Soal Burning Sun, Seungri Klaim Isu yang Beredar Jauh dari Fakta

Oleh: Maria Ulfa - 25 Maret 2019
Dibaca Normal 4 menit
Seungri menyebut dirinya termasuk korban dalam kasus Burning Sun, alih-alih tersangka utama.
tirto.id - Seungri, mantan anggota BIGBANG mengklaim tuduhan dan kontroversi yang menimpanya beberapa bulan terakhir, dari kasus Burning Sun, prostitusi, hingga tuduhan memiliki koneksi pribadi dengan seorang polisi, sebenarnya jauh dari kebenaran dan fakta.

“Saya merasa apa yang dilaporkan tentang saya saat ini terlalu jauh dari kebenaran. Saya ingin berbicara tentang kebenaran yang saya tahu, dan membantu situasi ini,” kata Seungri di wawancaranya bersama sebuah oulet berita Chosun Ilbo pada Jumat (22/3/2019) dan telah diterbitkan pada Sabtu (23/3/2019) kemarin.


"Sejujurnya, saya tidak berpikir bahwa saya dalam posisi untuk bisa bicara dengan sikap yang kuat atau mengatakan bahwa saya menderita karena perlakuan yang tidak adil. Saya telah bertindak ceroboh sebagai publik figur, dan saya memiliki hubungan dengan bisnis yang salah,” ujar Seungri kepada Chosun Ilbo ketika ditanya alasannya melakukan wawancara tersebut.

Bisnis yang salah yang dimaksud Seungri merujuk kepada kelab Burning Sun. Ia juga menjelaskan kesalahpahaman yang mucul di publik.

“Saya pikir, hal tersebut karena saya pernah mengatakan di program 'I Live Alone' [program reality show] dan program-program lain bahwa saya menjalankan semua bisnis saya dengan kaki saya sendiri,” jelas Seungri.

“Kelab dan hotel [investor Le Meridien] keduanya ingin menarik pelanggan yang lebih muda, serta orang asing, jadi nama dan image saya digunakan dalam promosi tersebut, yang akhirnya memicu kesalahpahaman,” tambahnya.

Seungri juga menjelaskan pertemuan pertamanya dengan CEO Burning Sun, Lee Moon Ho, yang bermula dari 5 tahun lalu di kelab Arena.

Ia berkata bahwa Lee Sang Hyun dan Lee Moon Ho adalah orang yang bertanggung jawab tentang semua aspek yang ada di Burning Sun, baik manajemen hingga keuangan dan karyawan.

“Saya belum pernah menghadiri rapat untuk Burning Sun, saya juga belum menerima daftar karyawan atau menghitung upah mereka. Saya benar-benar hanya image (brand) dari kelab. Yang saya lakukan hanyalah meminjamkan nama saya dan menginvestasikan 10 Juta Won melalui Yuri Holdings,” tegasnya lagi.

Ia juga mengatakan bahwa ia sama sekali tidak diberi tahu tentang kegiatan ilegal yang ada di kelab tersebut, seperti masuknya anak-anak di bawah umur, atau narkoba hingga pelecehan seksual. Sehingga, ketika adanya tuduhan mengenai hal tersebut, dirinya merasa tidak terima.

Mengenai tuduhan penggelapan pajak oleh Burning Sun, Seungri juga mengatakan bahwa ia hanyalah korban karena ia termasuk salah satu pemegang saham dan brand dari kelab tersebut.

“Jika mereka melakukan itu, maka saya juga menjadi korban sebagai pemegang saham. Saya tidak tahu apa-apa, yang saya lakukan hanyalah mempromosikan kelab untuk mereka,” ujarnya.


Seungri juga menjelaskan tentang alasan mengapa ia mengatakan bahwa pesan teks di grup obrolan KakaoTalk telah dimanipulasi dan dibuat-buat.

"Itu [grup obrolan] berasal dari tahun 2015. Bagaimana kalian bisa mengingat pesan teks dari tiga tahun yang lalu? Saya benar-benar tidak bisa mengingatnya. Saya tidak percaya saya akan mengatakan sesuatu seperti apa yang dituduhkan. Tidak ada satu pun percakapan yang memiliki tanda waktu dan juga konteks. Saya benar-benar percaya itu dibuat-buat,” tutur Seungri.

Ia juga menjelaskan tentang layanan prostitusi yang dituduhkan kepadanya dan mengatakan bahwa pesan teks yang terungkap ke media adalah tentang teman perempuannya dari Singapura bernama Kimmy yang saat itu sedang liburan di Korea Selatan.

"Dalam kasus kelab Arena, ini berkenaan dengan seorang perempuan dari Singapura bernama Kimmy. Dia adalah putri dari pemilik klub sepakbola terkenal. Saya telah menerima banyak bantuan darinya, jadi saya hanya ingin menjaganya,”

Sebelumnya, pengacara Seungri, Son Byung Ho pada 21 Maret 2019 lalu juga telah menjelaskan hal tersebut kepada media, bahwa apa yang ada di pesan teks tersebut konteksnya tidaklah benar.

“Laporan mengatakan Seungri berbicara dengan Tuan Kim [pegawai Burning Sun] untuk menyiapkan tempat di kelab Arena dan mengundang perempuan yang berasal dari Taiwan untuk tamu “A”, dan tamu “A” di sini adalah teman lama [perempuan] Seungri dan berkebangsaan Singapura. Dia tidak memiliki hubungan dengan bisnis Seungri sama sekali, dan pekerjaannya juga tidak ada hubungannya dengan investasi. Ada kesalahpahaman bahwa “A” adalah investor di Burning Sun, tetapi itu tidak benar,” tutur pengacara Son Byung Ho, seperti dilansir New1.


“Tamu “A”ada di Korea saat hari libur, tetapi karena Seungri berada di Nagoya untuk konser, dia tidak dapat menjaganya. Jadi melalui Tuan Kim, ia ingin memperkenalkannya kepada seorang teman perjalanan perempuan untuk berbelanja dengannya ketika dia berada di Seoul,” lanjut pengacara tersebut.

Sang pengacara juga menjelaskan bahwa pesan teks yang dilaporkan media tidak termasuk dengan percakapan awal saat bagian untuk menemukan teman perjalanan untuk “A”. Bagian tersebut dihilangkan dan hanya bagian yang menarik perhatian saja yang dirilis.

Kemudian, Seungri juga menjelaskan kontroversi tentang penyediaan layanan prostitusi dalam perjalanan hingga ke Indonesia.

Saat itu, ia telah menginvestasikan 2 Miliar Won untuk Tuan Kim, akan tetapi, karena ia belum menerima hasil dari investasi tersebut, Seungri berusaha untuk menyenangkan hati Kim agar uangnya dikembalikan.

Tuan Kim meminta Seungri untuk memperkenalkannya kepada seseorang yang bisa menemaninya dalam kunjungan bersama pengusaha Indonesia. Uang untuk menyewa orang tersebut adalah 10 Juta Won, akan tetapi, akhirnya Kim membatalkannya dan mengatakan bahwa ia akan mencari orang sendiri.

“Saya akhirnya tidak mendapatkan investasi saya kembali. Saya mengajukan tuntutan terhadapnya di tahun 2015 tetapi dia mengancam akan membawa berita itu ke media, jadi saya harus membatalkan tuntutan saya,” jelas Seungri, dilansir Soompi.

Seungri kemudian juga berbicara tentang inspektur polisi bernama Yoon yang diperkenalkan oleh mantan CEO Yuri Holdings, Yoo In Suk kepadanya dan telah menggunakan posisinya untuk membantu menutupi penggelapan pajak kelab Monkey Museum milik Seungri.

"Yoo In Suk memperkenalkan drirnya [Yoon] kepada saya sebagai 'orang baik’. Saya hanya diberitahu bahwa dia bekerja di Blue House, jadi kami makan bersama. Kami bertemu sebanyak empat kali setelah itu, hingga musim dingin lalu,” Jelas Seungri.

Kemudian Seungri melanjutkan, “kami tidak pernah berbicara tentang kelab, dia suka berbicara tentang sejarah. Saya bahkan tidak tahu dia adalah seorang polisi. Dia tidak tahu BIGBANG tetapi mengatakan dia mulai mendengarkan lagu-lagu BIGBANG setelah mengenal saya.”

Ia juga mengatakan bahwa Choi Jong Hoon memang pernah bermain golf bersama Yoon sedangkan dirinya tidak, dan mengatakan bahwa tidak ada tindakan penyuapan sama sekali.

“Bahkan ketika Yoo In Suk mencoba membayar makanan untuknya, dia marah dan mengatakan bahwa dia akan mendapat masalah sehingga akhirnya dia membayar semuanya sendiri,” tegas Seungri.

Seungri juga mengungkapkan bahwa ia sudah sering mengingatkan Jung Joon Young tentang perekaman video secara ilegal dan menyebarkannya.

“Tentu saja saya memintanya untuk berhenti. Ketika kami bertemu secara offline, saya menyuruhnya berhenti dan mengatakan dia akan mendapat masalah besar. Saya mengatakan itu kepada mereka semua, bukan hanya Jung Joon Young. Tetapi tidak pernah melalui percakapan teks,” jelasnya.

Ia juga berharap bahwa penyelidikan dan hasilnya akan dilihat dengan mata yang objektif, apalagi setelah banyaknya spekulasi yang menyangkutpautkan dengan YG Entertainment, BIGBANG dan orang-orang penting lainnya.

“Ini adalah situasi yang terjadi di sebuah kelab, tetapi orang-orang mengaitkannya dengan politik dan menciptakan narasi yang sama sekali baru dan itu menakutkan. Saya bingung. Saya hanya mengatakan yang sebenarnya, dan saya membantu penyelidikan sebanyak yang saya bisa. Saya hanya berharap segalanya akan tenang sampai penyelidikan selesai dan orang-orang akan melihat apa yang terjadi dengan mata yang objektif,”

Seungri mengungkapkan permintaan maaf kepada para penggemar dan publik, kepada YG Entertainment, kemudian semua anggota BIGBANG karena masalah yang telah ia timbulkan.

“Tidak peduli apa hasil dari penyelidikan, saya percaya saya akan menanggung ini selama sisa hidup saya. Saya akan renungkan. Melihat bagaimana tindakan salah saya dari beberapa tahun yang lalu telah menyebabkan situasi yang begitu besar, saya mendapati diri saya sangat menyedihkan dan memalukan. Saya berharap semuanya terselesaikan segera sehingga masyarakat tidak lagi terganggu,” tutup pemilik nama asli Lee Seung Hyun tersebut.

Baca juga artikel terkait KASUS VIDEO MESUM atau tulisan menarik lainnya Maria Ulfa
(tirto.id - Hukum)


Penulis: Maria Ulfa
Editor: Yulaika Ramadhani