Selidiki Mati Listrik Massal, Polisi Libatkan Ahli & Instansi Lain

Oleh: Adi Briantika - 8 Agustus 2019
Polisi melibatkan instansi lain dan para pakar untuk mengusut kasus pemadaman listrik secara massal di Jabodetabek dan sebagian pulau Jawa.
tirto.id - Tim Bareskrim Polri melibatkan instansi dan pakar dalam pengusutan blackout atau pemadaman listrik massal di sebagian Pulau Jawa.

Tim polisi berasal dari Direktorat Tindak Pidana Tertentu, Direktorat Tindak Pidana Siber, Pusat Laboratorium Forensik Polri dan INAFIS.

"Kami juga menggandeng ahli seperti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Institut Pertanian Bogor dan ahli yaitu Doktor Rizal," ujar Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Dedi mengatakan, para pihak yang terlibat berguna untuk mendalami proses kelistrikan dan tidak menutup kemungkinan dalam proses investigasi ini ditemukan bentuk pelanggaran pidana, administrasi atau pelanggaran lain.

"Karena tidak mungkin penyebab blackout itu hanya satu faktor, tapi sangat kompleks," sambung Dedi.

Tim akan bekerja dua pekan yang dimulai hari ini dan dibagi dalam dua tahap. Tahap pekan pertama yaitu mencari tahu penyebab blackout, pekan kedua akan mengadu temuan secara komprehensif.

Dedi menyatakan, betul ada loncatan listrik (flash) karena pohon Sengon setinggi 8,5 meter terbakar.

"Dugaan sementara karena ada flash, betul. Kemudian pohon yang terbakar itu betul," tegas dia.

Mati listrik massal terjadi di Jabodetabek, Minggu (4/8/2019) lalu, Indonesia punya sejarah terkait kejadian semacam ini. Bahkan, salah satunya termasuk blackout terburuk di dunia dalam 50 tahun terakhir.

Mati listrik yang melanda Jabodetabek dan berdampak hingga ke sebagian wilayah Jawa Barat serta Jawa Tengah pada akhir pekan kemarin memang sangat mengganggu.

Presiden Joko Widodo menyambangi Kantor Pusat PLN untuk menanyakan langsung terkait penyebab dan rincian insiden tersebut.

Sebelum itu, Indonesia pernah mengalami kejadian serupa beberapa kali. Pemadaman listrik massal yang melanda Jawa dan Bali pada 18 Agustus 2005, berada di urutan ketiga blackout paling buruk di dunia, versi Power Technology, ini belum termasuk mati listrik di Jabodetabek kemarin.


Baca juga artikel terkait MATI LISTRIK atau tulisan menarik lainnya Adi Briantika
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Dewi Adhitya S. Koesno
DarkLight