Tahun Baru Imlek 2021: Google Bikin Efek Kembang Api di Penelusuran

Oleh: Putri Avi Nursasi - 11 Februari 2021
Dibaca Normal 1 menit
Google buat fitur kembang api di hasil penelusuran untuk rayakan Imlek 2021.
tirto.id - Google turut meramaikan perayaan Tahun Baru Cina / Imlek tahun 2021 ini dengan menyisipkan efek unik di mesin pencariannya.

Saat kata kunci “Imlek, Tahun Baru Imlek, Tahun Baru Cina, Hari Imlek, hingga Imlek 2021" ditelusuri akan ada efek kembang api yang muncul di hasil penelusurannya.

Perayaan Tahun Baru Cina atau yang sering disebut dengan Imlek ini merupakan yang ke-2572 dan jatuh pada Jumat, 12 Februari 2021, dengan pergantian tahun Tikus Logam ke tahun Kerbau Logam atau Kerbau Emas.

Dikutip Antara News, Kamis (11/2/2021), Tahun Kerbau Logam ini secara ekonomi akan membaik, lebih bagus dibandingkan yang lama. Tapi secara dunia ini, akan tetap membawa dampak yang juga tidak terlalu positif.

Kabar baik dari tahun Kerbau Logam, adalah akan ada banyak alternatif obat virus, industri makanan yang membaik serta penjualan mobil yang meningkat, begitu juga dengan pariwisata.

Ada beberapa hal lain yang mungkin terjadi pada tahun Kerbau Logam adalah hubungan rakyat dan pemerintah yang kurang harmonis, terkait sistem dan peraturan hukum “Seperti Omnibus Law dan Cipta Kerja, akan masih didemo orang.”

Imlek di Tengah Pandemi COVID-19


Perayaan Imlek tahun 2021 akan sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena dalam keadaan ditengah pandemi COVID-19. Dikutip dari Kominfo, Kamis (11/2/2021), Pemerintah mengimbau perayaan Imlek dilaksanakan secara sederhana dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Cara-cara baru merayakan Imlek tanpa kehilangan makna dari Imlek sebagai tahun baru, harapan baru, dan keberuntungan baru itu saya rasa tetap bisa kita lakukan dengan mempertahankan budaya Indonesia, khususnya masyarakat Khonghucu dan Tionghoa, namun tetap dilakukan dengan protokol kesehatan,” ujar Menteri Kesehatan (Menkes).

Menkes mengimbau kepada seluruh umat Konghucu di Indonesia untuk merayakan tahun baru Imlek ini bersama-sama dengan keluarga di rumah.

Kebiasaan untuk berkumpul dan bersilaturahmi sebagaimana yang biasa dilakukan dalam setiap perayaan diharapkan tetap dilakukan, namun dengan cara-cara kekinian (virtual) sebagai bentuk kepatuhan terhadap protokol kesehatan.

“Kita juga bisa mengirimkan angpau dengan cara digital. Sekarang sudah sangat mudah, malah bisa lebih banyak. Kalau amplop merahnya tetap ingin disampaikan, bisa juga lewat kurir instan. Cara baru ini sekaligus bisa mensejahterakan teman-teman kita,” tuturnya.

Demikian halnya dengan atraksi barongsai yang kini dapat dilakukan penayangannya melalui sejumlah layanan berbagi video sehingga mencegah terjadinya kerumunan.

“Saya yakin perayaan Imlek tahun ini akan tetap meriah, tetap bergembira, tetap memberikan banyak harapan dan keuntungan baru bagi seluruh bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Khonghucu dan Tionghoa,” tandas Budi.

Terkait hal tersebut, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas juga menyebut bahwa pemerintah amat memahami makna penting peringatan tahun baru Imlek bagi umat Konghucu.

Meski demikian, saat ini Indonesia dan sejumlah negara lainnya tengah berupaya keras untuk menekan laju penularan pandemi sehingga pihaknya mengajak umat Konghucu untuk dapat merayakannya dalam cara yang sederhana.

“Saya sudah berkomunikasi dengan tokoh-tokoh agama Khonghucu dan Tionghoa agar dalam pelaksanaan Imlek tahun ini dilaksanakan secara sederhana, melalui virtual, dan saya kira itu juga tidak akan mengurangi makna dari perayaan Imlek ini,” ucapnya.

Perayaan Imlek kali ini juga dapat dijadikan sebuah momentum untuk melakukan refleksi diri sekaligus turut mendoakan agar bangsa Indonesia dapat segera terbebas dari pandemi Covid-19.

“Kita semua mengajak terutama kepada umat Konghucu yang akan merayakan ibadah Imlek agar berdoa supaya bangsa Indonesia ini dan umat manusia terbebas dari pandemi Covid-19,” tandas Yaqut.


Baca juga artikel terkait PERAYAAN IMLEK atau tulisan menarik lainnya Putri Avi Nursasi
(tirto.id - Teknologi)

Penulis: Putri Avi Nursasi
Editor: Dipna Videlia Putsanra
DarkLight