Satgas COVID-19 Akui Liburan Panjang Pengaruhi Naiknya Kasus Corona

Reporter: Andrian Pratama Taher, tirto.id - 2 Sep 2020 13:46 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Tim Pakar Satgas Covid-19 Dewi Nur Aisyah tidak memungkiri salah satu faktor kenaikan kasus COVID-19 pada 24-30 Agustus 2020 akibat liburan panjang.
tirto.id - Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah tidak memungkiri salah satu faktor kenaikan kasus COVID-19 pada 24-30 Agustus 2020 akibat liburan panjang. Ia mengatakan, mobilitas tinggi pada saat liburan panjang berpotensi menjadi sarana penularan.

"Kita juga melihat ada efek libur panjang juga kepada kenaikan jumlah kasus yang ada terutama di Pulau Jawa tadi karena kita melihat cukup tinggi naiknya apalagi mobilitas di Pulau Jawa kan juga cukup tinggi sekali terutama liburan kemarin liburan panjang," kata Dewi dalam talkshow 'COVID-19 dalam Angka' dari Gedung BNPB, Jakarta, Rabu (2/9/2020).

Dewi menuturkan, mobilitas penduduk berpotensi meningkatkan penularan. Hal tersebut terbukti karena gejala COVID-19 baru muncul tidak dalam 1-2 hari usai liburan, tetapi begitu masyarakat ke rumah sakit. "Ini mungkin akan ada delay sekitar 2 sampai 3 minggu baru kelihatan naiknya di mana," ujar Dewi.

Dewi menuturkan, kenaikan kasus pada 24-30 Agustus 2020 cukup signifikan. Sebab, persentase kasus naik hingga 32,9 persen. Satgas mencatat 4 dari 5 daerah dengan kasus tertinggi berasal dari Pulau Jawa.

Ia menuturkan kasus DKI Jakarta naik 36,9 dari kenaikan kasus sepekan sebanyak 4.067 kasus pada dua minggu lalu menjadi 5.568 kasus pada minggu lalu; Jawa Barat naik 137 persen dari 707 kasus menjadi 1.681 kasus; Jawa Timur mengalami kenaikan kasus sepekan sebanyak 20,6 persen dari 2.401 kasus per pekan menjadi 2.901 kasus per pekan; dan Jawa Tengah naik 56,4 persen dari 837 kasus per pekan menjadi 1.309 kasus per pekan.

Sementara itu, peringkat kelima merupakan Kalimantan Timur yang naik 39,2 persen dari 732 kasus per pekan menjadi 1019 kasus per pekan.

"Ini masuk ke dalam empat provinsi penyumbang kasus tertinggi pada pekan terakhir kemarin dan kalau dibandingkan dengan jumlah kasus pada pekan sebelumnya di wilayah yang sama terjadi kenaikan ada yang 36%, ada yang lebih dari 100%, ada yang 20%, ada yang 56%," tutur Dewi.

Dewi mengingatkan agar masyarakat tetap waspada. Ia beralasan, kenaikan kasus di beberapa daerah juga terjadi akibat beberapa faktor, salah satunya kenaikan kasus di pesantren maupun pabrik.

"Kita juga harus waspada. Kenapa? Karena juga di Jawa Timur juga kenaikannya ada dari pesantren, di Jawa Barat ada dari klaster industri. Ini yang angkanya juga cukup tinggi menyumbangkan kasus ke dalam beberapa provinsi," pungkas Dewi.


Baca juga artikel terkait PENYEBARAN COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Maya Saputri

DarkLight