Menuju konten utama

Tips Memilih Kamera Thermal untuk Deteksi Dini Coronavirus COVID-19

Tips memilih kamera thermal yang bisa digunakan untuk deteksi dini virus corona COVID-19 di ruang publik.

Tips Memilih Kamera Thermal untuk Deteksi Dini Coronavirus COVID-19
Hasil skrining Kamera Thermal Jisung Protech Tipe W95 yang terkoneksi dengan CCTV. Foto/rilis professtama.com.

tirto.id - Kamera thermal bisa digunakan untuk mendeteksi dini coronavirus COVID-19, demikian menurut Sanny Suharli, Ketua Umum Asosiasi Teknologi dan Industri Sekuriti Indonesia (ATISI). Upaya deteksi dini dengan kamera thermal bisa digunakan di ruang publik atau tempat yang memiliki arus keluar masuk lebih dari 200 pengunjung.

“Penggunaan kamera thermal di area publik lebih direkomendasikan dibanding termometer tembak, karena memiliki kontak lebih sedikit, akurasi lebih baik, dan minim human error," ujar Sanny, dalam keterangan pers yang diterima Tirto, Kamis (26/3/2020).

Ia mengatakan, selama pembatasan aktivitas di ruang publik 14–28 hari ke depan, berbagai area penting seperti bandara, stasiun, pelabuhan, terminal, MICE, perkantoran, hotel, mal, supermarket, apartemen, perumahan, dan sekolah mulai memasang kamera thermal untuk meningkatkan keamanan masyarakat, sekaligus mengantisipasi lonjakan aktivitas pada bulan Ramadan dan Idul Fitri.

Presiden Direktur PT Professtama Teknik Cemerlang Irwandi Salim mengatakan, sepanjang bulan Februari dan Maret ini ada peningkatan permintaan kamera thermal Jisung Protech lebih dari 10 kali lipat karena rekomendasi WHO untuk mengukur suhu tubuh sebagai langkah awal deteksi COVID-19. Walaupun demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar penggunaan kamera thermal tepat sasaran dan efektif.

Professtama menyampaikan tiga tips memilih kamera thermal, sebagai langkah awal untuk deteksi dini coronavirus COVID-19.

1. Pilih kamera thermal dengan tingkat akurasi di bawah 0,5°C

Ada banyak jenis kamera thermal. Yang paling penting adalah menggunakan kamera thermal khusus untuk manusia, bukan kamera thermal untuk industri. Hal ini sangat penting, karena kamera thermal untuk manusia memiliki tingkat akurasi suhu sebesar 0,5°C, dengan rentang temperatur 20-50°C, sementara kamera thermal untuk industri, tingkat akurasi suhu sebesar 3°C, dengan rentang temperatur hingga lebih dari 300°C. Jika digunakan untuk manusia, kesalahan pengukuran suhu 3°C dari 36,5°C menjadi 39,5°C, jelas sangat tidak valid.

2) Tempatkan kamera thermal dalam jarak efektif

Setiap kamera thermal memiliki sensor pengukur suhu. Semakin besar sensor, maka kamera thermal dapat mengukur suhu dari jarak yang semakin jauh. Pastikan pemakaian kamera thermal dalam jarak efektif. Saat ini sudah ada kamera thermal yang bisa mendeteksi suhu secara akurat dalam jarak 1-2 meter persegi, seperti kamera thermal tipe W95 dari Jisung Protech. Bila perlu yang lebih canggih maka ada kamera thermal Jisung Protech tipe D60 yang bisa mendeteksi dari jarak 3-10 meter persegi.

3) Layanan purna jual dan pelatihan staf

Pilih merek kamera thermal dan distributor yang memberikan layanan purna jual dan pelatihan staf. Sangat penting staf dapat mengoperasikan kamera thermal dan memaksimalkan fitur yang ada, seperti pemasangan dan pembatasan area yang tepat, serta pengaturan alarm. Kamera thermal misalnya lebih tepat untuk penggunaan di dalam ruangan.

Kamera thermal juga baiknya terkoneksi dengan monitor dan CCTV, sehingga petugas dan pengunjung dapat melihat pengukuran suhu tubuh, namun alarm hanya dapat didengar oleh petugas. Lalu pastikan ketika terdeteksi ada pengunjung dengan suhu tubuh tinggi di kamera thermal, staf melaksanakan pelaporan, pemeriksaan, larangan masuk, dan isolasi sesuai SOP.

Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan lainnya dari Dipna Videlia Putsanra

tirto.id - Teknologi
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Agung DH