Sandiaga Akui Penutupan 3 Simpang di Mampang Kurang Sosialisasi

Oleh: Hendra Friana - 21 Mei 2018
Dibaca Normal 1 menit
Penutupan ketiga simpang dilakukan karena kerap menyebabkan kemacetan yang mengular dari underpass Mampang menuju Ragunan.
tirto.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengakui kurangnya sosialisasi dalam penutupan tiga simpang di Jalan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Hal itulah yang menyebabkan warga bereaksi dengan membongkar beton MCB yang menutup ketiga simpang itu pada Sabtu pekan lalu.

"Kemarin ini sosialisasinya kurang. Saya langsung putuskan, meminta koordinasi dengan kepolisian, untuk sementara dihentikan," ujarnya usai upacara kebangkitan Nasional di lapangan IRTI, Monas, Jakarta Pusat, Senin (21/5/2018).

Awalnya, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta hanya akan menutup tiga persimpangan di Jalan Mampang Prapatan Raya selama satu minggu untuk simulasi. Penutupan ketiga simpang itu dilakukan karena kerap menyebabkan kemacetan yang mengular dari underpass Mampang menuju Ragunan.

Sebelum keputusan ini dilaksanakan, tiga persimpangan itu juga pernah ditutup pada malam hari sekitar pukul 22.30 WIB, tetapi dibuka lagi pada pagi harinya sekitar pukul 06.00 WIB. Sosialisasi melalui spanduk-spanduk yang menginformasikan warga soal pengalihan arus lalu lintas telah dipasang sejak beberapa hari lalu.


Pengalihan arus ini mengharuskan pengendara dari gang kecil yang mengarah ke Kuningan memutar balik di atas underpass Mampang jika ingin ke arah Pejaten-Pasar Minggu. Sementara pengendara dari arah Kuningan atau Mampang harus memutar balik di depan Grahasindo apabila, misalnya, ingin menuju Kemang.

Menurut Sandiaga, solusi untuk mengurai kemacetan di Jalan Mampang perlu didiskusikan kembali dan disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat. Boleh jadi, kata dia, penutupan itu nantinya akan dilakukan dengan cara bertahap.

"Tidak langsung ditutup tiga-tiganya persimpangan tapi dicicil penutupannya sehingga terbentuk pola lalu lintas yang baru," ucap mantan ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia tersebut.



Baca juga artikel terkait KEMACETAN JAKARTA atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Dipna Videlia Putsanra
DarkLight