Menuju konten utama

Serangan Houthi ke Kilang Saudi Picu Harga Minyak Dunia Naik

Harga minyak dunia mengalami kenaikan setelah Houthi melakukan serangan ke fasilitas minyak yang ada di Arab Saudi. Simak pergerakan harganya.

Serangan Houthi ke Kilang Saudi Picu Harga Minyak Dunia Naik
Kilang minyak. Foto/shutterstock
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Harga minyak mentah dunia tercatat naik pada perdagangan Rabu (28/10/2026) setelah terjadi serangan terhadap kilang minyak di Arab Saudi. Insiden ini kembali memicu kekhawatiran terhadap risiko gangguan pasokan di Timur Tengah akibat konflik dengan Iran dan kelompok-kelompok yang bersekutu dengannya.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent naik 1,48 dolar Amerika Serikat (AS) per barel atau 1,3 persen, menjadi 115,36 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 1,22 dolar AS per barel atau 1,22 persen menjadi 101,12 dolar AS per barel pada pukul 01.40 waktu setempat.

Sebelumnya dikabarkan bahwa kelompok Houthi di Yaman yang bersekutu dengan Iran menyatakan telah menyerang kilang minyak terbesar Arab Saudi menggunakan rudal pada pada Selasa (27/10). Houthi terus meningkatkan intensitas serangan mereka terhadap Arab Saudi sebagai produsen minyak mentah terbesar kedua di dunia.

Meski begitu, otoritas Arab Saudi belum segera mengonfirmasi serangan terhadap fasilitas yang memiliki kapasitas pengolahan 550.000 barel minyak per hari tersebut.

Karena kondisi inilah, harga minyak bergerak fluktuatif setelah turun hampir 2 dolar AS per barel pada Selasa. Harga minyak sempat turun kemarin seiring pembicaraan di Timur Tengah yang membantu meredakan kekhawatiran terhadap pasokan.

Penurunan harga tersebut terjadi meski secara data diperkirakan menunjukkan kenaikan persediaan minyak mentah di Amerika Serikat (AS). Berdasarkan jajak pendapat Reuters terhadap 8 analis, stok minyak mentah AS diperkirakan bertambah sekitar 15.000 barel pada pekan yang berakhir 23 Oktober.

Di sisi lain, negara-negara produsen minyak yang tergabung dalam OPEC+ kemungkinan mempertahankan target produksi minyak untuk Desember pada pertemuan Minggu, menurut tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut kepada Reuters. Keputusan ini sejalan dengan ekspektasi pasar.

Produksi sebagian besar dari tujuh anggota utama OPEC+, yakni Arab Saudi, Rusia, Irak, Kuwait, Aljazair, Kazakhstan, dan Oman, masih berada di bawah target produksi masing-masing.

Sementara itu, ekspor minyak mentah Rusia dari pelabuhan di Laut Baltik dan Laut Hitam berpotensi turun bulan depan. Para pedagang mengatakan, penurunan dapat terjadi seiring meningkatnya produksi solar oleh kilang-kilang domestik Rusia setelah tercapainya kesepakatan dengan Washington pada bulan ini.

Baca juga artikel terkait HARGA MINYAK atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Kontributor: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Ilham Choirul Anwar