The Lion King Pakai Teknologi Canggih Gabungkan 3D dan Live Action

Oleh: Yonada Nancy - 16 Juli 2019
Dibaca Normal 1 menit
The Lion King yang rilis Juli 2019 menggunakan teknologi canggih untuk menggabungkan animasi 3D dan live action.
tirto.id - Melihat trailer The Lion King versi live action yang dirils Disney pada April lalu, membuat banyak orang yakin Jon Favreau tidak main-main dalam me-remake film ini.

Dengan animasi penggambaran savana dan hutan yang begitu realistis membuat penggemar Disney penasaran dengan hasil akhir The Lion King ini.

Dilansir Screenrant, film ini akan menggunakan teknologi virtual reality canggih. Tim animator yang bekerja di balik film ini mengatakan mereka mampu menghilangkan efek pengganggu di setiap adegan. Bahkan, Favreau membuat jejak set yang sama persis seperti film animasinya yang rilis pada 1994.

Studi yang ia lakukan tidak hanya soal latar, tetapi juga animasi dan pencahayaan. Hasilnya, membuat setting dan animasi terlihat megah dan nyata seperti yang dirilis pada trailer baru-baru ini.

"Sangat menyenangkan bisa menjadi bagian dari ini, di mana kita bisa mengatakan, ‘Hei, mari kita lihat seperti apa bentuk daun, atau bagaimana air bergerak, atau cara angin meniup rumput dan membuat gambar sangat indah’," kata Favreau.

Tidak hanya itu, pengisi suara di film The Lion King live action akan diisi Donald Glover, Beyonce, dan Seth Logar. Film ini rencananya akan dirilis pada 19 Juli 2019, atau 25 tahun setelah film animasinya dirilis.

Film live action ini merupakan sebuah penghormatan dari Disney untuk film animasi pertamanya. Memilih Jon Favreau sebagai sutradara dianggap sebagai hal yang tepat, mengingat pengalaman Favreau dalam menyutradarai film The Jungle Book. Ia dianggap mumpuni dalam pembuatan film yang berkaitan dengan animasi.

Seperti halnya The Jungle Book tahun lalu, tidak banyak perubahan pada alur ceritanya. Dalam trailer-nya ditunjukkan bagaimana adegan per adegan dari film sebelumnya dibuat menjadi live action.

James Earl Jones, Hans Zimmer, dan Elton John juga masih terlibat dalam penggarapan film baru ini yang sebelumnya mereka terlibat dalam pembuatan film pertama pada tahun 1994. Masing-masing dari mereka berperan sebagai suara Mufasa, komposer film, dan penulis lagu.

Film ini akan tetap mengisahkan petualangan Simba menjadi raja hutan. Simba yang telah kehilangan ayahnya, Mufasa karena dibunuh.

Ia dirawat oleh Meerkat dan seekor Babi. Suatu saat Simba bertemu dengan Nala, teman masa kecilnya. Ia kemudian diminta untuk kembali guna melawan Scar, paman Simba.


Baca juga artikel terkait SINOPSIS FILM atau tulisan menarik lainnya Yonada Nancy
(tirto.id - Film)


Penulis: Yonada Nancy
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Kontributor: Yonada Nancy
DarkLight