Surya Paloh Jagokan Gus Ipul-Khofifah di Pilgub Jatim 2018

Surya Paloh Jagokan Gus Ipul-Khofifah di Pilgub Jatim 2018
Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh. Antara foto/Irsan Mulyadi.
Reporter: Alexander Haryanto
20 Maret, 2017 dibaca normal 1 menit
"Sampai saat ini ada dua yang dipertimbangkan partai, yaitu Gus Ipul dan Mbak Khofifah," kata Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh.
tirto.id - Partai Nasional Demokrat (NasDem) mempertimbangkan nama Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yang akan diusung untuk bertarung dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018.

"Sampai saat ini ada dua yang dipertimbangkan partai, yaitu Gus Ipul dan Mbak Khofifah," kata Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh di sela Konsolidasi Fraksi NasDem se-Indonesia di Surabaya, Senin (20/3/2017) malam.

Lebih lanjut Surya Paloh mengatakan bahwa keduanya dianggap layak masuk dalam pembahasan partainya. Meski demikian, Surya mengatakan bahwa NasDem belum bisa memastikan siapa yang akan diberi rekomendasi karena harus melalui mekanisme internal.

"Masih ada aturan yang dilewati, termasuk siapa di antara mereka yang popularitas maupun kapabilitasnya paling tidak sesuai dengan partai. Tunggu saja DPW NasDem Jatim masih bekerja," kata dia dikutip dari Antara.

Saat ditanya mengenai keputusan NasDem yang telah mendeklarasikan pengusungan Ridwan Kamil di Pilkada Jawa Barat 2018, Surya menilai bahwa Jatim memiliki dinamika yang berbeda dengan Jabar.

Surya Paloh juga mengaku belum mempertimbangkan terkait dengan nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan nama anggota DPR RI asal Fraksi NasDem, Hasan Aminuddin, yang ditegaskannya berada di urutan paling akhir untuk dipersiapkan menjadi calon pemimpin Jatim dari partainya di Pilkada mendatang.

"Risma belum dipertimbangkan karena sudah ada dua nama, kalau Pak Hasan itu disiapkan terakhir, apalagi kader sendiri," kata dia.

Dalam Pilkada Jatim, NasDem diwajibkan berkoalisi dengan partai politik lain karena partai tersebut hanya memperoleh empat kursi di wilayah itu, sedangkan untuk mengusung pasangan calon gubernur dan wakilnya maka paling tidak wajib memiliki 20 kursi.

"Kami pasti berkoalisi, namun belum tahu dengan siapa. Apalagi koalisi di daerah itu fleksibel dan tidak harus sama dengan yang ada di Jakarta," kata Surya Paloh.

Baca juga artikel terkait PILKADA JATIM 2018 atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - ale/ale)

Keyword