Tips Mengatur Kegiatan Belajar Anak di Rumah Menurut UNESCO

Oleh: Ahmad Efendi - 13 Mei 2020
Dibaca Normal 1 menit
Para orang tua perlu mengatur kegiatan belajar anak di rumah secara cermat, selama pandemi virus corona berlangsung.
tirto.id - Pandemi virus corona (COVID-19) memengaruhi banyak sektor, salah satunya pendidikan. Badan PBB yang menangani masalah pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan (UNESCO) mencatat, lebih dari 850 juta siswa di seluruh dunia terpaksa tidak belajar di sekolah karena ada pandemi.

Hal ini dikarenakan banyak negara yang menerapkan kebijakan menutup sekolah untuk menangkal persebaran COVID-19 yang semakin meluas.

"Jumlah anak, remaja dan dewasa yang tidak bersekolah atau kuliah karena COVID-19 melonjak," demikian penjelasan UNESCO dalam website resminya.

Hampir semua negara yang terdampak telah menutup institusi pendidikan dalam upaya mengatasi pandemi global yang telah menginfeksi lebih dari 4 juta orang di seluruh dunia pada pertengahan Mei 2020. Akibatnya banyak anak-anak menjalani kegiatan sekolah dan belajar di rumah.

"Kita menghadapi situasi yang tidak biasa dengan sejumlah besar negara terkena dampak masalah yang sama pada waktu bersamaan," kata Asisten Direktur Jenderal UNESCO, Stefania Giannini beberapa waktu lalu, dikutip dari Aljazeera.

"Kita perlu bersatu tidak hanya untuk mengatasi konsekuensi pendidikan langsung dari krisis ini, tetapi untuk membangun ketahanan jangka panjang dari sistem pendidikan," tambahnya.

Masalah tentu akan muncul akibat perubahan sistem pembelajaran yang begitu mendadak ini. Kini, anak-anak yang “dirumahkan” terpaksa harus belajar secara mandiri di tengah tekanan mental akibat situasi pandemi yang belum terkendali.

Oleh karena itu, UNESCO mengeluarkan selebaran atau pamflet berjudul “Quick Tips to Support your Children in Learning at Home” yang terdiri dari dua bahasa: Arab dan Inggris, berisi panduan mendukung kegiatan belajar dari rumah untuk anak-anak.

Bagi para orang tua, berikut tips mengatur kegiatan belajar anak-anak di rumah versi UNESCO.

1. Atur rutinitas harian secara terstruktur agar anak punya waktu belajar

Pastikan anak mempunyai waktu belajar yang pasti di tempat yang tenang, serta jadwal yang pasti untuk rutinitas bermain, makan, istirahat, dan tidur. Pastikan orang tua selalu mengawasi anak di saat mereka sedang menoton TV, bermain gim, atau internet.

2. Komunikasi dengan sekolah

Pastikan selalu mengontak pengelola sekolah untuk mencari informasi terkait materi pembelajaran dan hal lain yang mereka rekomendasikan untuk kegiatan belajar anak. Komunikasi dengan guru atau pengelola sekolah bisa dilakukan via telepon, aplikasi pesan atau mengunjungi situsnya.

3. Awasi dan dukung proses belajar anak

Dorong anak untuk selalu membaca dan mengkaji ulang materi pembelajaran dan buku-buku lain. Para orang tua juga bisa meminta anak yang lebih tua membantu adiknya mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru untuk dikerjakan di rumah.

4. Libatkan anak secara aktif dalam aktivitas belajar

Berikan apresiasi berupa pujian untuk setiap hal kecil yang diperoleh anak dari pelajaran. Ajak pula anak untuk merefleksikan apa yang ia dapat dari belajar ke dalam kehidupan sehari-hari.

5. Dorong anak untuk rajin bertanya

Ulas kembali materi yang telah dipelajari anak Anda, lalu minta mereka bertanya tentang sesuatu yang belum dipahami. Kemudian, jawab pertanyaan abak secara menarik, agar mereka terdorong untuk bertanya lagi.

6. Gunakan metode pembelajaran yang bervariasi

Dorong anak untuk dapat meningkatkan skill belajar mandiri mereka, dan gunakan internet untuk mencari bahan pembelajaran, referensi serta metode yang bervariasi. Catat perkembangan, dan lihat sejauh mana anak Anda belajar.


Baca juga artikel terkait BELAJAR atau tulisan menarik lainnya Ahmad Efendi
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Ahmad Efendi
Penulis: Ahmad Efendi
Editor: Addi M Idhom
DarkLight