bisa meniduri para perempuan cantik bertubuh semlohai.

Dan sejak John Cho mempopulerkan istilah MILF, untuk menyebut ibunya Stifler di film American Pie (1999), film porno genre ini nyaris tak pernah gagal menyediakan fantasi untuk para penontonnya. Dan tentu saja berhasil dengan gemilang.

Aduh Tante...

Bagi yang belum tahu, ada beberapa definisi MILF. Dan MILF di tulisan ini tidak mengacu pada Moro Islamic Liberation Front, pejuang kemerdekaan bangsa Moro dari Filipina. Melainkan Mother/Mom/Mama I'd Like to F*ck. Ini adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan seorang ibu yang atraktif, atau seorang ibu yang seksi, atau bisa juga untuk menggambarkan perempuan lebih tua yang tetap seksi, terlepas dia punya anak atau tidak.

Di Inggris, diksi serupa MILF adalah yummy mummy, yang masuk dalam Kamus Bahasa Inggris Oxford. Diartikan sebagai "ibu muda yang setil dan atraktif". MILF harus dibedakan dengan cougar, sebuah istilah untuk menyebut MILF yang memang suka “memburu” para pria muda untuk dijadikan partner seksual.

Dalam industri porno, yang mengagungkan para perempuan muda, MILF sempat tidak dianggap. Mereka terpinggirkan setelah melewati usia 40. "Empat puluh tahun atau lebih, itu dulu dianggap cocok untuk memainkan peran di film porno kakek nenek," kata Jeff Vanzetti, dari situs Internet Adult Film Database, IMDB-nya film porno.

Tapi dalam wawancaranya bersama Vice, Jeff bilang bahwa anggapan itu memudar setelah era 2000-an. Bisa jadi ini berkat jasa American Pie. Dalam film yang penuh dengan perempuan muda, ada satu tokoh yang menonjol: ibu Stiffler. Dia diperankan oleh Jennifer Coolidge. Ibu Stiffler digambarkan sebagai seorang perempuan usia akhir 40-an, tapi masih berbadan sekal, dan punya tatapan menggoda. Jimmy Cho, yang memerankan karakter MILF Guy No.2, menyebutnya sebagai mom I’d like to fuck.

Sepertinya dari sana, industri porno mulai melirik celah yang sebelumnya nyaris tak tergarap. Studio RealityKings menjadi salah satu yang pertama menggarap segmen ini. Mereka punya merek seperti MILF-Centric, atau MILF Hunter. Merek ini dengan segera meraup penggemar, terutama dari kalangan anak-anak muda yang memiliki fantasi bercinta dengan perempuan yang lebih tua. Karena kesuksesan ini, banyak studio atau perusahaan film porno ikut menggarap segmen MILF. Brazzers punya MILFS Like It Big, atau kompilasi berjudul A Touch of MILF. Bangbros punya MILF Soup. Naughty America punya merek My Friend's Hot Mom yang legendaris itu, dan belakangan diikuti dengan Seduced by A Cougar.

Sekarang, MILF menjadi segmen unggulan di industri film porno. Tahun lalu situs porno terkenal, Porn Hub merilis data tentang pengunjung situs mereka. Pertama, mereka membuat pengelompokan umur pengakses. Mulai dari 18-24 (31 persen), 25-34 (30 persen), 35-44 (16 persen), 45-54 (11 persen), 55-64 (7 persen), dan 65 tahun ke atas (5 persen).

Dari pengelompokan itu, kita bisa tahu referensi film porno kesukaan. Untuk kalangan umur 18 hingga 24 tahun, mereka paling suka mencari film porno dengan kata kunci: 1. lesbian, 2. step mom, 3. teen, 4. milf, 5. squirt. Sedangkan di kelompok umur 25 hingga 54, peringkat 1 kata kunci yang mereka cari adalah: step mom. Barulah bergantian antara milf, lesbian, mom, juga massage.

Dengan kata lain, pencarian MILF, step mom, juga mom, untuk merujuk perempuan yang lebih tua, amat populer di kalangan para pencari film porno. Kata kunci MILF selalu ada di peringkat 5 besar kata kunci paling populer di semua kelompok umur. Bahkan di kelompok usia 65 tahun ke atas, kata kunci populer kelima adalah MILF.

Tahun 2014, situs gaya hidup The Chive juga pernah membuat hal serupa: mendaftar 10 kata kunci populer yang dicari orang di 51 negara saat mencari hal-hal berbau porno. Kata kunci milf, mature woman, mature, mom, mother, ada di 37 negara. Termasuk di Indonesia.

Semakin populernya kategori MILF ini membuat AXN Awards, Oscar-nya industri film porno, membuat beberapa kategori penghargaan untuk MILF. Seperti Best MILF Movie, Hottest MILF, dan MILF Performer of the Year. Tahun ini artis Kendra Lust mendominasi area ini. Perempuan berusia 38 tahun ini menyabet penghargaan Hottest MILF dan MILF Performer of the Year.

Kendra memang salah satu bintang porno paling terkenal saat ini. Bahkan dia punya kelompok fans yang menamakan diri sebagai... Lust Army. Selain Kendra, nama-nama besar di genre ini adalah Julia Ann, Olivia Austin, Lisa Ann, Phoenix Marie, Francesca Le, Tanya Tate, Alison Tyler, Lisa Ann (sudah pensiun), Brandi Love, India Summer, Cherrie DeVilee, Veronica Avluv, hingga Ava Addams.

Tapi yang perlu diketahui dari industri ini adalah, tak semua pemeran MILF adalah perempuan berusia 30 atau 40 tahun. Jasmine James yang pernah berperan dalam film The Cougar Countdown, saat ini masih berusia 25 tahun. Begitu pula saat Aurora Snow yang pertama kali terjun ke genre MILF saat berusia 28 tahun.

Industri film porno memang punya persaingan yang amat ketat. Para aktris pendatang baru biasanya baru berusia 18 tahun, usia legal artis dewasa di Amerika Serikat. Karena itu para pemirsa film porno sering mengira aktris favoritnya berusia matang hanya karena dia lama di industri film porno. Tidak. Kebanyakan dari mereka memang mengawali karir di usia yang amat muda.

"Saat kamu bekerja di industri porno, usia 18 tahun itu bersinonim dengan VIP. Para sutradara berebutan cari perhatian. Produser merayu untuk tampil di film mereka," kata Aurora Snow yang menulis artikel pendek berjudul The Confessions of a Porn MILF.

Selepas 28 tahun, para bintang porno ini sudah dianggap tua, atau membosankan. Para produser dan sutradara mencari-cari bintang yang lebih muda. Jika para bintang porno itu pandai mengatur uang, biasanya di akhir 20 mereka akan pensiun dan menekuni bisnis lain. Tapi jika masih ingin berkarier, mereka akan kesusahan mencari rumah produksi yang mau memakai jasanya. Karena itu, mereka biasanya mau mengurangi honor.

Tapi sekarang tidak. Pangsa pasar MILF jadi besar. Sekarang, 5 atau 6 persen video di Porn Hub adalah video MILF. Ini membuat para aktris porno yang menjelang usia 30 atau 40, tak lagi kebingungan. Mereka tak merasa dianak-tirikan. Mereka punya segmen tersendiri. Bahkan karena aktrisnya terlalu sedikit untuk pasar yang besar, aktris usia 25 tahun pun kerap dipakai untuk peran sebagai MILF.

Dan seperti sudah disinggung di atas, yang mereka jual adalah fantasi. Misalkan di film berjudul Mom Needs Money yang dibintangi oleh Olivia Austin. Di film itu, Olivia berperan sebagai seorang ibu tiri yang butuh uang. Suatu hari, anak tirinya datang bersama seorang kawan. Si kawan kemudian menggoda si ibu tiri, dan mengimingi dengan sejumlah uang. Walau awalnya marah dan menganggap anak itu tak sopan, toh Olivia tergoda juga. "Aku butuh uang, jadi aku mau melakukan apapun yang kamu suruh," kata Olivia dengan pandangan menggoda.

Fantasi, bung. Fantasi.

Infografik Mama Itu Lebih Fantasitis

Kenapa Bisa Laris

Pertanyaannya standar: kenapa genre MILF bisa laris dan menempati ceruk besar di industri porno, sebuah dunia yang amat mengagungkan perempuan muda. Ada banyak metode pencarian jawaban yang bisa dipakai. Yang paling populer tentu adalah pendekatan Oedipus complex, teori psikoanalisis yang dicetuskan oleh Sigmund Freud.

Teori itu menukil kisah Oedipus, yang membunuh ayahnya dan mengawini ibunya sendiri. Kisah ini juga diadaptasi oleh Jim Morrison yang menulis lagu "The End". Pada banyak kultur, kisah yang mirip seperti ini juga bisa ditemukan. Di Indonesia, kisah serupa Oedipus adalah Sangkuriang. Oedipus complex juga dipakai oleh seksolog Justin Lehmiller dalam menggambarkan fenomena meningkatnya kegemaran akan film porno MILF. Dia mengisahkan bahwa setiap anak lelaki pasti punya fantasi untuk bercinta dengan perempuan yang lebih tua.

Di industri porno, MILF mendapat tempat karena posisinya yang di tengah-tengah. Dia tidak kemayu dan leter seperti perempuan awal 20-an. Tapi juga jauh dari kategori manula. Perempuan usia 30 hingga 40 memiliki aura yang unik. Aura perempuan yang kuat, tahu apa yang dia mau, dan tentu saja punya curicullum vitae panjang di atas ranjang. Karenanya, para MILF punya pesona tersendiri.

"Fans suka menonton MILF karena aktrisnya powerful, hot, dan cantik," kata Tanya Tate pada Vice.

Tanya mulai terjun di industri porno terbilang telat, yakni pada 2009 saat dia sudah berumur 30. Tapi dengan cerdik dia langsung menentukan ceruknya: MILF. Karenanya dia mendapat label sebagai "hot new MILF" kala itu. Kini saingannya memang banyak, tapi tak akan pernah sebanyak aktris porno usia muda.

Para aktris MILF ini juga mendapat bayaran yang layak. Menurut situs CNBC, aktris perempuan di industri porno biasa mendapat bayaran dari rentang 300 dolar hingga 1.500 dolar per scene. Semakin terkenal dia, semakin mahal bayarannya. Dan pendapatan para aktris porno ini tidak hanya dari film saja, bisa juga dari bisnis.

Aktris MILF veteran seperti Jenna Jameson pernah mendapat sekitar 30 juta dolar per tahun berkat usaha sex toys-nya, juga saat situsnya, ClubJenna, dijual ke Playboy. Begitu pula artis MILF yang kini sudah pensiun, Lisa Ann. Pada 2016, dia diperkirakan punya kekayaan sekitar 2 juta dolar.

Ada adagium menarik di industri film porno: selagi kamu laris, carilah uang sebanyak mungkin. Saat ini, selagi genre MILF sedang naik daun, bisa diperkirakan para aktrisnya akan semakin rajin, yang usia muda pun akan mendaku diri sebagai MILF.




Baca juga artikel terkait FILM PORNO atau tulisan menarik lainnya Nuran Wibisono
(tirto.id - Film)

Reporter: Nuran Wibisono
Penulis: Nuran Wibisono
Editor: Nurul Qomariyah Pramisti