Pasar Saham Indonesia

Sejumlah Emiten Alami ARB Dipicu Aksi Ambil Untung & Jenuh Beli

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 19 Januari 2021
Dibaca Normal 1 menit
Lebih dari 10 emiten memasuki zona ARB lantaran mengalami penurunan mendekati batas terendah yang diizinkan otoritas sebanyak 7% per harinya.
tirto.id - Perdagangan saham pada Selasa (19/1/2021) diwarnai Auto Reject Bawah (ARB) di sejumlah emiten. Sekurang-kurangnya 10 emiten memasuki zona ARB lantaran mengalami penurunan mendekati batas terendah yang diizinkan otoritas sebanyak 7 persen per harinya.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan sejumlah aksi jual ini dipengaruhi fenomena “sell on news.” Maksudnya ketika suatu sentimen yang menyebabkan saham naik, ada waktu pelaku pasar sudah merasa sebaiknya melakukan aksi jual, baik untuk meraup untung maupun karena jenuh membeli.

“Perkiraan saya penyebab yang utama pastinya sell on news, karena berita yang bagus-bagus itu sudah dijadikan moment untuk mengambil keuntungan,” ucap William kepada reporter Tirto saat dihubungi, Selasa (19/1/2021).

Per Selasa (19/1/2021), ARB dialami saham farmasi. Terdiri dari KAEF dan INAF yang kompak turun 6,91 persen. Lalu ada juga PEHA, PYFA, dan IRRA yang mengalami ARB serupa masing-masing 6,8 persen, 6,6 persen, dan 6,81 persen. Kelimanya melanjutkan ARB sejak 13 Januari 2021.

Saham TSPC juga hampir menyentuh ARB dengan penurunan 0,66 persen per pukul 9,40 WIB tetapi nilainya sudah kembali naik per pukul 11.30 WIB dengan hanya terkoreksi 3,94 persen.

Selain farmasi, ada juga penurunan saham tambang. ANTM misalnya dua hari berturut-turut mengalami ARB sebanyak 6,87 persen (Selasa 19 Januari) dan 6,7 persen (Senin 18 Januari). Sementara TINS bergabung pada Selasa (19/1/2021) ini dengan penurunan 6,68 persen per 11.30 WIB.

Di luar mereka, bermunculan ARB dari saham lainnya. Misalnya infrastruktur. Waskita Karya sempat menyentuh ARB dengan penurunan 6,94 persen pada pukul 10.00 WIB meski sudah kembali menguat per 11.30 WIB sehingga koreksinya hanya 1,82 persen.

ADHI juga sama. Emiten ini sempat menyentuh ARB di kisaran 6,9 persen, tetapi kemudian koreksinya menipis menjadi 3,2 persen per pukul 11.30 WIB.

ARB juga dialami saham perbankan seperti KB Bukopin yang sempat mengalami ARB dengan penurunan 6,9 persen pada pukul 10.50 WIB, tetapi sudah kembali menguat dengan koreksi hanya 4,8 persne per 11.30 WIB.

William mengatakan turunnya tidak disebabkan karena sentimen negatif atau berita yang buruk. Bagi ANTM misalnya, investor jenuh membeli sehingga memutuskan melakukan aksi jual lantaran emiten itu sudah mengalami kenaikan cukup tinggi berkat isu proyek mobil listrik.

Hal itu juga terjadi pada saham farmasi. William bilang pelaku pasar merasa sentimen sudah terealisasi sehingga mereka memutuskan melakukan aksi jual.

Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee menambahkan para investor memang sudah memutuskan melakukan aksi profit taking. Ia menilai banyak saham sudah mengalami kenaikan drastis di awal Januari sehingga pada pekan ini sejumlah investor memutuskan ambil untung.

“Saya pikir market profit taking. Januari kan sudah gaspol ya,” ucap Hans kepada Tirto saat dihubungi, Selasa (19/1/2021).


Baca juga artikel terkait PASAR SAHAM atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Bisnis)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Abdul Aziz
DarkLight