Tradisi Perayaan Hari Valentine: dari Denmark Hingga Cina

Oleh: Dipna Videlia Putsanra - 13 Februari 2018
Dibaca Normal 2 menit
Masyarakat Cina mempersembahkan buah-buahan pada Dewi Zhinu di hari Valentine dengan harapan mendapat suami yang baik.
tirto.id - Hari Valentine yang telah menjadi perayaan global, tak hanya identik dengan bunga, coklat, dan boneka. Di Amerika Serikat, rak-rak toko akan dipenuhi dengan boneka dan sekotak coklat, tapi tak semua negara mengungkapan cinta dengan cara yang sama. Sejumlah negara mengungkapkan cinta dengan bertukar barang kesayangan, bahkan berlibur.

Berikut ini enam tradisi Valentine dari berbagai belahan dunia, seperti dikutip dari Huffington Post, untuk menyatakan cinta pada yang terkasih.

1. Denmark

Pada awal 1990-an, Pemerintah Denmark memutuskan 14 Februari sebagai hari libur nasional. Jika di Indonesia bunga Valentine adalah mawar, Warga Denmark lebih memilih bunga putih yang disebut 'snowdrops'. Selain itu, mereka juga akan bertukar 'kartu cinta'.

Para pria juga akan memberikan 'kartu humor' bagi para kekasih, berisi ucapan humor yang disusun acak dan para perempuan akan menebak siapa pengirimnya. Jika berhasil, maka si perempuan akan mendapat hadiah dan telur Paskah di tahun itu.

2. Perancis

Perancis yang memiliki reputasi sebagai tujuan paling romantis di dunia, telah lebih dulu merayakan Valentine sebagai hari kasih sayang.

Disebutkan bahwa, kartu Valentine pertama berasal dari Charles, Duke of Orleans yang mengirim surat cinta untuk istrinya saat Charles sedang dipenjara di The Tower of London pada 1415. Oleh karena itu, mengirim kartu Valentine jadi hal yang populer di Perancis.

Dahulu di Perancis, ada tradisi api unggun, di mana para perempuan akan berkumpul di sekitar api unggun sembari membakar foto-foto pria yang pernah mengecewakan mereka dan mengucapkan sumpah serapah. Namun karena tradisi ini menjadi tak terkendali, pemerintah setempat kemudian melarangnya.

3. Korea Selatan

Hari Valentine jadi hari libur yang populer bagi pasangan di Korea Selatan. Pemberian hadiah akan dimulai pada 14 Februari, biasanya di hari ini perempuan lebih dulu memberikan hadiah bagi yang terkasih. Lalu, pada 14 Maret, atau sebulan kemudian, yang disebut sebagai White Day, para pria akan membalas hadiah yang diberikan si perempuan pada hari Valentine.

Bagi mereka yang tak sempat atau tak ingin merayakan Valentine, ada satu hari libur yang diperingati sebagai Black Day dan jatuh pada 14 April. Di hari tersebut, para jomblo akan merayakan hari 'berkabung' dengan memakan mie hitam atau memakan semangkok jajangmyeon hitam.

4. Wales

Masyarakat Wales tidak merayakan Valentine sebagai peringatan Santo Valentine, melainkan Santo Dwynwen, santo lambang cinta, sekaligus santo pelindung Wales. Mereka pun tak merayakan Valentine pada 14 Februari, namun pada 25 Januari.

Di hari itu, para pria akan memberikan sendok kayu yang telah diukir dengan simbol tertentu, untuk wanita yang mereka cintai. Misalnya silbom sepatu kuda berarti keberuntungan, roda yang melambangkan bentuk dukungan, dan kunci yang menyimbolkan kunci dari hati seorang pria.


5. Cina

Masyarakat Cina menyebut hari Valentine sebagai Qizi, atau Festival Malam Ketujuh, yang jatuh pada hari ketujuh, bulan ketujuh setiap tahunnya.Menurut cerita masyarakat Cina, Zhinu, putri dari raja kayangan jatuh cinta pada Niulang, seorang gembala miskin. Keduanya menikah dan dikarunai anak kembar.

Ketika ayah Zhinu mengetahui hal itu, ia mengirim ratunya untuk menjemput Zhinu pulang ke kayangan. Namun, ketika mendengar tangisan Niulang dan anak-anaknya, raja mengizinkan Zhinu untuk bertemu Niulang dan anaknya satu kali dalam setahun di Qizi.

Saat Qizi, perempuan akan memberikan melon dan buah-buahan untuk Zhinu dengan harapan mendapat suami yang baik. Para pasangan juga datang ke kuil di hari Qizi untuk memohon kebahagiaan dan kemakmuran. Pada malam harinya, masyarakat akan melihat bintang Vega dan Altair, yang mereka percayai sebagai jelmaan Zhinu dan Niulang.

6. Indonesia

Di Indonesia, Valentine identik dengan memberikan bunga, coklat, atau boneka untuk yang terkasih. Tak hanya tukar kado, di hari kasih sayang ini, masyarakat Indonesia juga biasa melakukan makan malam di tempat yang romantis.

Awal mula cokelat menjadi populer di Hari Valentine dimulai dari gagasan Richard Cadburry pada tahun 1868. Sedangkan bunga mawar merah adalah bunga favorit dari dewi Venus yaitu dewi cinta. Bunga mawar ini menyimpan simbol perasaan cinta yang kuat.

Tetapi di Indonesia Valentine justru menuai pro dan kontra. Ada beberapa daerah yang melarang dirayakannya Valentina karena bukan ajaran agama dan kultur asli Indonesia. Selain itu, perayaan Valentine juga diidentikkan dengan perayaan komersial dan konsumerisme.


Baca juga artikel terkait VALENTINE atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Dipna Videlia Putsanra
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Dipna Videlia Putsanra
DarkLight