Review Film Searching Tentang Internet & Pencarian Anak yang Hilang

Oleh: Ita Kunnisa Aniyavi - 12 Oktober 2020
Dibaca Normal 1 menit
Film Searching tentang pencarian anak yang hilang secara misterius.
tirto.id - Internet seakan telah menjadi dunia kedua bagi manusia. Bahkan setengah dari kehidupan nyata manusia dihabiskan di internet. Mulai dari berkomunikasi, mencari informasi, hingga sekolah dan bekerja pun dilakukan melalui internet.

Hal ini mengakibatkan adanya beberapa kasus kriminal yang bermunculan dari internet. SMS spam, telepon penipuan, cyber bullying, hate speech, hoaks, bahkan penculikan dan pembunuhan yang berakar dari hubungan di internet - seperti yang diceritakan dalam film Searching.

Searching, film bergenre thriller yang rilis pada tahun 2018 ini disutradarai oleh Aneesh Chaganty dan ditulis oleh Chaganty dan Sev Ohanian. Film ini menceritakan seorang ayah, David Kim (dibintangi oleh John Cho) mencoba untuk menemukan putrinya yang berusia 16 tahun yang hilang, Margot Kim (dibintangi oleh Michelle La) dengan bantuan seorang detektif polisi Rosemary Vick (dibintangi oleh Debra Messing).

Disamping visual yang diberikan dalam film ini terbilang sangat langka karena hampir seluruh film diambil dari sudut pandang layar gadget, ia juga tak melupakan detail-detailnya, yaitu menggunakan David Kim sebagai figur seorang ayah yang melek dunia maya.

David Kim menampilkan kepiawaiannya dalam pencarian putrinya melalui rekam jejak di laptop yang ditinggalkan putrinya, seperti menghack akun putrinya, menelusuri postingan, komentar, chat room yang akhirnya menghubungi satu persatu followers putrinya (yang ia rasa cukup dekat dengan putrinya).

Film ini sebenarnya memiliki plot yang simple tetapi dengan ending plot twist yang sangat mind-blowing, penonton tidak akan mudah menebak alur dan juga ending dari film ini. Penonton akan ikut merasakan suasana yang dibangun dalam cerita. Dari bagaimana rasanya menjadi David Kim sebagai orang tua yang sedang kehilangan anaknya hingga mencoba untuk menebak-nebak siapa pelaku dalam kasus ini.

Dalam adegan pencarian pelaku, penonton juga disadarkan dampak dari internet. Seperti hal yang dialami karakter Hannah Pardy. Ia tak tahu kalau foto lamanya disalah gunakan orang tak dikenal untuk membuat fake account bernama fish_n_chips.

Padahal, akun palsu yang menggunakan fotonya itu terlibat dalam kasus kriminal yang sangat menakutkan. Kemudian, tulisan di blog Margot yang menjadikan pelaku mengetahui informasi pribadi Margot, membuat kita harus lebih berhati-hati dalam memberikan informasi pribadi kita di internet.

Melalui sudut pandang David Kim sebagai orangtua Margot, penonton akan semakin disadarkan bahwa sepandai-pandainya orangtua terjun ke dunia yang sama dengan anaknya tidak menjamin bisa dekat dan mengerti keadaan anak yang sesungguhnya.

David Kim sangat mumpuni dalam menggunakan internet, berhubungan dengan anaknya setiap saat melalui chat, voice call, dan video call. Namun kenyataannya, ia sangat tidak mengetahui apapun mengenai urusan dan perasaan anaknya. Disinilah David merasa gagal menjadi ayah yang baik bagi putrinya.

Melalui web IMDb, film Searching memperoleh penilaian 7,6/10 dari 134,844 viewers. Sementara itu di Rotten Tomatoes, Tomatometer lebih menyukai film ini dengan memberi penilaian 92%/100% dari 248 users dan 87%/100% dari total 6.810 pengunjung web lainnya.

"Konsep yang menarik, menyenangkan sekaligus menyebalkan. Saya menyukai pemilihan karakter Cho untuk pemeran utama, dia adalah aktor yang sangat berbakat. Film ini menjebak kita dalam plot twist-nya yang membuat cerita di film ini memiliki ciri khas dan diluar ekspektasi saya," kata Brendan N pada 05/01/2019.

"Saya menikmati filmnya, tapi gayanya terlalu berlebihan bagi saya. Saya harap Hollywood tidak membanjiri bioskop dengan versi copynya (melihat film ini sukses di box office). Saya juga tidak begitu menyukai bagian akhir bahagianya yang seakan membuat perjalan emosinya selama ini sia-sia."



Baca juga artikel terkait FILM HOLLYWOOD atau tulisan menarik lainnya Ita Kunnisa Aniyavi
(tirto.id - )

Kontributor: Ita Kunnisa Aniyavi
Penulis: Ita Kunnisa Aniyavi
Editor: Yantina Debora
DarkLight