Ceramah Tentang Bulan Ramadhan

Ringkasan Ceramah Ramadhan 2023 tentang Pahala Shalat Tarawih

Kontributor: Ilham Choirul Anwar, tirto.id - 22 Mar 2023 17:53 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Ringkasan ceramah Ramadhan 2023 tentang pahala shalat Tarawih, keutamaan, dan hukumnya.
tirto.id - Ringkasan ceramah Ramadhan 2023 kali ini akan membahas tentang pahala shalat Tarawih, keutamaan, dan hukumnya.

Ibadah yang hanya ada di bulan Ramadan tersebut dilakukan pada malam hari setelah salat isya. Berbeda dengan salat tahajud yang dianjurkan didirikan setelah tidur malam, salat tarawih dilakukan pada awal waktu malam sebelum tidur.

Salat tarawih memiliki berbagai keutamaan. Bahkan, pahalanya cukup besar sebagai sebuah ibadah salat sunah

Ringkasan Ceramah Ramadhan 2023 Singkat: Pahala Sholat Tarawih


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,


الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِينَ وَعَلىَ آلِهِ وَأَصَحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ اِلَى يَومِ الدِّينِ، أَمَّا بَعْدُ

Segala pujian mari kita sampaikan hanya kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Atas izin-Nya, pada kesempatan kali ini kita diberikan nikmat sehat dan kemudahan menjalankan ibadah melalui salat isya dan segera dilanjut dengan salat tarawih.


Salam dan selawat semoga senantiasa tercurah bagi Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, keluarganya, para sahabatnya, dan segenap umat Islam yang senantiasa mengikuti jejak langkah beliau hingga akhirnya zaman.

Jamaah yang dirahmati Allah

Salat tarawih merupakan ibadah sunah yang secara khusus hanya ada di bulan Ramadan. Kehadirannya mengiringi puasa wajib yang kita jalankan di siang hari. Salat tarawih bukanlah salat sunnah biasa, dan di dalamnya terdapat berbagai keutamaan bila kita mampu konsisten menjalankannya.

Jumhur ulama seperti Imam Malik, Imam Ahmad, dan Imam Syafi'i bahkan berpendapat bahwa status hukum salat tarawih adalah sunnah muakkadah. Sunnah muakkadah adalah status hukum yang menyatakan bahwa amalan sunah tersebut lebih utama untuk dikerjakan.

Rasulullah menyampaikan berbagai keutamaan salat tawarih dalam beberapa sabdanya. Keutamaan yang didapatkan meliputi:

1. Menghapus dosa yang telah lalu.

Rasulullah bersabda, "Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA)

Dosa-dosa yang dimaksud dalam hadis tersebut, ada perbedaan pendapat di kalangan ulama. Imam Nawawi berpendapat yang bisa dihapus dengan salat tarawih adalah dosa-dosa kecil. Namun, ada pula pandangan ulama lain seperti Ibnul Mundzir berpendapat dosa yang dihapus bisa dosa kecil dan dosa besar.

Terkait penghapusan dosa masa lalu dengan salat tarawih, turut dikuatkan dengan hadis lainnya. Rasulullah bersabda:

“Sesungguhnya Ramadhan adalah bulan yang Allah mewajibkan puasanya, dan sesungguhnya aku menyunnahkan qiyamnya untuk orang-orang Islam. Maka barang siapa berpuasa Ramadhan dan qiyam Ramadan (salat tarawih) karena iman dan mencari pahala, maka dia (pasti) keluar dari dosa-dosanya sebagaimana pada hari ia dilahirkan oleh ibunya. (H.R. Ahmad, Ibnu Majah. Al Bazzar, Abu Ya’la dan Abdur Razzaq meriwayatkannya dari Abu Hurairah)

2. Mendapat pahala yang dilipatgandakan seperti salat berjamaah

Salat tarawih yang dilakukan secara berjamaah akan memakmurkan masjid dan sekaligus melipatgandakan pahala yang diterima. Rasulullah bersabda, "Salat berjemaah lebih utama dibandingkan salat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.” (HR. Bukhari).

3. Nilai pahalanya ibarat menjalankan qiyamul lail semalaman

Rasulullah menegaskan hal ini dalam sabdanya, “Sesungguhnya seorang laki-laki yang melaksanakan shalat bersama Imam (berjamaah) sampai selesai, maka baginya dihitung pahala beribadah satu malam penuh.” (HR Abu Dawud)

Jamaah yang dirahmati Allah

Salat tarawih merupakan bentuk dari qiyamullail, atau ibadah yang dilaksanakan pada malam hari dibulan Ramadan. Mengisi malam-malam Ramadan dengan mengerjakan salat sunah ini dapat menjadi jalan bagi hamba untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah di bulan penuh berkah tersebut.

Sekali pun salat tarawih boleh dikerjakan sendiri, namun dianjurkan untuk mendirikannya secara berjamaah dan mengikuti imam sampai selesai. Imam Asy Syafi’i beserta mayoritas ulama Syafi’iyah, Imam Abu Hanifah, Imam Ahmad dan sebagian ulama Malikiyah memiliki pendapat bahwa lebih utama salat tarawih dilaksanakan berjamaah.

Hal tersebut seperti yang diterapkan pada masa kepemimpinan Umar bin Al Khattab dan para sahabat radhiyallahu ‘anhum saat itu. Dengan salat tarawih secara berjamaah, maka turut menjadi syiar Islam yang cukup tampak dan serupa shalat Ied.

Semoga kita diberikan keistiqamahan untuk mendirikan salat tarawih secara berjamaah sampai selesainya bulan Ramadan. Amiin.

Demikian kultum kali ini. Subhanakallahumma wa bihamdika. Asyhadualla ilaha illa anta. Astaghfiruka wa atubu ilaik.

Wassalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.


Baca juga artikel terkait RAMADHAN 2023 atau tulisan menarik lainnya Ilham Choirul Anwar
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Ilham Choirul Anwar
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Muhammad Fadli Nasrudin Alkof

DarkLight