Menuju konten utama

Transjakarta Buka 2 Rute untuk Akses Stasiun Kereta Bandara Soetta

Masyarakat yang ingin mengakses kereta bandara Soekarno-Hatta bisa memanfaatkan layanan bus Transjakarta melalui dua rute.

Transjakarta Buka 2 Rute untuk Akses Stasiun Kereta Bandara Soetta
Calon penumpang berjalan di dekat bus Metrotrans saat uji coba integrasi dengan Kereta Bandara pada hari pertama di Stasiun Sudirman Baru, Jakarta, Kamis (28/12/2017). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar.

tirto.id - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) kini menyediakan dua rute yang terhubung dengan stasiun kereta bandara Soekarno-Hatta (Soetta).

Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono mengatakan pengguna layanan bus Transjakarta bisa memanfaatkan dua rute itu apabila hendak mengakses Kereta Bandara Soetta.

"Hari ini mulai resmi beroperasi," ujar Budi di Jakarta, pada Kamis (28/12/2017) seperti dikutip Antara.

Rute pertama ialah Stasiun Sudirman Baru (BNI City)-Hotel Indonesia-Sarinah-Bank Indonesia-Gambir-Istana Negara-Monas. Sedangkan rute kedua, yakni Stasiun Sudirman Baru (BNI City)-Hotel Indonesia-Tosari-Dukuh Atas-Karet-Semanggi-Kuningan-Rasuna Said-Menteng.

"Kami berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk pengoperasian kedua rute tersebut. Ada 15 unit bus yang diberi nama Metrotrans, yang kami sediakan," kata Budi.

Dia menambahkan konsep Metrotrans tersebut mengikuti praktik yang umum berlaku di kota-kota modern, yakni menggunakan bus berlantai rendah (Low Entry) untuk memudahkan penumpang yang diantar.

"Bus Metrotrans memiliki kapasitas penumpang duduk sebanyak 41 orang. Sedangkan penumpang yang berdiri sekitar 27 orang. Tarifnya tetap sama, yaitu Rp3.500," ungkap Budi.

Bus Metrotrans, menurut Budi, memiliki fasilitas pendingin udara (AC), kursi prioritas dan handgrip untuk pegangan penumpang berdiri. Bus itu juga dilengkapi dengan dua pintu penumpang berlantai rendah di sisi kiri bus, satu ruang kursi roda dan ram kursi roda di area pintu untuk memudahkan keluar masuknya penumpang disabilitas.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan para penumpang juga dapat menyaksikan tayangan dari dua unit TV Wide screen 29 inch di bagian tengah area penumpang. Ada pula tombol stop di setiap railing vertical di dalam interior bus dan 12 kamera CCTV untuk memantau setiap area di dalam dan di luar bus. Ketinggian lantai bus juga dapat disesuaikan naik dan turun untuk kenyamanan keluar masuk penumpang.

Kereta Api Bandara Soetta mulai beroperasi, pada Pukul 03.47 WIB, Selasa lalu (26/12/2017). Untuk masa uji coba sampai 1 Januari 2018, tarif kereta ini Rp30 ribu. Mulai 2 Januari 2018, tarif Kereta Api Bandara Soetta menjadi Rp70.000.

Pada pengoperasian awal, Kereta Bandara Soetta akan menaikturunkan penumpang di tiga stasiun, yaitu Stasiun Sudirman Baru (BNI City), Batu Ceper dan Soekarno-Hatta. Pengoperasian stasiun Manggarai masih menunggu pengerjaannya selesai. Kereta Bandara Soetta juga langsung tersambung ke kereta layang (Skytrain) yang akan terhubung ke Terminal 1,2 dan 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Pada sehari sebelum kereta bandara ini beroperasi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pengoperasian kereta bandara itu mempersingkat waktu perjalanan menuju Bandara Soetta, dari semula 1,5-2,5 jam menjadi 45-55 menit saja.

Menurut dia, kecepatan perjalanan pengunjung menuju Bandara Soetta semakin lebih baik apabila layanan itu bisa bersinergi dengan transportasi antarmoda lainnya, terutama Transjakarta.

“Saya meminta Dirjen Perkeretaapian untuk mengundang PT. Railink dan PT. Transjakarta agar terjadi sinergi antarmoda yang berjalan dengan baik. Hal ini perlu dilakukan agar dapat mengurangi kepadatan kendaraan pribadi calon penumpang di Stasiun Sudirman Baru,” kata Budi dalam siaran pers Kemenhub.

Baca juga artikel terkait TRANSJAKARTA atau tulisan lainnya dari Addi M Idhom

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Addi M Idhom
Penulis: Addi M Idhom
Editor: Addi M Idhom