tirto.id - Hafalan Shalat Delisa menjadi novel yang cukup populer di Indonesia. Tak sekadar karya sastra, penulis Hafalan Shalat Delisa membawa pembaca turut merasakan peristiwa Tsunami Aceh pada 2004 silam.
Lantas, bagaimana sinopsis Novel Hafalan Shalat Delisa? Berapa jumlah halaman Novel Novel Hafalan Shalat Delisa?
Tere Liye adalah nama pena dari Darwis, seorang pria kelahiran Sumatra Selatan yang telah melahirkan banyak novel fenomenal. Meskipun telah menghasilkan lebih dari 65 buku, kesuksesan Tere Liye tak dapat dilepaskan dari judul novel pertamanya, yakni Hafalan Shalat Delisa.
Identitas Novel Hafalan Shalat Delisa
Sebagaimana telah disebutkan, Hafalan Shalat Delisa merupakan novel fiksi bertema religi karangan Tere Liye. Novel yang terbit pada 2005 silam ini, berkisah tentang peristiwa Tsunami Aceh yang terjadi pada 2004.
Penceritaannya berfokus pada sudut pandang anak berusia 6 tahun bernama Delisa Fitri Rahmadani. Berikut ini identitas Hafalan Shalat Delisa Novel:
- Judul: Hafalan Shalat Delisa
- Penulis Novel Hafalan Shalat Delisa: Tere Liye
- Penerbit Novel Hafalan Shalat Delisa: Republika (edisi pertama), Gramedia Pustaka Utama (edisi selanjutnya)
- Tahun Terbit: 2005
- Genre: Drama, Religi, Inspiratif
- Jumlah Halaman: 248 halaman (jumlah dapat berubah tergantung edisi)
- ISBN: 979-321-060-5
- Bahasa: Indonesia
- Latar Tempat: Lhoknga, Aceh
- Latar Waktu: 2004 - 2005
- Sudut Pandang: Sudut pandang orang ketiga.
Sinopsis Hafalan Shalat Delisa
Kisah bermula dari sebuah keluarga di Lhoknga, Aceh, yang selalu mengamalkan ajaran Islam dalam kesehariannya. Mereka adalah keluarga Umi Salamah dan Abi Usman, yang memiliki empat anak yakni Alisa Fatimah, si kembar Alisa Zahra & Alisa Aisyah, dan si bungsu Delisa.
Namun, keempat anak itu terpaksa hanya tinggal bersama ibunya, karena abinya bekerja sebagai mekanik kapak. Pekerjaan itu membuatnya hanya bisa pulang 3 bulan sekali, bahkan terkadang lebih lama.
Meski begitu, ajaran Islam yang sudah mengakar di keluarga tersebut terus dipertahankan. Setiap Subuh, umi selalu mengajak anak-anaknya salat berjemaah.
Awalnya, Delisa sulit mengikuti kebiasaan itu. Namun, kakak-kakaknya mengajarinya dengan sabar. Setiap salat berjamaah, Aisyah melantangkan suara bacaannya agar Delisa bisa mengikuti.
Suatu hari, Delisa mendapat tugas dari sekolahnya untuk menghafal bacaan salat. Si bungsu berusaha memenuhi tugas itu dengan baik. Apalagi, umi menjanjikannya hadiah berupa kalung emas jika Delisa berhasil menghafal bacaan tersebut.
Waktu ujian tiba, tepat pada 26 Desember 2004. Namun, terjadi peristiwa memilukan saat tiba pada giliran Delisa.
Persis ketika Delisa sampai pada bacaan takbiratulihram, bangunan sekolah tiba-tiba bergetar hebat. Genting-genting berjatuhan, papan tulis yang menempel di dinding terlepas, berdebam menghajar lantai.
Tak lama setelahnya air laut naik ke daratan. Gelombang air menerpa dinding luar sekolah. Akan tetapi, Delisa tak memedulikan hal itu. Ia tetap khusuk melafalkan bacaan salat yang sudah lama ia persiapkan.
Tiba-tiba tubuh Delisa terpelanting, lalu terseret ombak. Namun, untungnya ia selamat. Tubuhnya tersangkut di semak belukar.
Seorang prajurit marinir Amerika Serikat, Smith, berhasil menemukan Delisa tetapi dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. Tubuhnya penuh luka, lengan kanannya dan kakinya patah. Delisa pun dibawa ke Kapal Induk John F. Kennedy.
Delisa dioperasi, kaki kanannya diamputasi. Siku tangan kanannya di-gips. Luka-luka kecil di kepalanya dijahit. Muka lebamnya dibalsem tebal-tebal. Lebih dari seratus baret di sekujur tubuhnya.
Sementara itu, tiga kakak perempuan Delisa, Aisyah, Fatimah, dan Zahra, tak terselamatkan. Mayatnya ditemukan sedang berpelukan. Hanya Umi Salamah yang belum ditemukan.
Menurut pandangan Smith, apa yang terjadi pada Delisa adalah sebuah keajaiban. Gadis kecil itu bisa selamat padahal peluangnya begitu kecil.
Karena peristiwa itu, Smith memutuskan menjadi mualaf dan mengganti namanya menjadi Salam.
Tiga minggu setelah dirawat di Kapal Induk, Delisa diizinkan pulang. Delisa dipertemukan dengan sang ayah, yang tidak tahu menahu tentang peristiwa itu karena sedang berlayar ke tempat nun jauh. Abi pun membawa Delisa pulang ke Lhok Nga, tepatnya di tenda pengungsian.
Kesimpulan Novel Hafalan Shalat Delisa
Dalam Novel Hafalan Shalat Delisa, tersirat nilai keikhlasan yang dirajut oleh Tere Liye dengan cukup mulus melalui sudut pandang anak-anak. Dengan sudut pandang ini, keikhlasan dinarasikan dengan polos namun tetap mendalam.
Meskipun kehilangan kaki akibat tsunami, Delisa tidak mengeluh terus menerus kepada takdir. Sebaliknya, Delisa justru menerima keadaannya dengan berlapang dada. Hal ini dibuktikan dengan dirinya yang mulai beradaptasi dengan tubuhnya untuk menghafalkan gerakan salat.
Apakah Kisah Hafalan Shalat Delisa Kisah Nyata?
Novel Hafalan Shalat Delisa bukan kisah nyata. Namun, novel tersebut merupakan karya fiksi yang terinspirasi dari peristiwa nyata yaitu Tsunami Aceh 2004.
Tema tsunami yang diangkat Tere Liye dinilai sangat tepat. Sebab, novel itu berkaitan dengan bencana yang baru saja terjadi setahun sebelumnya. Di tambah lagi, sudut pandang cerita itu berfokus pada ketakutan gadis cilik yang menyaksikan langsung peristiwa Tsunami Aceh.
Ketenaran novel pertama Tere Liye itu membuat Kharisma Starvision Plus tertarik untuk mengadaptasinya ke layar lebar. Enam tahun setelahnya, tepatnya pada 2011, cerita dalam novel itu diangkat ke layar kaca dengan tajuk "Film Hafalan Shalat Delisa".
Berikut ini beberapa pemeran di Hafalan Shalat Delisa:
- Chantiq Schagerl sebagai Delisa
- Reza Rahadian sebagai Abi (Ayah Delisa)
- Christine Hakim sebagai Ummi (Ibu Delisa)
- Zaskia Adya Mecca sebagai Fatimah (Kakak Delisa)
- Agus Kuncoro sebagai Dokter Arif
- Rasyid Albuqhari sebagai Sa’ad (Kakak Delisa)
- Nia Zulkarnaen sebagai Bidan Desa.
Harga Novel Hafalan Shalat Delisa & Linknya
Novel Hafalan Shalat Delisa dalam bentuk ebook dapat dibeli melalui Google Play dengan harga Rp36.852. Harga ini dapat berbeda untuk masing-masing pengguna atau berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan pihak terkait.
Berikut ini link pembelian Novel Hafalan Shalat Delisa:
Penulis: Olivia Rianjani
Editor: Fadli Nasrudin
Penyelaras: Syamsul Dwi Maarif
Masuk tirto.id






































