tirto.id - Laga Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao yang digelar di Estadio de Vallecas, Madrid, pada Sabtu (10/10/2026) ditunda setelah berjalan setengah jalan. Wasit Jose Maria Sanchez Martinez tidak dapat melanjutkan laga setelah penonton melemparkan kertas, kelereng, hingga bola karet ke lapangan. Padahal, laga ini dibuka dengan guard of honour kepada Emil Audero yang baru saja meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup bersama Timnas Indonesia.
Sebelum aksi protes suporter mewarnai Estadio de Vallecas, sebuah momen spesial mengisi lapangan ketika kiper Rayo Vallecano, Emil Audero, diberi guard of honour oleh rekan setim saat memasuki lapangan. Ini adalah apresiasi untuk Emil yang jadi salah satu kunci keberhasilan Timnas Indonesia keluar sebagai kampiun FIFA ASEAN Cup edisi pertama.
Audero sendiri menjadi penjaga gawang utama Rayo di laga tersebut. Pelatih Benat San Jose memilihnya daripada Daniel Cardenas. Ini adalah penampilan ketiga sang kiper 29 tahun bersama Los Franjirrojos.
Laga Rayo kontra Athletic memang sudah berjalan sekitar hampir 30 menit. Namun, gelombang kemarahan suporter tuan rumah yang sudah memuncak sejak sebelum peluit babak pertama pertama dibunyikan, tidak tertahankan. Suporter Rayo memang menaruh emosi kepada presiden klub mereka, Raul Martin Presa.
Kronologi Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao Ditunda, Kenapa?
Pertandingan kontra Athletic Bilbao pada Sabtu (10/10) sebenarnya merupakan "laga kandang" pertama Rayo di Estadio de Vallecas musim ini. Dalam tiga pertandingan kandang awal, Los Franjirrojos terpaksa mengungsi ke Estadio Butarque milik Leganés dengan alasan masalah kelayakan stadion.
Atmosfer panas sudah terasa sejak dua jam sebelum pertandingan di sepanjang Avenida de la Albufera. Spanduk bertuliskan Por un Rayo desPresado (Demi Rayo yang terbebas dari Presa) membentang lebar, disertai ribuan syal bertuliskan Presa, vete ya (Presa, pergi sekarang) yang dibawa suporter Franjirrojas.
Peluit awal dari wasit Sánchez Martínez langsung disambut siulan yang diarahkan ke tribun VIP, tempat Presiden Rayo, Raúl Martín Presa duduk. Saat papan skor digital memasuki menit ke-13, suporter Rayo melakukan aksi melemparkan berbagai benda. Mulai pesawat kertas, kelereng kecil, hingga bola karet berwarna-warni.
Aksi tersebut membuat wasit menghentikan pertandingan beberapa saat dengan tujuan memberi kesempatan petugas lapangan membersihkan material berbahaya yang dilemparkan. Setelah itu, pertandingan sempat dilanjutkan kembali selama hampir 10 menit. Namun, gelombang lemparan berbagai benda berlanjut dari tribun. Bahkan, dilaporkan Diario As, ada sebuah kursi stadion ikut dilempar jatuh ke lapangan.
Wasit akhirnya memerintahkan kedua tim masuk ke ruang ganti. Setelah menunggu dan sempat mencoba kembali ke lapangan, kepolisian setempat melayangkan rekomendasi resmi bahwa situasi keamanan tidak dapat dijamin. Alhasil, Sánchez Martínez resmi memutuskan pertandingan Rayo vs Bilbao dibatalkan sebelum babak pertama selesai.
Penyebab Suporter Rayo Vallecano Protes Presiden Martin Presa
Aksi protes suporter Rayo Vallecano terhadap Martin Presa adalah akumulasi kekecewaan suporter terhadap kepemimpinan sang presiden selama bertahun-tahun. Suporter menilai Presa secara sengaja menelantarkan infrastruktur stadion dan mengabaikan keselamatan ribuan penonton.
Masalah di Estadio de Vallecas memuncak sepanjang tahun 2026. Pada Februari 2026, terjadi kerusakan parah soal kualitas rumput dan struktur stadion saat laga Rayo melawan Real Oviedo. Alhasil, laga itu ditunda dan berikutnya berikutnya dipindah ke Butarque.
Pada awal musim 2026/2027, otoritas LaLiga dan Komunitas Madrid melarang penggunaan stadion akibat kegagalan inspeksi keselamatan. Ini mencakup defisiensi proteksi kebakaran, masalah instalasi listrik, penerangan darurat mati, sanitasi buruk, hingga hilangnya dokumen keselamatan wajib. Sebagian suporter menuduh Presa sengaja membiarkan Estadio de Vallecas tak terurus agar misinya membangun stadion baru Rayo Vallecano terwujud.
Melalui selebaran pesawat kertas yang disebarka dalam laga Rayo vs Bilbao, Agrupación de Peñas dan Plataforma ADRV menuntut pengunduran diri Presa atas serangkaian kelalaian yang dilakukannya. Bukan cuma soal urusan Estadio de Vallecas, tetapi juga sikapnya yang abai dengan tim wanita Rayo Vallecano, juga tak terurusnya pembinaan akademi muda selama 15 tahun. Ini ditambah kenaikan harga tiket langganan secara sepihak. Suporter Rayo kebanyakan berasal dari kelas pekerja.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id


































