Menuju konten utama

Target BNPB Relokasi Pengungsi ke Shelter Terpadu dalam 2 Minggu

BNPB telah mengirim 30 tenda peleton sebagai basis shelter terpadu dan 984 tenda keluarga ke Aceh Tamiang, salah satu wilayah yang terdampak paling berat. 

Target BNPB Relokasi Pengungsi ke Shelter Terpadu dalam 2 Minggu
Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto saat diskusi dengan Forum Pemimpin Redaksi Media melalui sambungan virtual di Nusa Dua, Bali, Rabu (20/4/2022). ANTARA/HO-BNPB/

tirto.id -

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan proses relokasi warga terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat ke titik-titik pengungsian terpadu dapat dimulai dalam dua minggu ke depan.
Hal ini diungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Jumat (12/12/2025).
“Kita harapkan bisa segera terealisasi dalam satu hingga dua minggu ke depan,” kata Abdul.
Abdul menjelaskan bahwa fase transisi dari pengungsian terpencar ke shelter terpadu kini sedang dipercepat. Hal ini, katanya, akan dilakukan sambil menunggu siapnya hunian sementara.
“Nanti setelah hunian sementara selesai, saudara-saudara kita yang ada di titik-titik pengungsian terpadu yang lengkap dengan dapur umum, kemudian layanan kesehatan, psikososial, dan ruang belajar sementara ini akan pindah ke hunian sementara sampai menunggu hunian tetap selesai,” katanya.
BNPB telah mengirim 30 tenda peleton sebagai basis shelter terpadu, serta 984 tenda keluarga ke Aceh Tamiang, wilayah yang menjadi salah satu pusat terdampak paling berat.
Dari jumlah itu, delapan tenda peleton sudah tergelar di delapan kecamatan, sedangkan lebih dari 660 tenda keluarga telah terpasang di 12 kecamatan.
Abdul mengatakan setiap lokasi pengungsian terpadu akan dilengkapi layanan dasar, mulai dari dapur umum, layanan kesehatan, ruang belajar untuk anak, hingga fasilitas MCK.

Baca juga artikel terkait BANJIR HARI INI atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Alfons Yoshio Hartanto