Menuju konten utama

Skema Murur dan Tanazul Puncak Haji Armuzna, Ini Penjelasannya

PPIH terapkan skema murur dan tanazul di Armuzna. Murur untuk lansia dan risti, tanazul untuk zona 5 Mina. Sekitar 80 ribu jemaah ikuti skema khusus ini.

Skema Murur dan Tanazul Puncak Haji Armuzna, Ini Penjelasannya
Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daker Makkah, Erti Herlina, memberikan penjelasan soal fiqih haji untuk perempuan, lansia, dan disabilitas, Jumat (1/5/2026). Abdul Aziz/MCH 2026
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan menjalankan skema murur dan tanazul pada fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna. Jemaah yang ikut skema murur akan tetap mabit di Muzdalifah, tapi tidak turun dari bus.

Bagi jemaah haji yang ikut skema murur, mereka hanya melintas di Muzdalifah tanpa turun dari kendaraan. Lalu, mereka langsung akan menuju Mina untuk jumrah aqabah.

Namun, bagi jemaah yang tidak ikut skema murur, jemaah setelah wukuf di Arafah akan bermalam sejenak atau mabit di Muzdalifah. Lalu, setelah tengah malam melanjutkan perjalanan ke Mina. Selama di Mina, jemaah haji akan melakukan tiga kali lempar jumrah, yaitu pada 10 Dzulhijjah dan pada hari tasyrik.

Sedangkan tanazul adalah jemaah tidak mabit di Mina, tapi kembali ke hotel. Namun demikian, jemaah tetap akan melontar jumrah saat hari tasyrik, yaitu bagi jemaah yang mengambil nafar awal hingga 12 Dzulhijjah, sementara bagi jemaah nafar tsani hingga 13 Dzulhijjah.

“Skema murur dijalankan untuk melindungi jemaah haji Indonesia, karena kondisi di Muzdalifah tidak memungkinkan seluruh jamaah turun di sana,” kata Kepala Seksi Pembimbing Ibadah (Bimbad) PPIH Daker Makkah, Erti Herlina, kepada Tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, Minggu (24/5/2026).

Menurut Erti, skema murur diperuntukkan bagi jemaah lanjut usia (lansia), risiko tinggi (risti), disabilitas atau obesitas berat, dan pendampingnya.

“Kita data, dapat kuota sekitar 60 ribu ditambah 20 ribu zona 5 yang mandatory murur,” ungkap Erti.

Para jemaah yang murur, sambung dia, akan dijemput mulai pukul 19.00 Waktu Arab Saudi (WAS) hingga pukul 23.00 WAS.

“Yang murur mandatory adalah jemaah di zona 5. Seluruh kloter di zona 5 akan murur dan tanazul dengan jumlah 19.200 orang,” kata Erti.

Bagi jemaah zona 5 yang murur akan diberangkatkan lebih akhir atau menjelang tengah malam dari Arafah.

“Mereka di zona 5 sampai malam hari, mabit dulu di Mina, setelah itu diantar ke hotel untuk tanazul. Ini bagi kloter yang mandatory,” katanya.

Pada skema tanazul, Erti menjelaskan, dikenakan khusus bagi zona 5 Mina. Agar jemaah bisa tanazul, Indonesia harus mengajukan izin ke Arab Saudi.

“Yang disetujui [Arab Saudi] 20 ribu jemaah. Zona 5 akan dikembalikan ke hotel malam hari tanggal 10. Sedangkan para pembadal lontar jumrah pada kloter yang tanazul, setelah lontar jumrah aqabah, mereka menetap di tenda zona 3 dan 4 Mina," kata Erti.

Erti menerangkan, tanazul Mina dilaksanakan secara mandatory berbasis kloter karena pemerintah Arab Saudi tidak mengizinkan adanya pergerakan dari hotel ke Mina selama hari tasyrik.

Baca juga artikel terkait HAJI 2026 atau tulisan lainnya dari Abdul Aziz

tirto.id - Flash News
Reporter: Abdul Aziz
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Dipna Videlia Putsanra